[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
       http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
                  <>< "Jesus is the reason for season" <>< 


Shaloom ...

Selamat Hari Natal & Tahun Baru.

LoveInChrist,
Yulie/AnugerahBekasi
-------------------------------------------------------------------------

                    Kemurahan Hati yang Sejati
                    ==========================

Waktu sebuah angin topan menimpa sebuah kota kecil dekat-dekat sini, banyak
keluarga mengalami musibah. Sesudah itu, semua surat kabar lokal memuat
banyak berita kemanusiaan yang menarik dengan liputan keluarga-keluarga
yang paling menderita.

Di edisi Minggu, sebuah gambar khusus begitu menyentuh hatiku. Ada seorang
ibu muda berdiri di depan sebuah rumah-mobil yang hancur, raut wajahnya
mencerminkan kesedihan yang begitu memelas. Seorang bocah laki-laki,
sekitar 7 atau 8 tahun, berdiri di sampingnya, matanya memandang ke bawah.
Seorang gadis kecil sedang memegang erat- erat gaun ibunya, matanya
memandang ke lensa kamera, lebar terbelalak penuh kebingungan dan rasa
takut. Berita yang menyertai gambar itu memberikan nomor-nomor ukuran
pakaian tiap anggota keluarga itu. Perhatianku makin bertambah, aku
mengamati ukuran-ukurannya hampir menyamai punya kami. Ini sebuah
kesempatan bagus untuk mendidik anak- anakku membantu mereka-mereka yang
kurang beruntung dari anak-anakku. Gambar keluarga muda itu aku tempelkan
pada lemari es, kuterangkan bencana mereka itu pada putra-putra kembarku,
Brad dan Brett, yang berumur 7 tahun, dan pada putriku Meghan yang baru
berumur 3 tahun. Aku berkata, "Kita ini punya begini banyak, mereka itu
sekarang hampir-hampir tak memiliki apapun. Ayo, mari kita membagikan milik
kita dengan mereka." Aku bawa turun 3 kotak besar dari gudang bawah- atap
yang lalu kutaruh di ruang keluarga. Meghan diam-diam mengamati kedua
kakaknya dan aku yang sedang mengisi salah satu kotak itu dengan makanan
kaleng dan lain-lainnya yang tahan lama, juga sabun dan kebutuhan
kebersihan lainnya. Waktu aku memilah pakaian-pakaian, aku menyemangati
putra-putraku untuk melihat-lihat mainan mereka dan menyumbangkan apa yang
kiranya sudah kurang digemari. Si Meghan terus memandang, diam saja, saat
mereka itu mulai menumpuk mainan maupun 'game' yang mau dibuang. "Nanti
habis ini akan ibu bantu carikan sesuatu untuk gadis kecil itu," kataku.

Bocah-bocah laki-laki itu mengisikan mainan-mainan yang mereka pilih untuk
disumbangkan ke dalam salah satu kotak sedangkan aku mengisi kotak ketiga
dengan pakaian-pakaian. Meghan datang berjalan sambil mendekap erat-erat di
dadanya, Lucy, boneka kainnya yang selain sudah luntur, kucel bocel dan
lusuh kumal namun begitu ia sayangi. Ia berhenti sejenak di depan kotak
yang memuat mainan-mainan itu, menempelkan wajahnya yang bulat kecil mungil
pada muka lukisan Lucy yang datar ceper, memberinya sebuah ciuman selamat
tinggal, lalu menaruhnya dengan lembut di atas lain-lainnya. "Lho, Sayang,"
aku berkata, "Lucy tidak perlu kau berikan. Itu kan kesayanganmu?" Meghan
mengangguk dengan hikmat, matanya agak berkilau membasah dengan air mata
yang tertahan. "Lucy membuatku begitu bahagia, Bu. Mungkin nanti dia juga
akan membuat gadis kecil itu bahagia sekali." Aku, yang semula maunya
mengajar, malah mendapat pelajaran. Anak-anak laki-laki itu telah melihat
dan melongo, mulut terbuka, saat adik perempuannya meletakkan boneka
kesayangannya ke dalam kotak. Tanpa sepatah kata, Brad berdiri dan
menghilang ke kamarnya. Ia muncul kembali dan membawa salah satu mainan
tokoh aksi-aksian yang paling ia kagumi. Terlihat ia agak ragu-ragu,
maju-mundur sambil menggenggam mainan itu, lalu ia melirik Meghan dan
kemudian diletakkannya di kotak, di samping Lucy. Sebuah senyum pelan-pelan
melebar di muka Brett, lalu ia lompat berdiri, matanya bersinar-sinar saat
ia lari pergi mengambil beberapa buah mobil-mobilan dari kumpulan Matchbox
yang ia begitu sayangi. Begitu terkagum, aku menyadari bahwa merekapun juga
menangkap isi makna sikap dan tindakan Meghan. Dengan menahan air mata, aku
merangkul ketiga anak-anakku dalam pelukanku. Dengan rasa menelan yang
berat, aku memandangi Meghan agak lama, termenung sebentar memikirkan
bagaimana caranya aku bisa mengajar putra-putraku pelajaran yang Meghan
baru ajarkan kepadaku, karena tiba-tiba saja aku sadar bahwa setiap orang
bisa memberikan apa saja yang memang mau dibuang.

Kemurahan hati yang sejati ialah bila memberikan apa yang justru paling kau
sayang dan hargai. Kebajikan murni sejati dan jujur ialah di saat gadis
umur tiga tahun mengorbankan boneka tersayangnya, meskipun sudah kumal,
kepada seorang gadis kecil lainnya yang tak ia kenal, dengan harapan bahwa
itu akan membawa kadar kebahagiaan yang sama seperti yang ia terima. Dengan
mengambil contoh dari si kecilku, aku mengambil kembali jaket coklatku
berjumbai-jumbai yang lama dari kotak pakaian. Aku ganti itu dengan jaket
baru berwarna hijau-pemburu yang baru kutemukan minggu lalu waktu ada
obral. Aku harap wanita muda di gambar itu akan menyukainya sama seperti
aku.

('True Generosity' by Elizabeth Cobb)



%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib

---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke