[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Quote of the week ([EMAIL PROTECTED])
#01 : Bila kita berusaha membuat sesuatu yang indah, biasanya hasilnya
kurang bagus.Namun bila kita berusaha membuat sesuatu yang
berguna biasanya hasinya Indah.
<Victori Saetakela - GPIB Petra Bogor>
======================================================================
Shaloom ...
Kasih setiaMu Tuhan tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan
Kasih setiaMu Tuhan kekal s'lama-lamanya, setia dalam hatiku
(cuplikan lagu ...)
LoveInChrist,
Yulie/AnugerahBekasi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
FOOTPRINTS
==========
Sajak tersebut telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Namun
tidak banyak orang mengetahui siapa pengarang sajak itu. Juga tidak banyak orang
tahu apa latar belakang lahirnya sajak itu.
Lebih-lebih lagi tidak banyak orang tahu bahwa sajak yang berjudul 'Jejak'
(aslinya : 'Footprints') sebenarnya adalah buah pena masa berpacaran di suatu
senja di tepi danau.
Pengarang sajak itu adalah Margaret Fishback, seorang guru sekolah dasar
Kristen untuk anak-anak Indian di Kanada. Margaret sangat pendek dan kecil untuk
ukuran orang Kanada. Tinggi badannya hanya 147 cm. Tubuhnya ramping dan wajahnya
halus seperti anak kecil. Karena itu walaupun ia sudah dewasa dan sudah menjadi
ibu guru ia sering diberi karcis untuk anak-anak kalau berdiri di depan loket
atau kalau naik bis.
Margaret dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana hangat dan penuh kasih.
Namun ada beberapa peristiwa yang terasa pahit dalam kenangan masa kecilnya.
Yang pertama adalah pengalamannya ketika ia menjadi murid kelas satu
sekolah dasar. Ia mempunyai kenangan buruk tentang gurunya. Margaret berlogat
Jerman karena ayahnya berasal dari Jerman. Lalu tiap kali Margaret melafalkan
sebuah kata Bahasa Inggris dengan logat Jerman jari-jari tangannya langsung
dipukul oleh gurunya dengan sebuah tongkat kayu. Tiap hari jari-jari tangan
Margaret memar kemerah-merahan.'Jangan bicara dengan logat Jerman. Pakai logat
yang betul, kalau tidak ... !' Itulah ancaman dan amarah yang didengar Margaret
setiap hari. Dan ia sungguh takut.
'Tiap hari aku berangkat ke sekolah dihantui oleh rasa takut. Aku heran
mengapa aku dimarahi. Apa salahku ? Apa salahnya orang berbicara dengan logat
Jerman ? Baru kemudian hari aku tahu bahwa pada waktu itu sedang berlangsung
Perang Dunia II, sehingga orang Jerman dibenci di Amerika dan Kanada,' ucap
Margaret mengenang masa kecilnya.
Kenangan pahit lain yang diingat Margaret adalah tentang dua teman
perempuannya di kelasnya. 'Aku akrab dengan semua teman dan mereka senang
bermain dengan aku, kecuali dua orang teman perempuan yang kebetulan berbadan
besar. Kedua teman itu sering menjahati aku. Untung ada seorang teman laki-laki
yang selalu melindungi aku. Namun pada suatu hari teman laki-laki itu tidak
masuk ke sekolah. Lalu kedua teman perempuan yang berbadan besar itu menjatuhkan
aku dan duduk di atas perutku sambil menggelitiki aku. Aku kehabisan nafas.
Untung tiba-tiba ada orang yang lewat sehingga aku dilepas. Langsung aku lari
ketakutan sampai aku jatuh dan pingsan. Selama beberapa hari aku terbaring
sakit.
Tetapi yang lebih parah lagi, selama beberapa bulan aku ketakutan,' kenang
Margaret. Juga tentang masa dewasanya Margaret mempunyai pengalaman yang
menakutkan.
Pada suatu siang yang bercuaca buruk, ketika ia sedang mengajar di kelas,
tiba-tiba jendela terbuka dan petir menyambar sekujur tubuh Margaret. Ia jatuh
terpental di lantai. Setelah dirawat di rumah sakit, ia tetap mengidap penyakit
yang tidak tersembuhkan. Urat syarafnya terganggu sehingga ia sering bergetar.
Bukan mustahil semua pengalaman buruk itu turut mewarnai lahirnya sajak 'Jejak'
ini, yang dikarang oleh Margaret ketika ia sudah mempunyai tunangan yang bernama
Paul.
Hari itu Margaret dan Paul berangkat menuju suatu tempat perkemahan di
utara Toronto untuk memimpin retret.
Di tengah perjalanan, mereka melewati danau Echo yang indah. 'Mari kita jalan di
pantai,' usul Margaret. Dengan semangat mereka melepaskan sepatu lalu berjalan
bergandengan tangan di pantai pasir. Ketika mereka kembali dan berjalan ke arah
mobil mereka, dengan jelas mereka mengenali dua pasang jejak kaki mereka di
pasir pantai. Namun di tempat-tempat tertentu gelombang air telah menghapus satu
pasang jejak itu.
'Hai Paul, lihat, jejak kakiku hilang,' seru Margaret. 'Itukah mungkin yang
akan terjadi dalam impian pernikahan kita? Semua cita-cita kita mungkin akan
lenyap disapu gelombang air,' lirih Margaret.
'Jangan berpikir begitu,' protes Paul. 'Aku malah melihat lambang yang
indah. Setelah kita menikah, yang semula dua akan menjadi satu. Lihat itu, di
situ jejak kaki kita masih ada lengkap dua pasang.' Mereka berjalan terus.
'Paul, lihat, di sini jejakku hilang lagi.' Paul menatap Margaret dengan
tajam, 'Margie jalan hidup kita dipelihara Tuhan. Pada saat yang susah, ketika
kita sendiri tidak bisa berjalan, nanti Tuhan akan mengangkat kita. Seperti
begini...' Lalu Paul mengangkat tubuh Margaret yang kecil dan ringan itu dan
memutar-mutarnya.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
<>< Chat In IRC : Server DALNET -Channel #gpib #gp-gpib
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [[email protected]]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]