[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
       http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
                  <>< "Jesus is the reason for season" <>< 
Bung Aldrin menulis :
> 1. Para pendeta kita pada dasarnya berasal dari sekolah teologia yang
boleh dikatakan hampir 98% membicarakan masalah teologia. Mereka boleh
dikatakan hampir tidak pernah membicarakan soal leadership, manajemen
apalagi 7 habits atau win-win solution apalagi problem solution. Padahal
menurut yang saya tahu, kepemimpinan kristen itu ibarat bintang daud(dua
buah segitiga yang terbalik menjadi satu) dimana pada saat sang pendeta
menjadi pelayan maka pucuk segitiga ada di bawah dan saat dia menjadi
pemimpin pucuk segitiga ada di atas. Nah jadi menurut saya, dari sononya
emang mereka tidak mengerti akan hal ini. Padahal pada saat seorang pendeta
memegang jemaat dia tak ubahnya seorang pelayan dan seorang manajer. Lha
gereja itu kan bukan hanya punya jemaat tapi juga punya majelis jemaat,
kantor, karyawan dan uang yang seberapa besarnya. Serta berbagai macam
pengaturan jadwal yang cukup sibuk. Diperlukan kemampuan leadership dan
manejerial yang baik untuk mengelola semuanya itu.
> Hal ini pernah saya diskusikan dengan salah seorang mantan vikaris yang
sekarang menjadi pendeta dan berada di daerah pelkes dan dia mengakui hal
itu. Untungnya sang (pada saat itu) vikaris ini selalu belajar sendiri "how
to lead people" and "how to create best decision" bagi jemaatnya. So far its
work, menurut berita terakhir..

Urun rembug saya :
Setahu saya (yg saya tahu juga cuman sedikit alias kulit-nya saja.. :-),
mungkin rekan-2 yg pernah sekolah di STT bisa berbagi info! ), misalnya di
STT Jakarta ada konsentrasi ilmu antara lain :
Pastoral,
Pendidikan Kristen,
Sains Teologi
Liturgika & Musik Gereja.

Jadi setahu saya ya itu..., tergantung konsentrasi apa yg diambil..., selain
itu menurut saya managemen (manajerial) itu tidak selamanya harus dipelajari
lewat institusi (baca: sekolah), tetapi bisa juga dipelajari lewat
pengalaman (seperti vikaris yg diceritakan diatas..). Lihat saja ilmu
manajerial yg dimiliki oleh para murid Yesus..., itukan didapat lewat
pengalaman bersama Yesus..., itu tidak datang secara otomatis, tetapi
melalui proses pengalaman yg cukup panjang.

Doa saya : semoga semua insan GPIB (termasuk para Pdt.) mau belajar dari
pengalaman ke pengalaman... kalau kemarin masih "belum benar", 'mbok ya
sekarang "tambah benar" dan moga-moga besok-besok "jadi benar"... Biarlah
pembaruan itu benar-benar nyata dalam GPIB.. Amin.

Saya jadi ingat kata-kata seorang Pdt. (emiritus) Z M Pattipeiluhu :"Hidup
ini adalah sekolah tanpa akhir..., kita mesti belajar dan belajar terus,
agar menjadi sama dengan (baca: paling tidak, mendekati) pola hidup Yesus".

Villy,
Eben Haezer Jkt.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib

---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke