|
\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/ From: "Bengs" <[EMAIL PROTECTED]> Begitu dikatakan. "Allah menciptakan langit dan bumi." Tidak dikatakan bahwa :Allah membuat langit dan bumi." Juga tidak dikatakan Ia "memfotocopy" langit dan bumi. Atau "membangun" atau "mengembangkan" atau "masa produksi". Tidak. Istilah yang dipakai ialah "menciptakan". Dan kata itu luas sekali artinya. Mengkreasi adalah kegiatan yang jauh berbeda daripada membangun. Perbedaannya cukup jelas. membangun sesuatu hanya menyangkut kegiatan tangan, sedangkan menciptakan sesuatu menyangkut hati dan jiwa. Mungkin Anda sudah menyaksikan itu dalam hidup Anda. Coba pikirkan tentang sesuatu yang pernah Anda ciptakan. Mungkin suatu lukisan. Atau lagu. Sajak yang tak pernah Anda perlihatkan kepada siapa pun. Bahkan rumah anjing di halaman belakang. Bagaimana perasaan Anda terhadap ciptaan Anda itu? Baik? Mudah-mudahan. Bangga? Bahkan ingin melindungi terus? Sudah seharusnya. Sebagian dari diri Anda berada dalam kreasi itu. Ia jauh lebih besar daripada tugas biasa; ia merupakan ungkapan diri Anda! Nah, sekarang bayangkan kreativitas Allah. Dari antara sekian banyak hal yang tidak kita ketahui tentang penciptaan, ada satu yang kita tahu -- Ia menciptakan dengan senyuman. Pasti Tuhan merasakan gelitikan kepuasan. Melukiskan garis-garis pada zebra, menggantung bintang di langit, membubuhi emas pada matahari yang akan terbenam. Bukan main, kreatif sekali! Memanjangkan leher jerapah, memberikan gerakan mengipas pada sayap burung, membuat anjing hyena tertawa terkekeh-kekeh. Pasti asyik sekali. Kita bisa bayangkan Dia seperti tukang kayu yang bersiul-siul di bengkelnya. Ia menikmati setiap detik dari masa penciptaanNya. Dengan gaya khasNya, Ia memulai pekerjaanNya dengan suatu gundukan tanah tak berguna dan berakhir dengan jenis yang sangat berharga yang disebut manusia. Manusia itu mendapat kehormatan yang unik, yakni mendapat cap "menurut gambar dan rupa" Tuhan. Pada bagian cerita ini, orang tergoda untuk melompat berdiri sambil bertepuk tangan dan berseru "Hebat!" "Sekali lagi!" "Tidak ada tandingannya!" "Indah sekali!" Tetapi tepukan tangan itu terlalu pagi. Seniman Ilahi masih akan memperlihatkan karyaNya yang paling besar. Sementara cerita itu berkembang terus, si ular setan menyuguhkan manusia dengan dalih dan buah apel. Maka si Adam lugu itu menelan keduanya. Pemberontakan satu babak yang dramatis dan salah-salahan antara Tuhan dan manusia. Meskipun pelaku-pelakunya dan adegan-adegan berubah, skenarionya diulang-ulangi terus tanpa henti-hentinya. Allah yang masih tetap sebagai Pencipta penuh kepedulian merayu ciptaanNya, manusia. Dan manusia yang Ia ciptakan, bergantian menggapai ke atas dengan hati yang menyesal dan di lain pihak melarikan drii dengan hati yang memberontak. Dalam kerangka naska sederhana ini daya cipta Allah berkembang denga nsuburnya. Kalau Anda berpendapat, Ia sangat besar imajinasiNya dengan penciptaan lautan dan bintang-bintang, tunggu dulu sampai Anda dengar apa yang dilakukan olehNya untuk membuat ciptaanNya mendengar kepadaNya, misalnya: Wanita umur sembilan puluh menjadi hamil Seorang wanita menjadi tiang garam. Banjir besar menutupi seluruh muka bumi. Semaknya menyala (tapi tidak terbakar habis!) Laut Merah terbelah dua. Tembok-tembok Yerikho runtuh. Hujan api dari langit. Seekor keledai berbicara. Mau bicara lagi tentang efek khusus? Tapi tindakan-tindkan ini, sekalipun dari tangan genius, masih juga belum setaraf dengan yang akan datang. Menjelang klimaks cerita ini, Allah, dimotivasi oleh kasih dan diarahkan oleh keilahian, mengherankan semua orang. Ia menjadi manusia. Dalam keajaiban yang tak terpikirkan itu, Ia menyamar sebagai tukang kayu dan hidup di dusun Yehuda penuh debu. Dengan tekad yang kuat untuk membuktikan kasihNya kepada ciptaanNya, Ia berjalan dengan menyamar mengarungi dunia ciptaanNya sendiri. Tangan-tangan penuh belulang menyentuh luka-luka dan kata-kataNya yang penuh kasih sayang menyentuh hati. Ia menjadi salah satu dari kita. Anda pernah melihat tekad yang begitu besar? Anda pernah menyaksikan hasrat yang begitu kuat untuk berkomunkikasi? Kalau satu cara tidak berjalan, dicobaNya cara yang lain. OtakNya tidak pernah berhenti berpikir. Pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara ...", tulis penulis surat Ibrani, "pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya." Tapi, sekalipun tindakan ini indah sekali, inkarnasi belum merupakan puncaknya. Bagaikan pelukis maestro, Allah menyimpan karya unggulNya sampai akhir. Semua perbuatan kasih sebelum ini hanya merupakan pendahuluan yang mengarah kepada tindakan kasih terakhir ini. Para malaikan terdiam dan sorga berhenti sejenak untuk menyaksikan final ini. Allah melepaskan selubung dari kanvasNya dan tindakan belas kasihan kreatif paling tinggi tersingkap. Allah di kayu salib. Sang Pencipta dikorbankan untuk ciptaanNya. Tuhan yang meyakinkan manusia untuk selama-lamanya bahwa pengampunan masih tetap mengikuti kegagalan. Apakah Sang Pencipta, ketika tergantung di salib, membiarkan pikiranNya melayang kembali ke permulaan? Kita bertanya-tanya apakah Ia membiarka njutaan muka orang dan tindakanNya melintasi pikiranNya. Apakah terbayang-bayang dalam pikiranNya saat Ia menciptakan langit dan lautan? Apakah Ia teringat kembali akan percakapanNya dengan Abraham dan Musa? Apakah Ia masih ingat akan tulah-tulah dan janji-janjiNya, padang gurun dan pengembaraan bangsa Israel? Kita tidak tahu. Namun yang kita ketahui dengan jelas adalah apa yang Ia katakan. "Sudah selesai." MisiNya selesai. Segala yang perlu dikerjakan sang Pelukis Agung sudah dikerjakan dengan megahnya. CiptaanNya kini boleh pulang. "Sudah selesai!" teriakNya. Maka sang Pencipta pulang ke rumah. (Tapi, Ia tidak beristirahat. Kata orang, tanganNya yang tak pernah lelah sedang menciptakan kota yang mulia dan bahkan para malaikat merinding kagum melihat kota itu. Kalau dilihat apa yang sudah diciptakanNya sampai sekarang, itu adalah ciptaan yang harus saya lihat). by Max Lucado re-writen, Bengs o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o Surfing yo Surfing ke RDSB.org ! webnya barusan di renov ! berkatnya makin komplit aja ! Daftar Member di RDSB.org heratis ! buat akses webmail, forum, MIDI dan masih banyak lahi ! Jangan lupa mampir juga ke http://tokobuku.rdsb.org, koleksinya langka, mutu dan manteb ! o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED] Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED] Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id |
