\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/

Khotbah ialah alat yg dipakai Tuhan untuk menyampaikan FirmanNya kepada
jemaat, karena itu khotbah tidak boleh kita pergunakan hanya didasarkan atas
percaya dan pengalaman kita sendiri. Siapa yang memberitakan percaya dan
pengalaman sendiri tidak  berkhotbah dengan autoritasi, karena siapakah kita
ini yg berani mengemukakan diri sendiri sebagai contoh atau teladan bagi orang lain?

Orang yg berbuat demikian  akan menemui banyak kesulitan, sebab ia memikulkan kepada dirinya sendiri suatu beban yang sangat berat. Akibatnya ialah bahwa dia akan sering jatuh karena tidak kuat memikul beban itu.

Pengkhotbah yang tahu akan tempat dan tugasnya tidak akan berbuat demikian.Ia tidak berkata dengan percaya dan pengalaman2nya sendiri. Dia sadar bahwa ia hanyalah sebagai alat saja, alat dalam tangan Allah.
Apa yang berlaku bagi para nabi dan para rasul dalam kitab suci, berlaku juga bagi pengkhotbah2: Firman yg mereka beritakan, memberikan kepada mereka kuasa dan otoritas. Pengkhotbah harus tahu tanggung jawabnya seperti berkata2 dengan gembira dan pengucapan syukur, bahwa Allah berkenan memakainya dalam pelayananNya. Khotbah yang tidak baik dapat merusak karena mereka mencari hormat sendiri, mencuri kemuliaan Tuhan dgn memperalat Firman Tuhan.

Ada pengkhotbah lebih suka berkhotbah dalam gedung gereja yg penuh daripada
di gereja yg jemaatnya sedikit terutama di kota2. Hal ini terjadi bukan semata-mata kesalahan pengkhotbah, tetapi juga karena kesalahan jemaat yg mengikuti pengkhotbah yg mereka senangi. Sungguhpun demikian  hal itu tidak mengurangi pengkhotbah sebagai pelayan Firman Tuhan. Mereka harus belajar menjalankan tugas mereka dengan kesetiaan dan penyerahan diri baik dalam gedung gereja yg besar maupun tempat2 ibadah yg kecil dan tidak penuh. Mereka ada disana bukan atas nama mereka sendiri atau atas nama jemaat tetapi atas nama Dia yg mengutus mereka.

Dimimbar kita cenderung untuk menjadi " pribadi penting", ini sangat berbahaya. Karena itu sangat disayangkan bahwa ia belum sadar sepenuhnya.
Apakah ini kekurangan para ahli theologia? Berhubung dengan itu tidak ada salahnya kalau kita tegaskan lagi bahwa Allah mau pakai dalam pelayanNya bukanlah pribadi2 penting dan besar, tetapi orang2 lemah, yg tidak mengerti mengapa Tuhan berkenan memakainya. Kepada rasul Paulus Tuhan berkata: "Cukuplah bagimu anugerahKu, justeru dalam kelemahan Kuasaku nampak dengan sempurna (2 Kor 12:19).
Penting sekali hal ini disadari oleh para pengkhotbah yg berdiri di mimbar untuk memberitakan Firman Allah.

Walsinur Silalahi
o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o

Surfing yo Surfing ke RDSB.org ! webnya barusan di renov ! berkatnya makin komplit aja !
Daftar Member di RDSB.org heratis ! buat akses webmail, forum, MIDI dan masih banyak lahi !
Jangan lupa mampir juga ke http://tokobuku.rdsb.org, koleksinya langka, mutu dan manteb !

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke