<>< ============================ I-KAN ============================ ><>
<>< ><> <>< ><> <>< ><> <>< <>< <>< ><> ><> ><> <>< ><> <>< ><> <>< ><>
<>< ><>
<>< -= Milis GP2000 =- ><>
<>< MAILING LIST B.P.K GERAKAN PEMUDA G.P.I.B ><>
<>< *established 1 July 1999* ><>
<>< ><>
<>< =============================================================== ><>
ketika Yesus yang kita rayakan, ketika Yesus yang menjadi
alasan kita
melayani,jangan biarkan hal-hal di luarYesus mengendurkan
semangat
kita - dan ada prosesnya.Ketika untuk sementara waktu kita
sedih hal
itu adalah wajar, yang penting berusaha untuk bangkit
lagi. walaupun manusialah yang kita layani dalam rangka
melayani Tuhan, bukan respon manusia-manusia itu yang
terpenting, melainkan penilaian Tuhan kepada kita. Ia yang
tahu seberapa jauh kita bersungguh-sungguh, dan Ia tahu
seberapa jauh kita sedih karena Tuhan 'dicuekin' sama yang
lain.
Jika Tuhan sedih sama mereka, sangat indah jika kita
memiliki perasaan yang sama dengan Tuhan, sama-sama
sedih, tapi kita juga jangan sampai terjebak untuk
menghakimi dan menjatuhkan hukuman bagi anak-anak yang
lain, karena itu adalah hak TUhan.Jika ada sesuatu yang
bisa kita lakukan dalam tataran anak-anak lain masih perlu
dididik, maka idiklah mereka karena kasih Tuhan, dan
bukan karena kemarahan kita. Jika tidak ada yang dapat
kita lakukan, serahkanlah penghukuman dan pendidikan itu
kepada Tuhan, namun sedapat mungkin jangan sampai
menghancurkan pelayanan kita sendiri.
MENGENAL LUKA BATIN
Hati yang luka adalah pengalaman hidup yang tidak mungkin
dihindari oleh siapapun juga yang hidup di bumi yang
berdosa ini. Akan tetapi, sebetulnya luka itu sendiri
tidak akan menjadi persoalan asal kita menanganinya
dengan tepat. Kalau tidak diatasi dengan tepat dan cepat,
maka lukan akan berkembang dan bertumbuh menjadi
KEPAHITAN. Akhirnya, bukan luka, tetapi kepahitan itulah
yang menghancurkan saudara.
Ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa seseorang
mengalami luka batin, antara lain:
Tidak peduli dengan orang lain. Orang yang "luka"
hampir-hampir tidak mampu memperhatikan/ mempedulikan
orang lain. Amat peka dan mudah tersinggung. Memiliki
sedikit kawan dan berusaha menguasai mereka. Menghindari
orang-orang baru. Tidak tahu mengucap syukur/ terima
kasih.
Suka mengucapkan pujian yang berlebihan (kosong) atau
sebaliknya kritik tajam. Suka menyimpan kesalahan orang
(tidak bisa/ sukar memaafkan).
Keras kepala dan gampang merajuk. Sukar saling menanggung
beban/ sukar menolong orang dengan hati tulus. mengalami
perubahan sikap (suasana hati) yang ekstrim. Sesaat bisa
sangat gembira dan penuh semangat, beberapa menit
kemudian dapat menjadi murung dan lamban. Bila luka
batin itu dibiarkan terus tanpa pemberesan, maka hati
makin tertutup, tidak bisa merasakan kasih Allah
sehingga tidak stabil secara rohani, menunjukkan sikap
pemberontakan. Bisa pula menyebabkan hilangnya
keseimbangan dalam jiwa (personality split) dan puncaknya
yang paling ekstrim adalah bunuh diri atau membunuh.
Contoh: Hitler (Jerman), hieu Shampan (Kamboja).
BAGAIMANA LUKA BATIN TERJADI
Banyak cara terjadinya luka batin, tetapi biasanya dimulai
pada masa kanak-kanak dan kemudian bertambah terus sesuai
dengan pertambahan usia, kemudian menjadi kepahitan.
Kalau tidak segera disadari dan dilepaskan, kepahitan itu
akan mengakar serta dapat melukai dan memahitkan orang
lain. Hanya kuasa Allah, melalui doa yang sungguh-sungguh
dapat membebaskannya. Sebab-sebab luka batin/ trauma
terjadi antara lain:
Membandingkan anak yang satu dengan yang lain di hadapan
orangnya. Bisa pula akibat mendorong anak secara
berlebih-lebihan (memaksa) untuk ama hebatnya dengan
kakak/ adiknya.
Tidak menepati janji kepada anak (dikecewakan). Tidak
memberikan perhatian yang cukup. Sering melemparkan
kata-kata yang tajam: makian, kutuk dan yang sejenisnya.
Memperlakukan mereka dengan kasar, dll.
KEPAHITAN: JEBAKAN IBLIS
Salah satu sifat buruk dari kepahitan adalah: ia tidak
berhenti, bahkan terus menjadi parah. Dimulai dari luka
yang kecil, membengkak dan bernanah menjadi suatu yang
berbahaya. Sebab itu Firman Tuhan berkata, "Jagalah supaya
jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia
Tuhan \, agar jangan tunbuh akar pahit yang menimbulkan
kerusuhan dan mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15).
Jadi kepahitan tidak hanya merugikan diri orang yang
bersangkutan tetapi juga "menimbulkan kerusuhan" dan
'mencemarkan banyak orang".
Puncaknya mencemarkan nama Tuhan! Banyak sebab yang
menimbulkan kepahitan, tapi sebab utamanya adalah
"menjauhkan diri dari kasih
karunia Allah".
Seringkali orang yang menyimpan kepahitan/ dendam berpikir
bahwa ia sedang menghancurkan pihak lain dengan sikapnya
itu. Tetapi sebetulnya, selain pihak lain benar-benar
hancur, terlebih dahulu ia sendiri "hancur di dalam".
Tidak jarang pihak yang didendam tidur dengan enak, makan
dengan lahap, tertawa riang gembira, sementara yang
menyimpan kepahitan tidak tidur semalam suntuk, makan tak
enak, muka urung sepanjang hari.
Menyimpan kepahitan sesungguhnya adalah suatu kebodohan
yang sangat besar. Tetapi kuasa kegelapan/ iblis,
membalik keadaan ini, seolah- olah memberikan rasa puas
kepada orang-orang yang pahit hati, padahal itu
sesungguhnya tidak lebih dari rasa puas yang semu, yang
dapat merusak roh, jiwa dan tubuh, sehingga menimbulkan
macam-macam penyakit yang nampak diluar. Itulah sebabnya
Firman Tuhan berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling
mengaku dosamu dan saling mendoakan supaya kamu sembuh"
(Yohanes 5:16). Itulah sebabnya juga percuma mendoakan
orang yang sakit kalau dia masih mempunyai kepahitan
hati/ dendam yang tidak bersedia membereskannya. Dalam
beberapa kasus mendoakan orang sakit, Tuhan Yesus lebih
dulu mengatakan "Dosamu sudah diampuni". Kapan dosa
seseorang diampuni? Yaitu apabila seseorang mau
mengampuni, atau bersedia melepaskan sifat-sifat buruk
dari pikiran, perasaan dan kemauannya. Ini memungkinkan
rohnya hidup dan berkomunikasi dengan Allah melalui
Tuhan Yesus Kristus.
PENGAMPUNAN: KUNCI BAGI KESEMBUHAN BATIN
Tidak mengampuni dosa/ kesalahan yang diperbuat seseorang
pada kita akan menimbulkan kepahitan dan kegetiran pada
diri kita sendiri. Kepahitan adalah sesuatu hal yang
sangat merusak. Itu seperti asam (air accu) yang merusak
tempatnya atau benda yang tersentuh dengannya (kain,
kulit, kaleng). Kepahitan bersifat mendendam dan jika
obyek
dendam itu tidak dekat atau tidak dapat dibalas, mereka
yang dekat (sering malah kekasih kita) menjadi pengganti
sasarannya, meskipun
ini kita lakukan secara tidak sadar. Kepahitan melenyapkan
kesegaran, tenaga, damai, kehangatan. Ia menciptakan
kebencian dan praduga negatif. Kalau intensitas kepahitan
tinggi, orang yang menyimpannya tidak dapat diajak hidup
bersama. Kalau intensitasnya rendah, tidak enak dekat
orang tersebut. Kesembuhan dan transformasi didapatkan
dengan menghadapinya melalui pengampunan (mengampuni).
Di dalam perumpamaan hamba yang tidak mempunyai belas
kasihan (Matius8;21-35), Yesus mengajar bahwa kita
tidak akan diampuni oleh Allah dari hutang-hutang hidup
kita, jika kita tidak mengampuni kesalahan orang lain
terhadap kita. Hal inilah yang menjadi salah satu
penekanan utama dalam doa "Bapa Kami" (Matius 6:12, 14,
15). Prinsip ini seharusnya menyebabkan kita mengampuni
orang lain segera setelah mereka melukai kita, melanggar
hak-hak kita, atau bersalah pada kita. Suatu hal yang
sangat perlu kita ketahui ialah bahwa mengampuni
adalah tindakan kehendak kita (an act of will), mengampuni
bukan suatu perbuatan akibat perasaan. Kehendak (will)
harus mendahului perasaan (feeling) dalam mengampuni.
Perasaan ingin mengampuni tidak perlu ada dulu. Jika
seseorang menunggu perasaannya untuk datang dahulu
sebelum dia dapat mengampuni, ia bagaikan orang yang
meletakkan gerobak di depan lembunya. Ia harus
membaliknya. Kita berkehendak untuk mengampuni dan
melakukannya, kemudian dengan anugerah Allah, perasaan
akan mengikutinya. Sebab itu pengampunan pada sesama
adalah suatu perintah! Tidak peduli kita merasa ingin
mengampuni atau tidak (bahkan biasanya tidak), kita harus
mengampuni mereka yang bersalah pada kita. Kita harus
mengampuni orang bahkan harus minta ampunpada Allah untuk
dosa menyimpan kebencian dan kepahitan sekian lama.
Memang dengan kekuatan sendiri kita tidak mungkin
mengampuni, tetapi dengan anugerah Allah kita dapat.
Segera setelah kita mengampuni, Allah mengubah kita. Ia
menarik kembali "algojo-algojo" (Matius 18:34). Ia
mengubah pendapat dan sikap kita. Ia mengambil
kepahitan kita, keberatan hati dan meletakkan damai dan
kasih sebagai gantinya. Kita ditransformasi. Ketegangan
kita jadi rileks, dan kita memandang dengan perspektif
baru. Kebencian pada orang yang merugikan kita bisa saja
dengan sungguh-sungguh secara nyata diganti dengan
kasih.
JALAN KELUAR DARI JEBAKAN KEPAHITAN
1. Jika Saudara belum menerima Yesus sebagai Juru Selamat,
undanglah ia masuk dalam hatimu. Langkah ini akan
memungkinkan Saudara menerima asih Allah dalam hatimu
(Roma 5:5).
2. Daftarkan nama-nama orang yang melukai Saudara, lalu
doakan mereka: mintakan ampun dan berkat (Roma 12:14 dan
I Korintus 4:12). Jangan berkata, "Saya tak mampu"
tetapi katakan, "Tuhan, saya MAU mengampuni". Daftarkan
pula kelakuan Saudara yang melukai seseorang. Melihat
kesalahan sendiri akan sangat membantu kita mengampuni
orang lain dan minta ampun. Tuhan cinta orang-orang yang
jujur!
3. Serahkan semua penolakan dan luka hati kepada Yesus. Ia
telah menderita karena luka-luka kita (I Petrus 2:24).
Allah berjanji memberikan kesembuhan bagi luka-luka kita
(Yeremia 30:17). Salah satu rahasia kelepasan dari
kepahitan hati apabila kita menyadari dan meyakini bahwa
Tuhan Yesus sendiri pernah mengalami luka hati
dikhianati oleh Yudas dan ditinggalkan murid-muridNya
(Jangan lupa Yesus bukan hanya Allah 100%, tapi juga
manusia 100%). Yesus juga sangat berduka ketika Dia,
karena dosa kita, ditinggalkan Bapa sehingga Dia berseru,
"Eli, Eli, lama sabakhtani" (Matius 27:46). Tuhan Yesus
mau menolong, karena Dia juga dapat merasakan apa yang
kita rasakan, sebab Dia telah mengalaminya di Kalvari.
4. Terimalah kasih Allah bagi Saudara. Tidak ada penolakan
di dalam Dia. Allah menerima kita sebagaimana kita ada.
Ijinkan Roh Kudus menjamah dan menjernihkan hati
Saudara.
5. Ampuni dan terimalah diri Saudara sendiri. Berhenti
membenci diri sendiri untuk semua ketidaksempurnaan dan
kesalahan Saudara. Bersukacitalah di dalam Allah.
6. Yang paling sukar, tapi hasilnya luar biasa ialah:
adakan pemberesan dengan orang yang bersangkutan. Kalau
empat langkah pertama sudah dilakukan dengan baik,
langkah kelima ini pasti akan bisa kita lakukan dengan
baik.
Created and Designed by Multimedia Division of Rehobot
Ministry
===========================================================
Ikuti Lomba Puisi Online Jawa Timur, dapatkan
hadiah menarik setiap bulannya
dan hadiah total senilai 60 juta rupiah hanya di http://www.plasa.com
(Khusus Jawa Timur)
===========================================================
<>< ============================ GP2000 =========================== ><>
<>< ><>
<>< Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau ><>
<>< muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam ><>
<>< perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam ><>
<>< kesetiaanmu dan dalam kesucianmu - 1 Timotius 4 : 12 ><>
<>< ><>
<>< =============================================================== ><>
Anda sekarang terdaftar di i-kan-untuk-gp2000 dengan: [EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe, forward message ini ke [EMAIL PROTECTED]