[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
       http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Quote of the week ([EMAIL PROTECTED])
#05 : "Seseorang yang meluangkan waktunya untuk Allah setiap hari 
       adalah seseorang yang berada lebih satu hari di depan orang 
       lain. <unknown>

      <>< Roy Gerry Lolong - GPIB Immanuel Samarinda
======================================================================
-------------------------------------------------
To : berbagai milis
cc : -
Subject : Tentang Hari Sabat ----> kok jadi Hari
Minggu?
Sumber : Buku Selamat Paskah karangan Andar Ismail,
bab 12.
-------------------------------------------------

Apa perasaan Anda jika membaca titah keempat dari Dasa
Titah?  Ada yang merasa janggal.  Karena di situ
dikatakan, "Kuduskanlah hari Sabat", padahal kita
berbakti pada hari Minggu.

Memang benar, hari kebaktian yang ditetapkan Dasa
Titah adalah hari Sabat, yaitu hari ketujuh, atau yang
sekarang ini disebut hari Sabtu.

Gereja mula-mulapun berbakti pada hari Sabtu,
meneruskan kelaziman itu.  Tetapi kemudian Gereja
mengalihkan kebaktian dari hari Sabtu ke hari Minggu. 
Bilamana tepatnya perubahan itu terjadi, tidaklah kita
ketahui.  Namun agaknya tidak terlalu lama setelah
kebangkitan Yeus.  Di Kis 20:7 kita membaca : "Pada
hari pertama dalam minggu ini, ketika kami berkumpul
untuk memecah-mecahkan roti...."  Dan di I Kor 16:2
Paulus menulis : "Pada hari pertama dari tiap-tiap
minggu hendaklah kamu..."

Tentunya ada alasan yang sangat kuat untuk mengubah
hari kebaktian itu.  Adapun dasarnya adalah karena
mereka memandang kebangkitan Yesus sebagai peristiwa
yang besar, sehinga mereka ingin merayakannya setiap
minggu.  Dan karena Yesus dibangkitkan pada hari
Minggu, merekapun bersedia mengalihkan hari kebaktian
menjadi hari Minggu.

Pada akhir abad pertama, gereja pun lazim menyebut
"Hari Tuhan" sebagai sebutan untuk hari Minggu. 
Sebutan itu kita temui di Wahyu 1 : 10.  Kitab Wahyu
itu ditulis di Asia Kecil di mana ada kebiasaan
pemujaan kepada kaisar dan sebulan sekali ada "Hari
Kaisar" untuk menghormati naiknya kaisar ke takhta. 
Lalu Gereja memakai "Hari Tuhan" untuk menyatakan
penghormatan kepada Kristus yang naik atau bangkit
dari kematian.

Sebutan "Hari Minggu" dalam bahasa kita sebenarnya
juga berarti "Hari Tuhan", sebab kata 'Minggu' berasal
dari kata Portugis 'Dominggo' yang berarti hari Tuhan.

Dalam kebudayaan Yunani, pada zaman itu hari Minggu
pun sudah menjadi perayaan untuk menghormati dewa
matahari.  Mereka menyebut hari minggu sebagai "Hari
Matahari.  Tetapi Gereja memberi arti yang baru dengan
mengatakan bahwa hari itu adalah hari penghormatan
kepada "Matahari Kebenaran" (Maleakhi 4:2), yaitu
Yesus Kristus.  Dari sebutan itulah kini kita mengenal
nama Sunday, Zondag atau Sonntag.

Apakah ketika itu hari Minggu sudah merupakan hari
libur?  Di banyak daerah -yang pasti di antara orang
Yahudi- belum.  Kalau begitu bagaimana mereka bisa
berbakti?

Hal itu bisa terjadi karena hari dalam perhitungan
Yahudi, bukanlah seperti perhitungan kita yaitu dari
pukul dua belas malam hingga dua belas malam,
melainkan dari matahari terbenam hingga ke matahari
terbenam keesokan harinya.  Jadi rupanya kebaktian
pada waktu itu diadakan pada hari Sabtu malam menurut
perhitungan kita, yang bagi mereka sudah hari Minggu.

Tetapi karena Gereja Purba terus merayakan hari Minggu
sebagai hari kebaktian, lambat laun kebiasaan itu
makin diterima oleh masyarakat.  Dan pada tahun 321
Constantinus dengan undang-undang menetapkan hari
Minggu sebagai hari libur di seluruh wilayah
kekaisarnnya.

Dari ketetapan itu -yang kemudian menjadi universal-
kini dunia mengenal hari Minggu sebagai hari libur.

Tetapi bagi Gereja, asal-usul menjadikan hari Minggu
sebagai hari kebaktian adalah karena hari itu adalah
hari kebangkitan Tuhan, sehingga hari Minggu adalah
Hari Tuhan, yaitu Hari Milik Tuhan dan Hari Untuk
Tuhan.

NB : Ingat, ini bukan tulisan saya.  Ini adalah
tulisan Andar Ismail dalam salah satu Seri Selamat,
tepatnya Selamat Paskah, bab 12.  Kalau rekan2 ingin
forward ini ke sesama, jangan lupa tegaskan bahwa ini
tulisan Andar Ismail, bukan tulisan Okta Rumpak. 
Jelas yaaa...

selamat merenung,
or




=====
okta rumpak 
orang awam dari gpib zebaoth bogor
golongan darah : ab
0816 184-5724

__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - forms, calculators, tips, more
http://taxes.yahoo.com/

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke