[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Syalom all...
Semalam, di Ebenhaezer Jakarta dilaksanakan pembinaan tentang Internet &
Media TV. Intinya dibahas mengenai dampak dan bagaimana keluarga kristen
harus menghadapinya. Sebagai pembicara adalah Pdt. W Tangkudung, Mth.
Salah satu hal yg disampaikan beliau tentang bagaimna sikap kita terhadap
internet, beliau sampikan sbb. :
"Lalu, bagaimana sikap kita terhadap Internet? Apakah Internet dapat menjadi
bagian keluarga Kristen? Atau sebaliknya, harus dijauhi karena berbahaya?
Jelas bahwa tidak mungkin kita membendung arus informasi yang kian deras
merasuki ke dalam tiap anggota keluarga kita. Informasi itu bisa sangat
berguna, tetapi sekaligus berbahaya. Situs-situs pornografi sangat banyak
jumlahnya, dan mudah sekali meng aksesnya. Bahkan kadang-kadang, karena
pengaruh virus, atau kesalahan sistem sekalipun, situs-situs pornografi itu
muncul begitu saja di screen tanpa diminta. Demikian juga situs-situs
provokasi yang menimbulkan kebencian, informasi misleading, atau chat rooms
yang selorohannya menyesatkan dan menimbulkan trauma".
Untuk menyikapi dampak dari Internet, maka beliau menyampaikan beberapa kiat
bagi ortu sbb. :
1. Orangtua masakini haruslah computer literacy (melek komputer) umumnya,
dan paham Internet pada khususnya, yang harus pula dimaklumi oleh
anak-anaknya;
2. Jika ada modem Internet di rumah, pasanglah juga filter, yang
software-nya disediakan antara lain oleh ISP (Internet Service Provider),
yang berkemampuan untuk menyeleksi situs-situs yang tidak dikehendaki.
Namun, siapa yang menyeleksi jika anak kita menggunakan Internet di luar
rumah? Karena itu, tanamkan pengertian bahwa restriksi di rumah berlaku pula
di luar rumah dengan sanksi bila dilanggar;
3. Kita sering mendengar perkataan orangtua: jangan bicara dengan orang yang
tak dikenal, atau, jangan makan sembarangan, dsb. Kita-pun seharusnya bisa
mengatakan hal yang senada tentang situs-situs Internet kepada anak-anak
kita;
4. Letakanlah komputer yang tersambung dengan Internet, di bagian rumah yang
terbuka, jangan di kamar pribadi anak kita. Sekaii-sekali bukalah Internet
itu bersama-sama mereka sambil menjelaskan dan menjawab
pertanyaan-pertanyaan mereka. Lebih seringlah membuka situs-situs rohani
yang bekualitas dalam membina kehidupan beriman. Tidak dapat dipungkiri
bahwa ada banyak orang yang dimenangkan oleh Kristus, justru melalul
informasi Alkitabiah melalui Internet;
5. Ajarkan anak-anak untuk tidak memberikan data diri apapun (apalagi nomor
kartu kredit, PIN ATM, dsb.) kepada situs yang menanyakannya. Jangan pula
rnengatur janji (appointment/ copy darat) dengan seseorang melalui Internet;
6. Awasi diskettes atau CD-ROM yang mereka simpan, sama seperti kita
mengawasi buku-buku bacaan mereka. Jika mereka bertanya tentang sesuatu dari
isi Internet itu yang mungkin mengejutkan kita, jawablah dengan bijak.
Jangan overreact yang justru akan membuat mereka tidak akan bertanya lagi;
Demikian sepenggal isi pembinaan semalam. Untuk melihat bahan pembinaan
secara lengkap, akan saya postingkan segera ke TOL (Tabita On-Line) di
alamat http://tabita.gpib.or.id
Dalam tanya jawab, saya sempat menyampaikan kepada Pdt. Tangkudung mengenai
kurang terlibat-nya para pendeta GPIB di milis-milis GPIB. Hal ini saya
sampaikan karena dalam ceramahnya, beliau sempat memberi contoh keberadaan
milis GP-2000 yang juga berisi "gosip-gosip" tentang pribadi beberapa
pendeta. Saya sampaikan supaya para Pendeta GPIB juga terlibat di milis2
GPIB, supaya jika ada "gosip-gosip" yg mungkin tidak benar, dapat diluruskan
oleh beliau-beliau.
Atas tanggapan saya tersebut, beliau menyampaikan bahwa ada 2 hal yg
menyebabkan para Pendeta belum terlibat dalam milis-2 GPIB, yakni : 1.
Banyak Pendeta GPIB yg belum "melek" komputer (gaptek), 2. Pendeta yg sudah
mengenal internet (salah-satunya beliau sendiri sudah +/- 4 tahun mengenal
teknologi internet) tidak memiliki waktu.
Berdasarkan jawaban beliau tersebut, saya pikir sebaiknya, para "Belakang
Layar" (pinjam istilah Kang Okta) perlu memikirkan kesiapan "brainware"
GPIB, sejalan dengan persiapan-persiapan "software" yg sekarang ini sedang
gencar-gencarnya dibangun. Mungkin hal ini bisa dimotori oleh DP.... (Bung
Zonny dkk... :-).... )
GBU,
Villy - Eben Haezer Jakarta
PPCP-2002
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]