[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Quote of the week ([EMAIL PROTECTED])
#07 : "Orang yang besar adalah orang biasa yang setia & tekun
melakukan perkara-perkara kecil"
<>< Bonnie Manuputty - GPIB Eben Haezer Jakarta <><
======================================================================
Dear all,
menanggapi tulisan dalam Glorianet, saya pikir pada
dasarnya memang teologi pluralis yang berkembang di
kalangan elit agamawan dipakai sebagai dasar
penjelasan atas interaksi ideal bagi masyarakat yang
plural. Sehingga jika ditanyakan pada pihak agamawan,
pastilah penjelasan yang akan muncul seperti itu.
Persoalan yang kemudian berkembang, banyak polemik
yang mempertanyakan teologi pluralis, melihat dari
berbagai macam sudut pandang-melihat pengalaman saya
sendiri yang berdiskusi dengan teman-teman dalam
GEMARI-Generasi Muda Antar Iman.
ADa yang mempertanyakan kembali asal muasal dari
teologi ini yang menurutnya berkembang dari pemikiran
pluralisme, diangkat dari pengalaman Inggris dan
beberapa negara lain, yang sebelumnya terdiri dari
masyarakat homogen dan berkembang menjadi masyarakat
plural akibat dari banyaknya pendatang. APakah
kemudian cocok untuk digunakan sebagai dasar interaksi
antar umat beragama di Indonesia, mengingat keberadaan
masyarakat Indonesia sendiri memang sudah plural alias
majemuk dari jaman dulu kala.
Teologi ini bakalan lebih sulit berkembang di
Indonesia dibandingkan di negara2 lain itu. ADa
perubahan pola pikir yang secara mendasar harus
berubah saat seseorang berusaha memahami dan
menerapkan teologi pluralis ini, yaitu menganggap
ajaran lain-apapun itu, merupakan hal menarik dan
tidak berbahaya yang kita bisa kenal dan pelajari.
Yah, melihat realita yang ada, mungkinkah?
Mungkin itu sebabnya juga, teologi ini lebih diterima
di kalangan ilmuwan dan agamawan dibandingkan kaum
awam.
Yang jelas, untuk saat ini, teologi pluralis akan
mengalami perjalanannya sendiri di Indonesia, yang
menurut saya juga akan berkaitan erat dengan reformasi
di bidang pendidikan Indonesia. Jadi, kita sekarang
cuma baru kenal, belum memahami apalagi
menerapkannya...
Anyway, mungkin anak2 yang belajar teologia bisa
sedikit sharing juga tentang apa itu teologi pluralis,
supaya yg belum tahu, jadi tahu...
Gimana? Gimana?
YOurs trully,
MONCHI
GPIB Dian KAsih, Bekasi
__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Web Hosting - establish your business online
http://webhosting.yahoo.com
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]