[gp2000]%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
              ++ Mailing List BPK Gerakan Pemuda GPIB ++
                   Forum Diskusi Antar Pemuda GPIB
           http://gp.gpib.or.id | http://milis.gp.gpib.org
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
      BPK Gerakan Pemuda (15 Juli 1950 - 15 Juli 2003) 53 TAHUN 
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% I-KAN
Sambungan ..

Saat sedang terbaring di pembaringanku dipenjara     
        tiba-tiba ada sinar terang benderang masuk ke
        ruanganku. Bersamaan dengan sinar itu aku melihat
        sosok Yesus berdiri dengan tangan yang masih nampak
        bekas lukanya mengarah padaku seakan memberi salam
        berkat.
        
        Penampakan itu hanya terjadi dalam waktu sekejap saja.
        Aku yakin sekali, dia pasti Yesus karena wajahnya sama
        persis dengan gambar yang sering aku lihat ketika SMA
        dulu.
        
        Setelah melihat penampakan itu, aku jadi semakin
        mantap ikut Yesus.Rasanya, Dia mengajariku secara
        langsung. Aku belajar ayat-ayat yang menurutku sangat
        dahsyat seperti tentang iman sebesar biji sesawi yang
        bisa memindahkan gunung (Mat. 17:20).
        
        Untuk lebih mendalami imanku, aku melakukan doa dan
        puasa selama 50 hari berturut-turut.
        Waktu itu aku juga berjanji pada Tuhan, kalau saja aku
        dapat bebas tanpa proses pengadilan, aku akan menjadi
        Kristen. Dan, mulai tanggal 10 Juni 1969 aku memenuhi
        janji itu karena aku dibebaskan dari penjara tanpa
        syarat.
        
        Isteri Minta Cerai.
        Selepas dari penjara, aku langsung pulang ke daerah
        asalku, Lampung untuk berkumpul kembali dengan isteri
        dan keenam anakku. Suatu hari, ketika kami makan,
        isteriku sangat kaget melihat aku berdoa dengan cara
        yang berbeda.
        
        Saat itu aku baru berterus terang kalau aku sudah
        memeluk Kristen.
        
        Begitu mendengar berita itu, isteriku langsung marah
        dan pergi meninggalkanku untuk kembali ke rumah orang
        tuanya. Tak hanya itu, dia bahkan langsung mengajukan
        gugatan cerai.
        
        Dia menganggap pernikahan kami telah batal karena aku
        berpindah agama. Ternyata, niat isteriku tidak
        direstui oleh orang tuanya bahkan jika isteriku nekad
        minta cerai maka mereka akan mengusirnya dari rumah.
        Adat Lampung Seputih, kampung asal isteriku,
        memang tidak mengenal istilah cerai. Aku dan isteriku
        sempat pisah rumah selama kurang lebih tiga tahun.
        Ketika akhirnya ia kembali ke rumah, kami tetap
        beribadah dengan cara masing-masing karena aku memang
        tidak mau memaksa dia.
        
        Sementara itu, aku makin mantap mendalami kekristenan.
        Pada tahun 1970, aku belajar di sebuah sekolah Alkitab
        di Surabaya. Setelah selesai, masih pada tahun yang
        sama aku menjadi pendeta di GPI,Sumatera Utara.
        Meski aku sudah jadi pendeta, isteriku masih tetap
        menjalankan ibadahnya.Aku pun mendapat tantangan yang
        sangat keras darinya.  Dia sering memarahi anak-anakku
        yang waktu itu masih SD karena mereka ikut ke Sekolah
        Minggu. Tak hanya itu, dia juga sering menanyakan
        kapan aku akan kembali ke agamaku yang dulu.
        
        Aku berusaha menerangkan kebenaran firman Tuhan tetapi
        dia masih mengeraskan hatinya. Ketika anak-anak duduk
        di bangku SMP, isteriku mulai sedikit berubah.
        Ia tidak lagi menganiaya anak-anak bahkan sebaliknya,
        dia sudah mulai berdoa.
        
        Isteri Minta Dibaptis
        Sampai Oktober 1984, isteriku masih tetap menanyakan
        kapan aku kembali beribadah dengan cara seperti dia.
        Aku langsung menjawab, "Besok, ketika kita sarapan
        pagi!".
        Mendengar jawaban itu, isteriku malah menantang,
        "Kenapa tidak malam ini saja?"
        Aku pun menjawab tantangan isteriku.
        Malam itu juga aku meminta dia mengumpulkan
        saudara-saudara untuk menjadi saksi.
        
        Di hadapan mereka, aku mengutip salah satu ayat dalam
        kitab suci agamaku yang dulu. Menurut pemahamanku,
        ayat itu memperbolehkan seseorang memiliki istri
        lebih dari satu. Aku lalu mengajukan syarat itu untuk
        kembali ke agamaku. "Asal boleh punya isteri lebih
        dari satu, aku mau kembali,"
        
        Begitu kataku dan Isteriku menanggapi pernyataan itu
        tanpa kata, hanya matanya yang melotot menandakan
        ketidaksetujuannya atas syarat yang aku ajukan.
        Sebulan setelah kejadian itu, isteriku mem-buat
        kejutan. Dia menyatakan keinginan-nya untuk dibaptis.
        Tetapi ia tidak mau pembaptisan itu dilakukan olehku
        dan di Lampung. Dia memilih dibaptis oleh salah satu
        murid terbaikku di Sekolah Alkitab GPI.
        
        Waktu itu aku sudah menjadi pendeta wilayah di daerah
        Lampung, Sumatera Selatan, Padang dan Riau.
        Tanggal 14 November 1984, akhirnya isteriku menjadi
        pengikut Kristus ditandai dengan pembaptisan di
        kolam di Caltex Pasific Indonesia, Rumbai - Pekanbaru
        Riau.
        
        Menjadi Isteri Yang Saleh
        Sejak itu, dia menjadi seorang Kristen yang sangat
        taat, bersemangat dan hafal hampir semua isi Alkitab
        bahkan jauh lebih hafal dibandingkan aku.
        Dia menjadi tempatku bertanya jika aku lupa isi suatu
        ayat. Kami berdua sering melakukan doa dan puasa.
        Meski tidak terlibat pelayanan secara intensif, dia
        kerap bersaksi akan kasih Kristus dalam kehidupannya
        di mana pun ia berada.
        
        Hasilnya, banyak penduduk asli Lampung yang percaya
        pada Kristus, salah satunya Pdt. Siti Umayah.
        Ya, isteriku menjadi seorang Kristen yang sangat
        bersenang hati dan mendukungku dalam pelayanan.
        Hingga akhir hayatnya, dia tetap memegang teguh
        kepercayaannya pada Kristus.
        
        Tanggal 11 Desember 1999, isteriku menghadap Tuhan
        dengan tenang, dalam keadaan tidur dan tanpa merasakan
        sakit. Saat ini, aku menjadi ketua tim "Mawar Dari
        Saron" sebuah lembaga pelayanan yang khusus bergerak
        di bidang pemberian beasiswa untuk sekitar 116 hamba
        Tuhan yang tinggal di pedesaan dan tersebar di
        Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan
        Jawa.
        
        Kini, seluruh hidupku kupersembahkan hanya untuk
        kemuliaan nama-Nya.

Aldrin-Immanuel Batam

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%[gp2000]
  "... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau 
  muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
  dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam 
  kesucianmu" -- 1Tim 4:12
I-KAN %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
[.] Situs GPIB : http://www.gpib.or.id
[.] GPIB.NET   : http://www.gpib.net
---
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke