4
Gereja Dirusak, Pendeta Dianiaya di Tangerang
![]()
JAKARTA (Media): Ketika para capres/cawapres gencar
mengampanyekan pentingnya kerukunan umat beragama dalam membangun bangsa,
empat tempat ibadah warga kristiani di Ciputat dan Pamulang, Tangerang,
Banten, kemarin, dirusak massa.
Dalam peristiwa ini, Jonathan Wijaya (pendeta) dan
Roli (jemaat) mengalami luka-luka. Selain itu kaca pecah, meja, dan kursi,
serta kitab suci Alkitab, diobrak-abrik massa.
Keempat tempat ibadah yang dirusak adalah Gereja
Ellem di Jl RM Martadinata No 3C, Ciputat; Gereja Bukit Sion di kompleks Ruko
Mutiara Center Blok A3-A5, Pondok Cabe, Pamulang; Gereja Protestan Indonesia
(GPI) di kompleks Ruko Mutiara Center, Blok B12, Pondok Cabe, Pamulang; serta
Gereja Ellem di kompleks Ruko Mutiara Center, Blok B6 Pondok Cabe,
Pamulang.
Penyerangan terhadap empat tempat ibadah tersebut
dilakukan dalam waktu hampir bersamaan. Yakni antara pukul 10.00-10.30 WIB.
Pada saat itu, di keempat gereja sedang berlangsung
kebaktian.
Di Gereja Ellem, Jl RM Martadinata, kebaktian
dipimpin Pendeta Jonathan Wijaya. Saat bersamaan, di sekitar gereja sedang
berlangsung bakti sosial oleh Palang Merah Indonesia (PMI).
Ketika para jemaat sedang menyanyikan lagu
puji-pujian, tiba-tiba puluhan orang datang menyerbu. Massa yang tidak
mengenakan atribut apa pun langsung masuk ke gereja sambil membawa balok
kayu.
Di dalam gereja, massa langsung memukuli kursi dan
meja tempat persembahan. Selain membawa balok kayu, massa juga membawa benda
keras lainnya. Alkitab yang berada di meja dan lemari tidak luput dari amukan
massa.
Pendeta Jonathan Wijaya yang mencoba menenangkan
massa justru menjadi korban. Ia ramai-ramai dipukuli dengan balok kayu maupun
tangan kosong. Akibatnya, Jonathan mengalami luka-luka pada bagian kepala dan
tangan.
Pada saat perusakan terjadi, tidak seorang pun
anggota kepolisian berada di lokasi kejadian. Polisi datang setelah semua
pelaku meninggalkan gereja yang berantakan. Petugas selanjutnya mewawancarai
jemaat dan warga sekitar untuk mengetahui massa yang mencoba menciptakan
keributan menjelang pemilihan presiden/wapres pada 5 Juli.
Diduga telah direncanakan dengan matang, pada waktu
bersamaan juga terjadi perusakan tiga gereja di kompleks Ruko Mutiara Center,
Pondok Cabe, Pamulang. Ketiga gereja itu hanya berjarak sekitar satu kilometer
dari Gereja Ellem, Jl RM Martadinata, Ciputat.
Sedang
berdoa
Massa tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka langsung
merangsek ke Gereja Bukit Sion di Blok A3-A5 Ruko Mutiara Center. Massa
langsung merusak kaca-kaca ruko dan mengobrak-abrik meja dan kursi tempat
jemaat yang sedang berdoa.
Dalam peristiwa ini, Roli, seorang jemaat mengalami
luka-luka, akibat dipukul massa. Roli yang mengalami luka ringan dilarikan ke
rumah sakit terdekat.
Setelah puas melakukan aksinya, massa mendatangi GPI
di Blok B12. GPI dan Gereja Bukit Sion masih satu kompleks di Ruko Mutiara
Center. Sama seperti halnya di Gereja Bukit Sion, massa merusak tempat ibadah
yang berada di ruko milik Iswan Darmawan ini. Dalam peristiwa tersebut tidak
ada yang luka-luka, hanya meja dan kursi berantakan.
Selanjutnya, massa bergerak ke Gereja Ellem di Blok
B6 No 28 Ruko Mutiara Center. Cara yang dilakukan sama saja. Mereka masuk
sambil menghantamkan kayu balok ke setiap tempat yang
dilewati.
Sasaran kemarahan mereka adalah kursi, meja, atau
Alkitab yang ada di sana. Sedangkan jemaat yang tidak memberi perlawanan
dibiarkan saja. Dalam kejadian ini, kaca dipecahkan, sejumlah kursi
dijungkirbalikkan.
Kapolsek Ciputat Ajun Komisaris Hamdani membenarkan
peristiwa itu terjadi hampir bersamaan sehingga diyakini pelaku telah
merancangnya sedemikian rupa. Mereka melakukan perusakan karena tidak setuju
ada gereja bagi umat kristiani di sana.
Hamdani tidak bersedia menjelaskan secara rinci
bagaimana peristiwa perusakan tersebut bisa terjadi. "Kasusnya sudah
diserahkan ke polres. Kami masih melakukan pemeriksaaan," ujarnya ketika
dikonfirmasi Media.
Pekan lalu, perusakan terhadap tempat ibadah juga
terjadi di Bogor. Sebuah gereja di areal pabrik PT Veri Semopil di Desa
Tlajung Udik RT 002/09, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/5)
malam dirusak warga. Akibatnya, gereja yang belum selesai dibangun menjadi
rata dengan tanah.
Meskipun dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa,
namun pemilik gereja, Sibarani, mengaku menderita kerugian puluhan juta.
Hingga kemarin, belum satu pun tersangka ditangkap.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Warga
yang kebanyakan pemuda berkumpul untuk menggagalkan pembangunan gereja
tersebut. (Emh/J-1)