\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/

Hanna dan Samuel

I Samuel 1:27-28 

Hana bergumul untuk mendapat seorang anak, dari tahun ke tahun Penina menyakiti hatinya. Ia membawa kepedihan hatinya di hadapan Tuhan. Ia berdoa dan berjanji jika Tuhan memberikan kepadanya seorang anak laki-laki, maka anak itu akan diserahkan kepada Tuhan seumur hidupnya. Tuhan mengingat Hana dan memberi dia seorang anak laki-laki yang dinamainya Samuel, artinya "diminta dari pada Tuhan." Hana menyerahkan kembali apa yang diterimanya dari Tuhan. Mungkin kita bertanya "Wah, kalau begini ceritanya sama dengan ndak dapet apa-apa dong, sudah dikasih toh diserahin lagi". Tetapi persoalannya minta atau tidak minta, segala sesuatu yang kita miliki sebenarnya diberikan oleh Tuhan, sebagai suatu pinjaman. Hanya saja, mereka yang memintanya dalam pergumulan yang berat, biasanya lebih bisa menghargai pemberian Tuhan tersebut sebagai anugerah yang besar. Pengertian anugerah inilah yang mendorong dan menggerakkan Hana untuk menyerahkannya kembali bagi Tuhan. Ini aneh bukan? Biasanya mereka yang minta mati-matian, setelah mendapatkannya tidak mau lagi melepaskannya, memegangnya erat-erat, suatu sikap possesiv. Tidak demikian dengan Hana, mendapatkan Samuel adalah hal yang begitu berharga bagi dirinya, namun dia sungguh sadar bahwa pemberian itu bukanlah milik dia pribadi, melainkan milik Tuhan.

Adakah kita menyerahkan anak yang dititipkan Tuhan dalam keluarga kita kembali dimiliki oleh Tuhan sepenuhnya? Adakah kita memiliki kesadaran pengertian bahwa "Tuhan telah memberikan kepadaku" (ayat 27)? Kesadaran hidup yang diberi, diberkati Tuhan membawa kepada sikap hidup menyerahkannya kembali bagi Tuhan. Sebaliknya ketika kita menganggap bahwa yang kita miliki adalah hasil usaha, jerih lelah, kerja keras kita sendiri, kita semakin sulit untuk melepaskan dan menyerahkannya bagi Tuhan. Teologi anugerah tidak bisa tidak, harus diakhiri dengan sikap penyerahan diri yang total.

Samuel menjadi pelayan di hadapan Tuhan sekalipun ia masih anak-anak. Apakah pelayanan harus menunggu kedewasaan fisik dan mental seseorang? Bagian firman Tuhan yang kita baca di sini mengatakan tidak! Tuhan akan membangkitkan siapa yang hendak Dia bangkitkan. Orang itu mungkin masih sangat yunior, bahkan anak-anak, tapi Tuhan sanggup memakai siapa saja, karena itu bukan bergantung pada kecakapan manusia, melainkan pada kemahakuasaanNya sendiri. Kita membaca orang-orang yang dipakai Tuhan bukan hanya sejak muda, melainkan sejak masa kanak-kanaknya. Zinzendorf, seorang tokoh pietis dari Jerman, telah memikirkan untuk menjadi seorang penginjil ketika masih berusia 4 tahun! Sebaliknya, ada begitu banyak orang kristen yang sudah 'dewasa' tetap tidak mengerti mengapa kita perlu memberitakan Injil! Samuel melayani Tuhan sejak masih anak-anak, tetapi alangkah sulitnya mendapati gereja yang sebagian besar jemaatnya terlibat dalam pelayanan. Samuel sangat diberkati Tuhan, dan sesungguhnya dialah yang dipersiapkan Tuhan untuk mengganti imam Eli.

Eli, dicatat sebagai sosok yang gagal dalam mendidik anaknya. Anak-anaknya tidak mau mendengarkan dia. Kita mungkin bisa melakukan semacam pembelaan terhadap Eli dengan mengatakan "Dia telah melakukan apa yang dia bisa lakukan, tapi apa boleh buat, memang anak-anaknya kurang ajar dan tidak mau mendengarkan dia. Itu bukanlah kesalahan Eli, itu adalah kesalahan dan dosa anak-anaknya sendiri." Akan tetapi firman Tuhan mencatat hal yang berbeda. Pasal 2:29 mengatakan bahwa Eli memandang dengan loba kepada korban sembelihan dan korban sajian Tuhan dan kedua, ia menghormati anak-anaknya lebih dari pada Tuhan, ketiga, ia menggemukkan diri dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat Israel. Ironis bukan? Kehidupannya menjadi suatu kontras dengan kehidupan Hana. Hana memandang Samuel yang dilahirkannya sebagai milik Tuhan, Eli justru memandang korban sembelihan dan korban sajian yang sudah sangat jelas adalah milik Tuhan, dengan mata yang loba, kerakusan dan keserakahan! Eli adalah seorang yang menyalah-gunakan 'fasilitas' Bait Allah sebagai orang yang bertugas di situ. Bukan hanya demikian ia menggemukkan dirinya sendiri dengan bagian yang terbaik dari persembahan umat Israel. Hidupnya mencari keuntungan pribadi dari pengorbanan orang lain! Dan keserakahan dan keegoisan ini membawa akibat ia gagal menempati posisi yang benar di hadapan Tuhan dan anak-anaknya. Eli lebih menghormati anak-anaknya daripada Tuhan. Dia tidak berani menyatakan kebenaran dan keadilan Tuhan, dia turut berkompromi dengan dosa anak-anaknya. Anak yang seharusnya menghormati orang tua menjadi terbalik dengan orang tua yang menghormati anak. Integritasnya sebagai orang tua akhirnya rusak.

Samuel semakin besar semakin disukai, baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia. Ini tidak berarti Samuel berusaha menyenangkan Tuhan dan menyenangkan manusia, melainkan sebuah kehidupan yang sungguh menyenangkan Tuhan akan membawa kesejukan di tengah-tengah manusia yang hidupnya memang membutuhkan Tuhan. Kehadiran Samuel menjadi berkat bagi orang lain. Samuel juga menjadi seorang yang peka akan suara Tuhan. Ketika Tuhan memanggil dia, dia segera terbangun dari tidurnya. Mengira bahwa Eli yang telah memanggilnya dia datang menghampiri Eli. Pada ketiga kalinya, Eli mengerti bahwa Tuhanlah yang memanggil Samuel. Ketika Tuhan memanggil kembali Samuel menjawab "Berbicaralah, sebab hambaMu ini mendengar." Seorang anak yang mendengar firman Tuhan, lebih berharga daripada memiliki anak dengan kualifikasi-kualifikasi lain yang tidak penting.

Seorang anak kecil yang mendengar firman Tuhan, akhirnya dipakai Tuhan menjadi seorang nabi, yaitu dia yang dipanggil untuk menyampaikan firman Tuhan, menjadi penyambung lidah Tuhan. Yang peka mendengarkan, dipakai sebagai pemberita. Yang tidak mendengarkan, tidak tahu apa yang harus dikatakan dari Tuhan. Samuel bukan hanya menjadi seorang nabi, seorang yang mewakili Tuhan berkata-kata kepada umatNya, melainkan ia juga menjadi seorang imam, seorang yang mewakili umat untuk berkata-kata di dalam doa kepada Tuhan. Samuel adalah seorang juru doa yang dikonfirmasi oleh Tuhan sendiri. Yeremia 15:1 mencatat perkataan Tuhan "Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapanKu, hatiKu tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka ..." Ayat ini mengatakan Tuhan yang murka kepada bangsa Israel, demikian dahsyatnya, hingga sekalipun Musa dan Samuel berdoa syafaat untuk pengampunan dosa bagi bangsa ini, Tuhan tetap tidak akan mendengar. Ini berarti Tuhan menganggap Musa dan Samuel sebagai pendoa yang paling didengar Tuhan. Samuel tidak hanya mendengarkan suara Tuhan, dia juga menjadi seorang imam yang 'mendengar' (baca: mengenal) keadaan umat Tuhan. Dan sebagaimana tadi, ia yang mengenal keadaan umat Tuhan dapat berkata-kata mewakili umat di hadapan Tuhan. Samuel tumbuh menjadi seorang pilihan Allah yang dipakai secara luar biasa menggembalakan umat Israel. Sulit untuk memikirkan keberadaan Samuel tanpa mengingat  pergumulan seorang ibu yang bernama Hana. 

Ev. Billy Kristanto
Gereja Reformed Injili Indonesia - Singapore   Info (65) 6334-6725
Sunday Serv.: 09.00 AM North Bridge Centre #05-05 & 5.00 PM True Way Presbyterian Church
= www.grii-singapore.org =
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Fil 1:21-22

o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o

Surfing yo Surfing ke RDSB.org ! webnya barusan di renov ! berkatnya makin komplit aja !
Daftar Member di RDSB.org heratis ! buat akses webmail, forum, MIDI dan masih banyak lahi !
Jangan lupa mampir juga ke http://tokobuku.rdsb.org, koleksinya langka, mutu dan manteb !

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke