[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Quote of the week ([EMAIL PROTECTED])
#08 : "you may have someone in your mind, someone in your heart,
someone in your dream, someone in your life...
but JESUS is SOMEONE when you have no one"
<>< Astrid Monika S. Meliala - GPIB Sawangan Depok <><
======================================================================
Believe It Or Not
Pada tahun 1899, di Austria, tepatnya di City of Linz, seorang bernama
Gearl Zaitz merasa sangat takut dan gelisah karena telah beberapa malam
belakangan ia selalu tidur dengan mimpi buruk. Dalam mimpinya, ia
berulang kali melihat pembunuhan, pembantaian dan banjir darah di
mana-mana.
Tidak tahan oleh ketakutan yang mencekam perasaannya dan yang selalu
mengganggu pikirannya, ia mendatangi Alois Muller, seorang "dukun" yang
dikenal bisa meramal dan menjelaskan makna mimpi. Dengan nada sedih dan
suara yang dalam Muller mengatakan bahwa mimpi itu artinya hidup Zaitz
lah yang suatu saat kelak akan menyebabkan banjir darah, pembantaian
dan terbunuhnya ribuan bahkan ratusan ribu nyawa manusia.
Perasaan sedih Zaitz tidak lagi tertahankan. Baginya lebih baik mati
daripada hidup justru menyebabkan terbunuhnya orang lain. Demikianlah
akhirnya, Zaitz memutuskan bunuh diri dengan jalan terlentang di
lintasan kereta api. "Dari pada aku menyebabkan terbunuhnya banyak
orang, biarlah banyak orang yang membunuhku," pikirnya.
Baru saja ia merebahkan badannya, alangkah terkejutnya ketika ia
menoleh ke arah datangnya kereta api, seorang bocah berusia sekitar 10
tahun tengah melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan. Karena
tidak ingin "menyebabkan" orang terbunuh, maka ketika kereta telah
semakin dekat, buru-buru ia lari dan menyelamatkan si bocah malang.
Kereta api telah lewat dan si bocah berhasil ia selamatkan. Ada
perasaan tenteram bercampur bahagia yang sulit ia ungkapkan. Gangguan
mimpi buruk itupun lenyap seketika. Kini ia merasa sangat tenang dan
tenteram.
Ia memutuskan untuk membatalkan "acara" bunuh dirinya dan menganggap
bahwa apa yang dikatakan Muller hanya omong kosong belaka. Berbuat
baiklah ternyata yang mampu menentramkan hatinya. Nyatanya, Zaitz
memang hidup tenang sebagai petani di desa kecil Lambach, tidak jauh
dari Linz.
Sampai akhirnya hayatnya ia tidak pernah tahu bahwa anak yang ia
selamatkan itu tidak lain adalah orang yang kelak dikenal dengan nama
ADOLF HITLER.
__________________________________________________
Yahoo! Plus
For a better Internet experience
http://www.yahoo.co.uk/btoffer
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
<>< Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
<>< iuf.GPIB : http://iuf.gpib.or.id/forum/
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]