[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
       http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
MENGGIATKAN PERSEKUTUAN DOA (MPD)

Doa adalah nafas orang beriman. Doa juga sarana untuk berkomunikasi dengan
Tuhan. Ada doa yang sudah menyeruak ke berbagai penjuru dunia, yaitu, doa
yang
Tuhan Yesus ajarkan kepada kita, yakni, DOA BAPA KAMI. Kalo gak apal buka
aja Matius 6. Kalo gak apal juga, kembali aja ke TK....

Ada banyak cara orang berdoa. Ada yang sendiri, ada juga berkelompok. Ada
yang berdiri, berlutut, duduk, tiduran (emang ada?), dan lain2.

Doa dilakukan sendiri bila kita merasa butuh bercakap dengan Tuhan seputar
pergumulan pribadi yang mungkin nggak etis kalo dibeberkan dalam kelompok.
Maklumlah budaya manusia suka ngegosip. (ngomong2 binatang kalo ketemu
ngegosip gak yaaa...)

Doa kelompok biasanya dilakukan bila pergumulan yang dihadapi ternyata agak
mirip dalam suatu kelompok. Biasanya, doa kelompok dilakukan bila kita
merasa
perlu dukungan dari orang lain sesama anggota dari suatu kelompok. Kelompok
ini bisa terdiri hanya dari dua orang, tiga, empat, sepuluh, seratus,
seribu, atau
mungkin jutaan. Hal ini sudah dipraktekkan di GP.  Dewan Pemuda merilis
pokok-pokok doa, dan semua anggota yang 'tahu' segera menopang pokok2 itu
dalam
doa. Bagi yang belum tahu, biasanya kita kasih tahu. Kita mengenalnya dengan
DOA TIGA yakni doa yang dilakukan pada jam 15.00 WIB setiap harinya.

Dalam bersikap ada orang yang memilih mengambil sikap duduk. Mungkin karena
pegel dan gak tahan berdiri lama, apalagi kalau oma-oma en opa-opa. Ada juga
yang memilih berdiri. Biasanya ingin menyatakan rasa kebersamaan, bahkan ada
yang pake gandeng tangan segala. Ada yang berlutut, itu biasa dilakukan oleh
teman2 kita di Katolik. Tetapi yang bukan Katolik juga ada. Ini ingin
menunjukkan bahwa kita lebih rendah di hadapan Tuhan, sekaligus ingin
menyatakan hormat sehormat-hormatnya pada sang Pencipta.

Doa tiduran? itu kalo yang bersangkutan udah ngantuk dan sudah terlelap,
tetapi tiba2 terbangun dan teringat harus berdoa. Tau tuh sah apa gak?

Doa jongkok? saya pernah liat saat mengikuti suatu retreat... soalnya
rumputnya basah... males pada ganti CD kali yaaa...

Doa yang telah dipanjatkan (katanya) ada yang langsung dijawab, ada yang
parkir dulu, dan ada yang tidak akan dijawab. Pasti bisa laaah menyebutkan
contoh2 di
atas. Tapi kalau kita mau jujur, dan mau flashback sedikit, rasanya....

BERSEKUTU DALAM DOA
Belakangan ini, berdoa sambil bersekutu digemari oleh berbagai-bagai. Kita
pernah mengalami masa-masa 5 - 10 tahun silam dimana muncul berbagai
kelompok persekutuan doa yang benar2 eksis. Hemat saya, zaman dulu itu sudah
dilakukan oleh para pendahulu kita.  Cuma, kita aja yang belum tahu. Contoh
paling gampang adalah ketika kita beribadah di gereja dan berdoa syafaat.

Nah... beberapa orang menilai, saat kita bersyafaat kok kurang hangat,
kurang khusuk, kurang syahdu, kurang menggigit. Bahkan ada yang menilai doa
orang
GPIB sulit dijawab karena berbagai alasan di atas tadi. Menurut orang2 tadi,
doa tuh enakan kalo diselingi senandung, dilatar alunan musik, atau disertai
erangan/teriakan2 tertentu, atau bahkan harus masuk-masuk ke kolong kursi.

Sah-sah aja sih menilai. Kita perlu memberi kebebasan pada orang lain untuk
menilai cara kita berdoa, seperti kitapun memiliki kebebasan seluas-luasnya
menilai cara orang2 tadi berdoa. Saya pribadi, ketika aktif di persekutuan
kampus pernah berdoa berdampingan dengan orang yang saat berdoa sampe harus
masuk-masuk kolong, mengerang, dan berderai air mata. Sesaat, saya merasa
tergugah dan ingin melakukan hal serupa. Tapi karena keseringan, saya merasa
menjadi 'mengganggu'. Lha bayangin aja, saya diajarkan berdoa sejak kecil
tuh tenang, khidmat, lipat tangan, tutup mata, tundukkan kepala, eeeeeehhhh
tiba2 ada bunyi orang jatuh lah, nabrak kursi lah, mengerang lah, menangis
lah sampai berderai-derai, dll.. dll... Mata saya yang tadinya tertutup
rapat, mau gak mau mulai
buka sebelah (ngintip). Lalu dua2nya terbuka.... Kalo udah gitu, saya
memilih duduk diam... buka mata sampai amin.

Oke.. itu tadi style/gaya/cara orang berdoa. Masalahkah itu semua di hadapan
Tuhan? Bisa ya, bisa tidak. Kata sebuah buku, yang terpenting adalah "isi"
doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Apakah isi doa kita terlalu
mengada-ada, atau meminta yang ril-ril saja. Bahkan ada yang ketika berdoa,
saking terlalu ingin menghias kata2 sampe lupa apa inti permintaan.

Gereja-gereja purba (dari sebuah buku yang saya baca) bahkan melakukan
kegiatan berdoa dalam biara dengan cara DIAM SERIBU BASA. Hening....
Pekat.....

MANA YANG COCOK UNTUK KITA
Cocok atau tidaknya mungkin tergantung budaya dan sikon pada saat kita
berdoa. Cocok untuk kita, belum tentu cocok untuk orang lain, dan
sebaliknya. Saya suka perhatikan pada saat acara SOLUSI di SCTV, sang pendoa
mengangkat tangan kirinya dan berdoa, tetapi kali lain saya liat nggak pake
angkat tangan. Jadi, relatif lah... suka-suka.

DOA DAN MEDITASI
Almarhum Pdt. Maitimoe pernah mengajarkan berdoa dalam sikap meditasi.
Menurut beliau (saat itu kira2 tahun 1986-1987), dengan meditasi, berarti
kita mengosongkan total diri kita dan membiarkan Allah yang bercakap dengan
kita. Kita hanya mengandalkan 'mendengar' ketimbang 'meminta'. Saat itu
beliau melatar gaya berdoa itu dengan alunan musik klasik yang bernafas
gerejawi. Kalo saya gak salah ingat berirama "How Great Thou Art" (Bila
kulihat bintang gemerlapan... dan bunyi guruh riuh kudengar... Ya Tuhanku,
tak putus aku heran... dst... dst... -itu bahasa indonesianya -red)

ADA SELINGAN
Pada kesempatan lain saya pernah hadir di suatu persekutuan doa dimana
seluruh peserta duduk melingkar dan setiap yang hadir diberi kesempatan
berdoa...
Setiap tiga orang berdoa.. diselingi sebuah lagu, sebuah pusi, sebuah solo,
sebuah vocal group, ada drama singkat yang mengangkat persoalan sehari-hari

bersambung...



%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib

---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke