[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
           http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
          Milis gp2000 (1 Juli 1999 s/d 1 Juli 2003) 4 TAHUN
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN


Balikpapan, Rabu 8 Mei 1984 pukul 14.00 WITA, dua orang anak laki-laki 
dengan seragam SMP menaiki sebuah sepeda engkol dan menuruni sebuah 
bukit di kawasan Gn. Pancur Balikpapan. Namun tanpa disadari kedua anak 
laki2 tadi, rem sepeda mereka blong dan terus meluncur tanpa kendali. 
Di ujung bawah bukit yang merupakan kawasan kompleks Pertamina itu 
terdapat sebuah polisi tidur dan pada akhirnya sepeda itu menabrak 
polisi tidur dan terpelanting tinggi sehingga kedua anak tersebut jatuh 
berjauhan. Si pembonceng hanya mengalami luka di paha dan tangan tapi 
naas bagi yang di bonceng. Anak laki2 yang dibonceng ini terlempar 
sangat jauh dan pingsan mendadak tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.

Dengan segera ia dibawa kerumah sakit Pertamina Balikpapan dan 
untunglah semua dokter masih ada termasuk seorang dokter ahli bedah, 
Dr. Rumambi dan seorang suster senior kepala bagian ICU, Zuster 
Wangkay. Hasil pemeriksaan memutuskan operasi harus segera 
dilaksanakan. Yang terjadi adalah anak tersebut mengalami perdarahan 
hebat dimana pembuluh darah besar Aorta-nya pecah dan yang lebih parah 
lagi lever atau hati anak tersebut terbelah-belah, pecah tidak karuan.

Dokter segera melakukan operasi dengan segala peralatan yang ada. Dan 
mereka melakukan doa dengan sungguh sebelum melakukan operasi besar dan 
sangat berbahaya ini. Di luar ruangan operasi kedua orang tua beserta 
kedua adik anak laki2 ini hanya terdiam terpaku, tanpa disadari 
seseorang mendekati mereka. Dia adalah Pdt. M.D Jeremias, yang saat itu 
menjadi sebagai KMJ GPIB Maranatha Balikpapan. Keluarga ini merasa 
tidak pernah memanggil pendeta ini. Apalagi keluarga ini bukanlah 
keluarga yang aktif di dalam kehidupan bergereja dan berjemaat. Kedua 
orang tua anak ini berpikir bahwa sang anak pastilah akan menggal dunia 
karena tiba-tiba berdiri seorang pendeta di hadapan mereka.

Tetapi sang pendeta tanpa banyak berkata-kata hanya mengajak mereka 
berdoa dan berdoa. "Biarlah hanya Tuhan yang bekerja dengan mereka di 
dalam". Dan mereka berdoa lagi dengan sungguh. Kedua orang tua anak 
laki-laki ini hanya pasrah tidak tahu harus berbuat apa, apalagi 
setelah mengetahui bahwa hati dan pembuluh darah aorta anak ini pecah 
berantakan. Yang mereka ketahui hanyalah doa yang dipanjatkan kepada 
sang pemilik kehidupan ini.

Operasi berjalan kurang lebih 4 jam dengan menghabiskan 3 liter darah 
dan sang anak akhirnya dimasukkan ke bagian ICU dengan pengawasan ketat 
dari sang zuster kepala. Sang pendeta yang dari tadi tidak bergeming 
hanya bisa terdiam dan menyaksikan serta kembali menguatkan keluarga 
anak laki-laki ini. Jam demi jam berlalu, tidak ada doa yang tak 
terkatakan dan ternaikan. Dengan segala keterbatasan yang ada, segala 
sesuatunya berjalan dengan baik. Walaupun dokter tak berani mengucapkan 
sepatah katapun karena kemungkinan hidup yang sangat tipis. Namun kuasa 
Tuhan bekerja dengan luar biasa, tekanan darah, hasil pemeriksaan 
laboratoirum untuk fungsi hati menunjukkan hasil normal hanya dalam 
beberapa jam. Sangat tidak masuk akal, secara teori, hal ini baru akan 
berhasil setalah dalam jangka waktu 2 hari. Di hari keempat, sang anak 
meninggalkan ICU masuk ke ruangan khusus. Komentar yang beredar saat 
itu hanyalah, "Ternyata anak laki2 itu tidak jadi meninggal..".

Peristiwa kehidupan ini tidak akan pernah terlupakan dan telah tertoreh 
di dalam keluarga ini. Peristiwa yang telah membuat keluarga ini 
berbalik 180 derajat. Dari keluarga yang tidak pernah mengenal 
persekutuan menjadi keluarga yang setiap hari tanpa melewatkan 
persekutuan, dari yang tidak mengenal pelayanan telah menjadi keluarga 
yang turut di dalam pelayanan. Proses berlangsung terus dan nama sang 
Pdt menjadi begitu dekat dan akrab sampai sang pendeta harus 
meninggalkan Balikpapan menuju tempat yang baru.

Sekarang sang pendeta telah meninggalkan dunia yang fana ini, tetapi 
apa yang telah dilakukannya selama di dunia ini telah menjadi buah bagi 
pelayanan Tuhan dan tidak akan pernah terlupakan oleh keluarga ini. 
Selamat jalan Bpk Pdt. MD Jeremias. Selamat memeluk dunia yang baru. 
Kami tidak tahu harus mengucapkan terima kasih seperti apa. Tapi kami 
yakin anda tersenyum melihat kami di sini.

Dari saya, Aldrin Purnomo, anak laki2 yang telah Bapak Pdt.doakan. Dan 
dari kami semua, Kel. Soedarjanto yang telah bapak Pdt. Dukung dalam 
doa.



%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[.] Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
[.] GPIB.NET   : http://www.gpib.net
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke