++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Salam Sejahtera...
ini bagian kedua reportase saya mengikuti Kunjungan Jemaat Sektor 9 GPIB Immanuel Samarinda ke Pos Pelkes Hosana Loa Ulung.
Minggu, 15 Juni 2003
Lewat pkl 11 siang rombongan mulai beranjak ke sebuah bukit kecil kurang lebih 500 meter dari pastori. Diatas bukit itulah berdiri sebuah bangunan gereja yang amat sederhana. Bangunan berlantai semen, beratap seng, berdinding papan dan beberapa bagian telah tampak jabuk.
melihat bangunan gereja ini saya lantas membandingkan dengan bangunan-bangunan gereja pelkes khususnya yang ada di mupel Kaltim 2 ini, rasa-rasanya Hosana Loa Ulung inilah yang paling sederhana. Tapi rasa itu lenyap saat saya teringat sebait lagu sekolah minggu....Gereja bukanlah gedungnya dan bukan pula menaranya...bukalah pintunya lihat di dalamnya...gereja adalah orangnya !!!
Ibadah Minggu itu dipimpin oleh Pdt. Ny Evi Pattiasina-M STh, seorang pendeta jemaat Immanuel yang juli nanti mulai bertugas di Bethesda Sidoarjo itu adalah istri Pendeta John.
Gereja tidak mampu menampung seratus lebih jemaat yang hadir pada siang itu namun untung saja MJ Pelkes telah menyiapkan tenda sebagai tempat menampung membludaknya jemaat.
Selesai Ibadah dimulailah Lelang dan Bazaar hasil pertanian jemaat Pelkes Loa Ulung, yang dijual mulai singkong, jagung, beras, nasi jaha dan kerajinan tangan "made in" PW Loa Ulung. Sedikit saja sih yang akan dijual namun lewat proses lelang hasilnya cukup memuaskan.
Bayangkan saja...30 Kg beras dijual berhasil dilelang 300 ribu, 12 jagung dilepas 122 ribu atau 3 buluh nasi jaha laku 125 ribu. semuanya dibeli para anggota jemaat sektor 9. GP Sektor sendiri tidak mau kalah, walau tampil dadakan mereka menjual suara dengan menyanyikan Marandeng Marampa (sebuah lagu khas Toraja) dan dua lagu sekolah minggu Opa-opa dan Bapak Abraham. Hasilnya? 500 ribu lebih mereka sumbangkan buat kas pembangunan Jemaat Pelkes Loa Ulung.
Jemaat Pelkes Loa Ulung saat ini sedang mengalami pergumulan, areal lahan tempat gereja berdiri akan dibuka menjadi pertambangan batubara, namun perusahaan Fajar Bumi Sakti hanya akan memberikan tanah pengganti tanpa bangunan gereja. ini ironis sekali karena dulu gereja Hosana dibangun oleh perusahaan, nahh agar mereka tetap beribadah gedung gereja akan dibangun diatas lahan yang telah disiapkan. Hasil lelang dan bazaar yang mencapai 4 juta lebih itu akan dipakai untuk pembangunan gereja.
Dari percakapan dengan seorang bapak yang saya lupa namanya, dia kagum dengan kepedulian jemaat kota pada jemaat pelkes terpencil seperti Loa Ulung ini. ini kesan yang berkali-kali ia rasakan, semenjak pelkes ini kedatangan seorang pendeta, ia bercerita juga saat tamu-tamu dari Jakarta dan Surabaya sempat menginap di Loa Ulung saat Rakerdal Pelkes setahun yang lalu. saya rasakan kalo si bapak telah merasakan benih yang ditanam ketika Rakerdal Pelkes lalu telah mulai berbuah, dengan makin pedulinya jemaat pada pos-pos pelkes
Selesai lelang dan makan siang, acara dilanjutkan dengan pembinaan bagi jemaat. Bpk Tonni Manopo membawakan materi beternak babi yang baik dan benar...jemaat di Loa Ulung hampir sebagian besar memelihara babi namun mereka tidak merawatnya dengan baik dan memperhatikan kesehatan manusia yang ada disekitarnya. begitu juga ketika Ibu Penatua C Mewengkang memberikan pembinaan akan pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Masih berlangsung pembinaan ketika langit diatas Loa Ulung mulai kehitaman bertanda akan hujan, rombongan mulai was-was mengingat kondisi jalan yang akan berubah jelek bila turun hujan, akhirnya diputuskan 6 mobil dan 1 motor pulang duluan.
Jam 14.15 wita, dengan diiringi lambaian anak-anak jemaat bertelanjang kaki, kami pulang....masih diatas bak Espass beberapa rekan pemuda asyik terlibat obrolan seru, mereka saling membandingkan siapa yang paling banyak pergi ke Pos pelkes...saat itu Nandes bertanya pada saya "Roy, Kapan kita ke Lempake ?" nihh anak..belum lagi nyampe di Samarinda sudah tanya kapan lagi ke pos pelkes, saya cuma bilang tahun ini juga kita ke sana... Lempake, satu-satunya Pelkes milik GPIB Eben Haezer Samarinda.
ketika memasuki jalan beraspal, bak Espass sunyi senyap...beberapa rekan sudah tertidur dengan gaya yang apa adanya. mereka, saya dan juga semua anggota rombongan pasti lelah dengan perjalanan minggu itu tapi saya merasakan bahwa dibalik kelelahan itu ada tergambar kebahagian karena telah jadi bagian rencana Allah untuk memakai JemaatNya merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain lalu peduli dengan itu....Rasa Suka dan Duka yang ditanggung bersama !!!
Demikian tulisan saya, semoga bermamfaat ! Hidup Pelkes GPIB !!!
Salam, Roy Lolong Immanuel Samarinda
_________________________________________________________________
The new MSN 8: smart spam protection and 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/junkmail
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[.] Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
[.] GPIB.NET : http://www.gpib.net
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]
