[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
       http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Quote of the week ([EMAIL PROTECTED])
#07 : "Orang yang besar adalah orang biasa yang setia & tekun 
       melakukan perkara-perkara kecil"

      <>< Bonnie Manuputty - GPIB Eben Haezer Jakarta <>< 
======================================================================
FYI, ada yang mau berbagi mengenai topik ini ?!
GBU, selamat berkarya.

Jabat hangat,
Zonny, http://pattinasarany.cjb.net

Teologi Pluralis, Pemersatu Umat Beragama?

GloriaNet - Teologi pluralis yang berkembang saat ini, mempunyai dampak
positif untuk mengembangkan kerukunan di antara umat beragama. Namun, masih
banyak masyarakat dan jemaat belum memahami tentang Teologi Pluralis
tersebut.

Menurut Sekertaris Umum BPS GMIM Pdt Dr Nico Gara MTh, Teologi Pluralis
merupakan pandangan atau ajaran yang tujuannya adalah saling mengakui dan
mengahargai antara sesama jemaat dan pemeluk umat beragama lainnya yang ada
di dunia ini. Dimana pimpinan dan umat beragama tidak akan memperdebatkan
ajaran maupun pemahaman agama masing-masing. Tetapi sebaliknya perbedaan
yang ada di masing-masing agama tersebut dijadikan sebagai alat pemersatu di
antara umat beragama yang ada didaerah ini. Sehingga masing-masing agama
tidak akan mengklaim bahwa ajaran ataupun pemahaman mereka yang benar
sedangkan yang lain salah.

Diakuinya kepada harian Manado Post, teologi pluralis ini sangat cocok
diterapkan dalam membina dan mengembangkan kehidupan umat beragama. Sebab
teologi ini merupakan salah satu fasilitas umat beragama untuk merespon
keinginan mereka guna menciptakan dan mengembangkan kerukunan dan
persaudaraan dalam kehidupan setiap hari.

Hal yang sama dikatakan Sekertaris Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gbl Teddy
Batasina STh. Dia menyatakan, teologi pluralis itu adalah teologi
kepelbagaian. Maksudnya adalah ajaran dari masing-masing agama yang
tujuannya memunculkan persepsi yang sama untuk memahami persamaan dan
perbedaan masing-masing ajaran agama, yang nota bene masing-masing agama
memiliki pandangan theologi sendiri-sendiri.

"Jadi teologi pluralis ini bukan memperdebatkan soal ajaran, dogma atupun
doktrin dari masing-masing agama. Sebaliknya teologi ini merupakan sarana
yang pantas dipakai oleh pimpinan dan umat beragama untuk saling
memperkenalkan visi dan misi pelayanan dan peribadatan masing-masing agama,
untuk menemukan suatu persepsi yang sama tentang membina kerukunan dan
persaudaran dalam kehidupan umat beragama," urainya.

Sehingga teologi pluralis ini bisa dijadikan sebagai pintu masuk
masing-masing agama untuk memperkenalkan, mendalami, memperkokoh dan
memantapkan keharmonisan serta persaudaran antar umat beragama, guna
terciptanya kasih dalam hidup setiap hari.

Punya Landasan Alkitabiah
Masuknya teologi pluralis akhir-akhir ini menjadi tanda tanya di kalangan
umat beragama. Pasalnya ada anggapan bahwa teologi ini akan mempengaruhi
eksistensi dari masing-masing ajaran agama.

Menanggapi hal ini Sekertaris Umum BPS GMIM Pdt Dr Nico Gara MTh menegaskan,
masuknya teologi pluralis ini, sama sekali tidak ada pengaruh yang akan
ditimbulkan terhadap eksistensi ajaran masing-masing agama.

Dimana metode yang nampak dalam teologi pluralis adalah bagaimana
masing-masing agama belajar memahami dan menciptakan serta menjadikan
kebersamaan dan kerukunan itu sebagai alat pemersatu.

Teologi ini punya landasan Alkitabiah. Sebab di dalamnya mengajarkan tentang
Tuhan, kebaikan dan kasih bagi manusia. Sehingga hal ini sangat layak
diterapkan oleh seluruh umat beragama dalam membina satu hubungan yang
harmonis. Sebab dengan diterapkannya pemahaman dari teologi ini dalam
kehidupan jemaat dan umat beragama, maka persaudaran dan kebersamaan akan
terbentuk.

Sekertaris Umum Pucuk Pimpinan KGMP Gbl Teddy Batasina STh, menambahkan,
teologi pluralis sama sekali tidak akan mempengaruhi eksistensi pengajaran
dari masing-masing agama. Justru teologi pluralis yang berkembang saat ini
merupakan alat pemersatu dan perekat kerukunan umat beragama.

"Dengan terciptanya hal ini dalam kehidupan kita maka, secara terbuka
masing-masing agama agar belajar dan memahami berbagai kepelbagaian yang ada
di agama yang lain. Sehingga masing-masing agama tersebut akan melihat dan
mengambil gambaran yang tercermin dari ajaran ataupun visi dan misi dari
agama yang lain," katanya.

Menghadapi pergumulan dan tantangan pelayanan yang terjadi dalam kehidupan
masyarakat dan jemaat sekarang ini yang semakin complex, maka teologi
pluralis dapat dijadikan sebagai pandangan untuk membina kerukunan dan
persaudaraan tersebut. (GCM/*)




%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke