[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Renungan...
Kami sedang duduk melingkar dalam sebuah pertemuan. Semua
serius mendengarkan seorang pembicara yang sedang
menguraikan seluk beluk Kitab Suci. Tiba-tiba terdengar
suara dering HP. Suaranya sangat lemah. Mungkin pemiliknya
sengaja mengecilkan volume suara. Meski sudah sangat lemah,
namun bisa terdengar oleh hampir semua peserta yang datang.
Suara itu seperti sebuah komando kepada semua orang. Mereka
serentak memegang saku atau dompet kecil atau Hpnya. Semua
mengira HP miliknyalah yang berbunyi. Padahal saya yakin
bahwa kemungkinan besar dering HP mereka berbeda satu
dengan yang lainnya.
Suara HP yang sangat lemah di tengah kerasnya suara sang
pembicara bisa terdengar dan menggerakan semua orang.
Betapa hebatnya pengaruh suara ini. Hal ini mungkin
disebabkan semua orang tidak lagi berkonsentrasi pada sang
pembicara. Atau pikiran mereka terarah pada HPnya, sehingga
begitu ada suara HP mereka mengira itu adalah miliknya.
Atau mereka sedang menunggu dering HP sehingga begitu
berdering semua tersentak seolah yang dinanti-nantikan
akhirnya datang juga. Atau memang mereka sudah terbiasa
mendengarkan suara HP, bahkan hidupnya sudah dikuasai oleh
suara-suara HP, sehingga meski suara itu lemah bisa
ditangkap oleh pendengaran mereka.
Pengaruh HP sudah sedemikian kuat dalam hidup seseorang,
sehingga kemanapun dia pergi HP tidak akan ditinggalkan.
Seorang teman pernah gelisah sepanjang perjalanan sebab HP
miliknya tertinggal di rumah. Seolah-olah dia kelupaan
membawa sesuatu yang sangat berharga. Seorang teman lain
bisa tahan berjam-jam untuk saling berkirim sms, suatu
bentuk komunikasi yang baru. Dia bisa tenggelam dalam
dunianya sendiri. Bahkan di dalam gereja pun orang membawa
HP, sehingga sekarang di beberapa pintu gereja ada tulisan
peringatan agar HP tidak diaktifkan. HP adalah pernemuan
yang masih tergolong baru namun sudah mempunyai pengaruh
yang kuat dalam kehidupan orang sehari-hari.
Pikiranku meloncat dari HP ke sabda Allah, sebab saat itu
kami sedang membahas sabda Allah di dunia jaman ini. Salah
satu hal yang dikemukakan oleh pembicara adalah bahwa Allah
bersabda sepanjang masa. Sabda Allah bisa ditemukan dalam
Kitab Suci, pengalaman pribadi dan aneka peristiwa.
Persoalannya manusia kurang peka akan sabda ini. Pikiranku
membayangkan seandainya sabda Allah adalah dering HP
sehingga meski hanya lirih pun semua orang terkejut dan
bereaksi. Dia terkejut sebab mengira bahwa dering itu
ditujukan padanya. Semua orang menanti dering itu. Mungkin
ini yang dikatakan dalam Kitab Suci sebagai berjaga-jaga.
Atau seperti yang digambarkan dalam mazmur bagai seorang
hamba yang menatap jari tuannya (bnd Mzm 123:1-2). Dia
menanti pernyataan tuannya dengan keseluruhan diri.
Konsentrasi penuh.
Dering HP sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Oleh
karena sering mendengar dan menjadi bagian hidupnya
sehari-hari, maka orang menjadi peka dengan suara itu.
Banyak orang tidak peka akan sabda Allah mungkin dia tidak
mengenalnya. Hal ini bisa dilihat betapa sedikitnya umat
Katolik yang membaca Kitab Suci setiap hari dan
mempelajarinya dengan serius. Menjadikan Kitab Suci sebagai
bagian dari hidupnya. Bagaimana dia akan peka akan sabda
Allah jika jarang membaca Kitab Suci?
Dering HP membuat orang terlonjak sebab dia merasa
dipanggil atau dibutuhkan oleh seseorang. Dia disapa oleh
seseorang. Apakah Allah tidak pernah menyapa
manusia? Dia pasti setiap hari menyapa manusia dalam aneka
bentuk. Dia membutuhkan manusia. Dia ingin berkomunikasi
dengan manusia. Namun persoalanya manusia tidak menangkap
signal dari Allah. Kurang peka akan tanda-tanda sabda
Allah. Akibatnya meski Allah berulang kali menyapa, manusia
merasa tidak memahaminya. Aneka peristiwa hidup yang
dialami setiap hari dianggap sebagai hal biasa. Tidak ada
kaitannya dengan Allah. Anugerah yang diterima dilepaskan
dari Allah. Sapaan Allah melalui Kitab Suci dibiarkan
berlalu begitu saja. Tidak dibatinkan. Tidak direaksi dalam
sebuah tindakan.
Jika kita sekarang dikuasai HP dan setiap saat menanti
deringnya, mengapa kita tidak dikuasai oleh sabda Allah dan
menantikannya? Jika kita peka dengan suara dering HP
mengapa tidak peka dengan suara Allah? Jika kita
kemana-mana membawa HP mengapa tidak membawa Kitab Suci?
Jika kita bisa menghabiskan waktu berlama-lama untuk
mengirim sms mengapa tidak tahan berlama-lama untuk
berkomunikasi dengan Tuhan? Mengapa ke gereja lupa membawa
Kitab Suci tetapi tidak lupa membawa HP? Tampaknya HP lebih
penting daripada sabda Allah.
Salam
Rene Aipassa
GP GPIB Setiabudi
Jakarta
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Everything you'll ever need on one web page
from News and Sport to Email and Music Charts
http://uk.my.yahoo.com
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://gpib.org
<>< Situs GP GPIB : http://gp.gpib.org
<>< Situs Milis GP2000 : http://milis.gp.gpib.org
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]