[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Salam sejahtera...
Bung Fauzan, terima kasih atas tanggapan Anda. Hal seperti ini jarang
dibincangkan orang secara mendalam, khususnya 'saat' -saya menggunakan tanda
petik, karena tidak yakin apakah dimensi waktu masih berperan- di antara
menutup mata dan kebangkitan kembali. Yang lebih diutamakan adalah
kebangkitan itu sendiri.
At 22:56 25-11-2002 -0800, "Fauzan Soedira" wrote:
>sayangnya alkitab tidak menyebutkan
>apakah mereka pernah menceritakan pengalamannya ini.
Dalam tayangan kerohanian di teve -saya lupa nama stasiunnya- pada Minggu 10
November 2002- disampaikan bahwa setelah kita menutup mata, maka kita
'tertidur". Beberapa ayat disampaikan, untuk sekalian menyangkal mengenai
adanya roh yang gentayangan. Saya lupa ayat-ayat tersebut.
>dengan perjalanan yang mereka tempuh selama berada di
>luar raganya itu.
Buku pertama -dan hingga kini cuma itu- yang saya baca adalah tulisan Moody.
Pada dasarnya mereka yang kembali dari 'kematian' -kembali saya gunakan
tanda kutip, karena tidak tahu apakah itu memang pengalaman mengenai
kematian, atau sekadar terlepasnya untuk sementara roh dari jazad- adalah
mereka berjalan menuju cahaya, perasaan yang tenang, 'tubuh' yang seakan
tanpa massa, bisa menembus apa pun, dsbg.
>alinea terakhir yang bunyinya antara lain, "Aku
>percaya kepada... kebangkitan daging dan hidup yang
>kekal!" Itu saja.
Beberapa tahun silam, saya terpikir menghubungkan pernyataan itu, dengan
epos Mahabharata, khususnya setelah terjadinya Bharatayudha (peperangan
dalam keluarga Bharata). Disebutkan bahwa pada akhirnya hanya Yudhistira
-disebut juga Puntadewa- yang merupakan tertuanya Pandawa, yang bisa
memasuki Nirwana dengan jazadnya. Itu disebabkan karena ia orang yang lurus
hati.
Peristiwa kebangkitan juga menyebutkan, bahwa Kristus yang bangkit, adalah
sosok yang tetap berada dalam jazad-Nya. Ia kemudian naik ke Surga -atau apa
pun namanya, karena tetap belum terjelaskan bagaimana Ia naik- dengan
jazad-Nya itu.
Simpulan saya : jika kita hidup dalam kesucian, maka kita pun bisa memasuki
Surga dalam jazad kita sekarang. Mungkin saya keliru, mengingat keterbatasan
kemampuan saya menerjemahkan _kebangkitan_daging_.
>Dari situ saya pun berkesimpulan, ada wujud baru yang
>berbeda dengan wujud fana yang kini kita diami
Itukah yang dirasakan dalam saat-saat akhir, ketika banyak pemissi
(missionaries) dipancung di Amerika Selatan dan Jepang ? Juga dalam benak
para martir ?
>Namun, Yan, agama terkadang memang bisa menjadi sebuah
>irrasionalitas mengingat bukti-bukti empirisnya tidak
>bisa kita jumpai.
Saya belum pernah bersua dengan seorang pun atheis, setidaknya melalui
internet. Pandangan kita -orang Indonesia- dibandingan dengan Barat, berbeda
mengenai agama. Sebejat apa pun kita, agama masih terbersit dalam pikiran,
sementara dalam sementara orang Barat yang saya temui agama bukan segalanya
dalam hidup mereka. Paling tidak mereka tidak pernah menyinggung hal itu
dalam persuratan yang terjadi.
Anda pernah bersua dan berdiskusi dengan orang atheis ?
>mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli
Bagi saya, mengucapkan Doa Bapa Kami -khususnya pada bagian "...seperti kami
mengampuni orang yang bersalah..."- dan Pengakuan Iman Rasuli, merupakan hal
yang amat berat. Saya merasa tidak layak. Butuh ketaatan dan kejernihan
untuk berani mengucapkan itu.
>Dan melalui definisi iman itulah kekristenan saya
>sedikit demi sedikit pulih dari "mati rasa" yang
>sempat saya alami.
Masing-masing dari kita memiliki pergumulan pribadi mengenai itu. Ada yang
giat dalam diakonia, atau dalam vokal group, ibadah-ibadah, atau pun
kelompok-kelompok doa. Saya merasa lebih pas untuk berada dalam kebersamaan
antariman, sama seperti dilakukan orang-orang seperti mendiang Romo Mangun.
>Mungkin suatu saat kita bisa lebih dalam lagi membahas
>ini.
Kalau begitu, saya mau ngecap lagi...
:)
Dalam sebuah episode Star Trek Voyager, disampaikan pandangan Gene
Roddenberry, pencipta serial sohor itu, bahwa kematian sesungguhnya adalah
suatu bentuk tenaga. Orang yang berpindah dari alam yang dikenalnya ini ke
alam yang menjanjikan ketenangan itu, sebetulnya masuk ke dalam suatu
kawasan tak bertuan.
Dalam film tersebut, si tokoh merasa bahwa ia didatangi oleh sosok yang
meyerupai ayahnya yang sudah wafat, yang datang dari sebuah sumber cahaya
putih, yang terang tak menyilaukan. Si tokoh menolak untuk percaya pada
sosok yang mengaku ayahnya, walau pun sosok itu mengetahui dengan tepat
semua hal pribadi yang diketahui hanya oleh si tokoh. Keadaan ini
(ketidakpercayaan) digambarkan dengan masih terpantaunya denyut kehidupan si
tokoh, melalui peralatan yang ada.
Tanggapan terhadap kekeraskepalaan si tokoh, adalah berubahnya sumber cahaya
tersebut menjadi merah padam dan mengesankan suatu kengerian. Demikian juga
dengan sosok tersebut.
Untuk diketahui, Roddenberry memang seorang atheis.
Selain itu, saya pun baru saja membaca pandangan umat Buddha mengenai
keyakinan mereka. Sungguh berbeda dengan yang kita kenal melalui keyakinan
kita. Sedangkan jika dibandingkan dengan keyakinan sepupu kita, banyak
kesamaannya.
Mengapa saya melakukan ini ? Saya cuma ingin menyampaikan, betapa luar
biasanya keyakinan masing-masing orang mengenai apa yang ia percayai.
Bagaimana dengan Anda semua ?
Sharif Dayan
gpib-ssj.8m.net
--
-== http://www.ksatrian.or.id ==-
-== [EMAIL PROTECTED] (defense matter forum) ==-
-== To contribute article - write to [EMAIL PROTECTED] ==-
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]