[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Nisan
Bukan kematian benar yang menusuk Kalbu
Tapi keridlaan menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
dan duka maha tuan bertahta
(Chairil Anwar, 1942)
Setiapkali saya mendengar sebuah berita kematian,
terlebih lagi ketika saya membaca obituari orang
tersebut, selalu saya teringat puisi di atas. Begitu
pasrah, tapi juga resah. Resah, karena kedukaan jua
yang bisa kita punya setelah sahabat kita pergi untuk
selama-lamanya dan menyadari bahwa ada yang lebih
berkuasa atas manusia, sang debu yang diberi napas.
Betapapun perkasanya orang tersebut.
Setiap manusia yang (pernah) hidup, pasti akan mati.
Itu sudah menjadi standard yang terstempel dalam
suratan hidup kita. Pasti ada ending. Ada kertas
terakhir. Pena yang akan menulis di atas kertas itu
akan menjadi tiris sampai akhirnya habis.
Dalam sebuah pertunjukan teater di Jakarta, ada salah
satu kalimat terucap, "Setiap orang suatu saat pasti
akan mati....". Diucap dengan nada ironis dan sedikit
sinis. Dengan bibir sedikit mencibir. Seperti
menuntut, buat apa kita dihidupi kalo akhirnya kita
dimatii. Ashes to ashes... dust to dust....
Dan ketika kematian itu mulai mengetuk (entah itu
dalam bentuk sakit yang berkepanjangan atau
kemendadakan yang tak terduga sepersekian detik pun),
ada dua hal yang mungkin mengisi kepala kita. Apa
yang telah tertulis dalam kertas hidup kita itu? Dan
satunya lagi, apa yang akan tertulis pada kertas
berikutnya?
Dan saya rasa kebanyakan kita, saat masih hidup lebih
sering memikirkan hal yang kedua.
"Kira-kira setelah saya mati, saya masuk surga atau
neraka, ya?"
"Kira-kira setelah saya mati, apa yang akan terjadi,
ya?"
Bahkan tak jarang kita menelusuri, membaca atau
meneliti kesaksian mereka yang pernah mati dan
mereka-reka dalam hati, "Oooo, kira-kira begitu,
tah..."
Tapi pernah juga, ketika kita masih hidup, kita
melihat apa yang pernah tertulis dalam kertas hidup
kita. Setelah berlembar-lembar kertas terulis, adakah
beberapa lembar memberi makna bagi saya, atau orang
tua saya, atau teman sekerja saya, temen sekolah saya,
pacar saya, suami saya dan siapa saja? Bahkan Tuhan?
Kita mungkin pernah merenungkan ini sekali-sekali. Dan
ketika kita merenung, kita seperti berbincang-bincang
dengan masa lalu dan mungkin menatap ke atas ke "masa
depan" yang nun di sana, di luar jangkauan pemikiran
kita.
Namun, Kawan, renungan yang kita bikin mungkin tidak
semelankolis itu. Kita barangkali tak perlu celingukan
ke masa lalu dan masa depan sesering-seringnya.
Karena, Kawan, kita punya suatu kepastian nun di "masa
depan" sana. Sehingga tak perlu berkali-kali kita
menatap dengan jidat berkerut-kerut.
Kematian, Kawan, memang sudah jadi stempel yang
tertera dalam hidup kita. Tak mungkin lagi standard
itu kita geser atau kita lenyapkan begitu saja. Tapi,
kita tahu, Kawan kita punya "stempel lain" yang akan
membawa kita pada kertas baru yang lebih indah, lebih
luhur dan lebih abadi.
"Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang
penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup
bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, "
(Ibr. 10:29-30)
Jadi, akankah kita melunturkan "stempel lain" yang
telah dicap dalam kertas hidup kita ini?
Saya tak tahu?
Mungkin Anda tahu....
=====
[fauzan r soedira]
gpib immanuel depok
bpk gerakan pemuda
sektor betseda
__________________________________________________
Do you Yahoo!?
HotJobs - Search new jobs daily now
http://hotjobs.yahoo.com/
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]