[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
<>< "Jesus is the reason for season" <><
FYI. Reflesi Natal. Jonathan Parapak
GBU, selamat berkarya.
Jabat hangat,
Zonny, http://pattinasarany.cjb.net
Natal-IMANUEL-Allah Beserta Kita
Tema Natal Nasional diambil dari Injil Matius 1:23, yaitu Imanuel, Allah
beserta kita. Tema ini dapat menjadi pegangan, inspirasi dan kekuatan kita
menghadapi krisis multidimensi berkepanjangan. Untuk memudahkan kita
mengingat dan mendalami tema ini maka saya membahasnya dalam kerangka
I-M-A-N-U-E-L.
I - Iman yang holistik. Iman bukanlah pengetahuan tentang agama. Bukan pula
kepatuhan pada ritual agama. Ia adalah percaya yang sungguh pada Allah sang
Pencipta, pada Kristus Juruselamat, percaya yang terwujud dalam jatidiri,
citra diri, sikap hidup, perilaku dan karya. Iman adalah "hubungan,
komunikasi yang sangat dalam" antara manusia dengan Allahnya. Dalam
keberimanannya yang holistik ia memahami dan mengalami kehadiran Tuhan,
IMANUEL. Sehingga mampu melihat di balik berbagai krisis dan masalah. Dengan
iman ia berpegang pada janji Tuhan yang datang memberi hidup dan memberinya
dalam kelimpahan.
M - Masa depan yang berpengharapan--masa depan lebih baik bersama Tuhan.
Mandela berpengharapan (dalam penjara) untuk mewujudkan kehidupan tanpa
apartheid. Dengan penyertaan dan janji kehidupan kekal dari Allah, maka kita
menghadapi begitu banyak krisis, akan dimampukan melihat kehidupan yang
bermakna dan berpengharapan. Ibu Theresa, karena memiliki wawasan kehidupan
berpengharapan, hari esok yang lebih baik, dimampukan menghadapi beban
penderitaan manusia yang sangat berat, karena yang mulia adalah menyatakan
cinta kasih.
A - Aktif dalam pemberdayaan. Menghadapi krisis dan beban, memerlukan
kompetensi kerja keras dan kerja smart. Untuk itu talenta yang diberikan
Tuhan harus kita kembangkan, agar pada waktunya kita dipanggil dan diutus
Tuhan kita sudah memiliki kompetensi (Matius 25:14-30). Menghadapi krisis
memerlukan terobosan, konsep inovatif. Orang beriman haruslah berada di
garis depan untuk menyelesaikan krisis. Yusuf dipakai Tuhan untuk mencegah
malapetaka yang menimpa bangsa Mesir melalui hikmatnya kepada Tuhan, karena
kesetiaannya pada Allah.
N - Naluri reformasi, penyempurnaan dan pembaruan. Orang beriman adalah
orang yang terus-menerus didewasakan, disempurnakan, dan mengalami
pertobatan. Paulus mengatakan "Orang beriman adalah ciptaan baru, yang lama
sudah berlalu, yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17). Dia harus
terus-menerus membarui diri (Roma 12:1,2) dan menanggalkan beban dan dosa
supaya dapat berlomba dengan tekun dalam perlombaan iman (Ibrani 12:1,2)
menuju kesempurnaan iman. Menghadapi krisis, harus dengan sikap reformatif
yang berusaha mencari terobosan, inovasi untuk reformasi dan pembaruan dalam
dirinya sendiri maupun dalam masyarakatnya.
U - Upaya terbaik. Tak ada tempat bagi orang beriman untuk bekerja
bermalas-malasan. Paulus mengatakan kepada jemaat di Kolose 3:17,23, "Untuk
segala sesuatu yang dilakukan baik dengan perkataan atau perbuatan,
lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur oleh
Dia kepada Allah, Bapa kita." "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah
dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." Orang
beriman dipanggil untuk berkarya terbaik menghadapi krisis. Dengan karya
terbaik dari masing-masing kita di sektor manapun akan merupakan kontribusi
positif bagi penyelesaian krisis.
E - Elok dalam jati diri dan citra diri, karya dan pengabdian. Dalam suasana
krisis, KKN merajalela, orang terus mencari pribadi, pemimpin yang dapat
dijadikan teladan. Kata para pengamat dan mahasiswa: "para elit tidak lagi
bisa diandalkan," dicari jati diri dengan integritas tinggi yang kompeten
untuk mengantarkan bangsa keluar dari krisis." Banyak insan yang lagi haus
dan lapar akan hidup bermakna, hidup damai sejahtera, penuh cinta kasih.
Insan beriman harusnya menampilkan kedamaian, kesejukan, kelemahlembutan
yang memancarkan suasana peduli dan cinta kasih dalam keelokan yang menawan.
Keelokan hidup orang beriman harus merupakan kesaksian yang harum dalam
suasana krisis.
L - Lebat berbuah. Suasana kritis menantikan karya-karya positif, buah-buah
iman yang menolong, memberi harapan masa depan. Buah-buah iman yang
menggarami, membawa kenikmatan, menerangi agar tidak terjerumus lagi dalam
kegelapan. Buat yang lebat akan dirasakan dalam bentuk cinta kasih,
sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22). Krisis yang diwarnai dengan
mewujudnyatakan buah Roh, akan membawa kesejukan, damai sejahtera, dan
pengharapan akan hari esok yang lebih baik.
IMANUEL, Allah beserta kita merupakan kekuatan dan dorongan bagi kita untuk
secara holistik berperan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
IMANUEL memampukan kita berpengharapan dan siap menghadapi berbagai
tantangan, terpanggil untuk memberikan yang terbaik dalam karya, pengabdian
dan pelayanan kita.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]