[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Syalom,
Teman teman berikut saya sampaikan sebuah tulisan
menarik yang dapat kita renungkan untuk senantiasa
mengucap syukur buat semua keadaan yang Tuhan izinkan
untuk kita hadapi.
Mari Kita Bersyukur!
AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH
KARENA ITU AKU
SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.
Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur
merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan
bersyukur kita akan senantiasa diliputi
Rasa damai,tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan
tak bersyukur
Akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu
merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada
apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita
miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,
kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik.
Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi
berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi
oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta
pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita
ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus
memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah
mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan
sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih
lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita
miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang
sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang
"kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki
banyak hal, tetapi orang yang
dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya
boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita
perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak
tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan
berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah
lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda
miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya
hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik
atasan,
pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan
menjadi lebih
menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan,
"Menikahlah dengan orang yang Anda cintai,setelah itu
cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa
syukur.
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang
mengeluh karena
tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama
rusak. Suatu
sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki,
tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti
mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak
bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan
diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain
lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada
orang yang lebih pandai,lebih tampan, lebih cantik,
lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Saya
ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa
membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan
semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan
gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di
kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada
kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di
atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang
penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar
berganta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi
rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis
pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai
akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada
habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang
saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan
saya.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau
dari rumput
di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua
pasien rumah
sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung
sambil menggumam, "Lulu,Lulu." Seorang pengunjung
yang keheranan menanyakan masalah yang
dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini
jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si
pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain
ia terkejut melihat penghuninya terus menerus
memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu!,
Lulu!". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?
tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya,
dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat
menikmati apa yang
kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas
hati yang
tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan
cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di
laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya
mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah
meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau
berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat
berjumpa dengan anakkedua saya. Tetapi kalaupun mati
tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan
berjumpa dengan anak pertama saya di surga."
-------------------
Tidak ada alasan untuk kita tidak bersyukur...
=NN=
Rudolf Tumbelaka
AGP GP GPIB "MARTURIA" B.LAMPUNG
__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Faith Hill - Exclusive Performances, Videos & More
http://faith.yahoo.com
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke
[EMAIL PROTECTED]