[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
       http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Dear motivators,

Kalau boleh tahu, dan berkenan di hati rekan2
sekalian, bolehkah saya mengetahui proses pemilihan
pengurus BPK di jemaat anda?  Saya sih berharap rekan2
menjawabnya melalui  JAPRI ke : klik aja ---->
[EMAIL PROTECTED]  Tetapi kalau administrator ingin
digelar, saya kembalikan kepada adminstrator.

Terkait dengan pemilihan pengurus BPK di Jemaat, maka
yang saat ini 'terasa' oleh saya adalah  :
(1) Juklak pemilihan pengurus BPK seperti 'anak tiri'
bila dibanding juklak pemilihan penatua dan diaken.
Dan ini rasanya tidak benar (baca : tidak fair),
paling tidak itu pendapat saya pribadi (terserah yang
lain)
(2) Pelaksana pemilihan pengurus BPK (dhi Majelis
Jemaat) sepertinya kurang menguasai juklak pemilihan
pengurus BPK (tidak semua... tetapi ada)
(3) Pembinaan calon pengurus BPK sangat beragam, ada
yang sebelum pelantikan, ada yang sesudah pelantikan,
ada yang masih bingung (band. pemilihan penatua dan
diaken)
(4) Ada jemaat yang membentuk panitia, ada yang tidak.
(5) Materi pembinaan yang saya rasa perlu harus
distandarisasi.  Kalau perlu ada 'ujian' tertulis.

Kepada rekan-rekan Dewan BPK, saya mengusulkan :
mungkin sudah waktunya Pertemuan Raya BPK atau
Pertemuan Sinodal BPK dibahas kembali (baca:diangkat
ke permukaan).

Dan kalau memang itu akan diadakan (kembali) rasanya
dua agenda penting perlu diangkat pada pertemuan
tersebut yakni :
(1). Pembahasan tuntas "Juklak" Pemilihan Pengurus BPK
di Jemaat yang memadai dan kiranya berkenan di mata
Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja (antisipasi
pemilihan periode berikutnya)
(2). Pemilihan Dewan BPK GPIB.

Hasil dari butir 1 dan butir 2 diatas kemudian
diserahkan kepada Persidangan Sinode untuk dijadikan
Rancangan Ketetapan (Rantap), dan kemudian pada
pembahasan materi persidangan diimbau untuk dijadikan
Ketetapan.

Saya merasa, dua persidangan lalu, BPK seolah
'dimarginalkan' dengan mengabaikan butir 1 dan 2 di
atas. Nah, mumpung ada angin 'PEMBARUAN', mari kita
hembuskan terus "wind of change" ini.

Pengalaman saya ketika mengikuti Pertemuan Raya BPK di
Bali tahun 1986 adalah :
(1) kelima dewan BPK sebelum saya mengusulkan kepada
Majelis Sinode (saat itu) sebuah rancangan Pemilihan
Pengurus BPK yang kemudian ditetapkan di Persidangan
Sinode menjadi PPMS (Peraturan Pelaksanaan Majelis
Sinode) tentang Pemilihan Pengurus kelima BPK dan
Pelayan PA-PT (maaf bila redaksinya salah... itu yang
mampu saya ingat), dan ketika dua tahun setelah
persidangan sinode itu terjadi lagi pemilihan penatua
dan diaken disusul pemilihan pengurus kelima BPK,
tidak kebingungan tuh.... sik asik aja, walau tetap
ada yang senang "menggunting dalam lipatan" (moga2
bener nih peribahasa ini di sini).

(2) kelima dewan BPK lama, mengusulkan nama-nama calon
dewan baru kepada Persidangan Sinode untuk dibahas dan
digumuli, saya ingat betul nama saya digumuli oleh
persidangan sinode 1986 di Bali juga.  Kalo gak
percaya buka deh Buku Biru Bali, disana ada nama2
calon kelima Dewan BPK. Jadi bukan nama saya saja. 
Bersama dengan saya ada sejumlah nama bertebaran di
lima BPK (PA, PT, GP, PW, PKB).

Setiap jemaat (waktu itu) mengutus 5 (lima) orang
pengurus BPK (pemahaman dulu yang berangkat haruslah
sang Ketua, entah sekarang?, rasanya bisa siapa saja
yang penting di pengurus dia sangat berkualitas). 
Banyak contoh kan?, non-ketua BPK lebih berkualitas
dari sang ketua BPK, karena sang ketua terjerat adanya
'politik' dropping, sehingga ketika menjalankan tugas
sebagai ketua, asal!.

Dulu tuh pemilihan Dewan BPK (paling tidak di Dewan
Anak) langsung, umum, terbuka.  Saya ingat betul,
pemilihan calon dewan anak dipandu oleh Ketua DA saat
itu yakni Ibu Dra. J.J.E. Tumiwa-Mantiri, dan
Sekertaris : Emil Matulessy SH, (sekarang sudah
pendeta). Jadi saya (maaf) 'berkompetisi' langsung
dengan berbagai rekan pengurus dari berbagai utusan
jemaat yang hadir. Fair sekali rasanya.  Sebelum
dicalonkan, kami diminta berbicara.  Saya ingat betul,
saya ngomong apa adanya.  Kala itu saya merasa 'lugu'
banget. Lumutan dan guciaaannnn deh lo Ta.

Dan saat itu, informasi saja nih, Pertemuan Raya BPK
mendahului Persidangan Sinode. Jadi PR duluan,
disususul PS.

Saya ingat betul, saat itu ketua jemaat saya (yang
sudah berganti dari Pdt. Drs. Max Mongkol menjadi Pdt.
Naiola sudah almarhum).  Sepulang dari persidangan,
Alm Pdt. Naiola memanggil saya dan berbincang, dan
menanyakan kesiapan saya kalau2 dipanggil oleh Majelis
Sinode terpilih (MS baru) untuk duduk menjadi Dewan.
Nyambung banget, saya liat sendiri nama saya masuk
calon, dan rupanya informasi itu diteruskan kepada
utusan Persidangan sinode yang salah satunya Alm. Pdt.
Nailoa.  Saya jawab apa adanya.  Seingat saya, saya
mengajukan syarat yakni "pendampingan".  Kalau tidak
didampingi selama sekian bulan.  Entar dulu... gak
sudi!

Nah... itu tadi di tingkat Sinodal. Mari kawan, saya
undang pakar2 analisa di milis ini untuk melakukan
STUDI KOMPARATIF antara pemilihan pengurus BPK di
tingkat jemaat dan pemilihan dewan BPK di tingkat
Sinodal, bila perlu sekalian kita komparasi dengan
pemilihan Korwil di Tingkat Mupel. Semua semata agar
kita bisa tertib organisasi dan kelak tertib
administrasi, hingga kita bisa pula tertib ber-MPD
(menggiatkan persekutuan doa), ber-MPA (menggiatkan
penelaahan alkitab) dan ber-MMG (mengiatkan musik
gerejawi)

Satu kali, ketika merenung tentang ini, saya terjebak
seperti ini, yakni,  "mana yang lebih dulu yaa, telur
atau ayam?"

Kalo patokannya siapa yang paling 'botak', pasti telur
duluan ada, karena telur tidak berambut.  Tapi kalo
patokannya 'gendut'?

'kata "mentari" : MARI KITA BICARA,
or



=====
okta rumpak 
orang awam dari gpib zebaoth bogor
golongan darah : ab
0816 184-5724

__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib

---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke