\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/

Shalom all,

tulisan dibawah ini merupakan rangkuman dari artikel-artikel yang banyak bertebaran di internet, saya jadikan kliping untuk pembelajaran kita bersama, perlu kita ketahui akhir-akhir ini istilah salibis begitu santer terdengar, beberapa aliran bahkan menyebut kita "jin salibis" (seperti yang disebut majalah sabili), dari situlah saya pribadi mencoba mencari sejauh mana kata "salibis" itu berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, "salibis" sendiri punya kecenderungan makna yang negatif, berbau kejam dan tidak jarang malah "membakar situasi" tertentu. Dan secara tidak sengaja pula saya menemukan artikel tentang "genocide". Dari artikel-artikel tersebut saya coba menarik benang merah (tapi semoga tidak terjadi) bahwa istilah "salibis" sekarang ini tampaknya menjadi bagian besar dari genocide yang mungkin bisa saja terjadi dimasa mendatang yang ditujukan bagi kaum-kaum salibis ini.

BTW, penyertaan sepenggal ayat dalam kliping artikel ini bukan semata-mata "aksesoris" artikel, tapi diharapkan menjadi kekuatan bagi kita semua dalam menghadapi "banyak perkara" dimasa mendatang. Ayat tersebut secara pribadi saya dapatkan ketika ambon mulai membara beberapa tahun silam.

Semoga kita makin terus berkobar maju didalam Tuhan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa kepada kita melalui Roh Kudusnya, sehingga ketika saatnya tiba, tugas kita dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dihadapan Bapa di Sorga ;-)

Yesus Kristus memberkati kita,
-= Henky =-

Ps : Tidak direkomendasikan untuk di Fwd ke milis lain.

------------------------------------------------------------

Pra Christian Genocide in Indonesia ?

"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu." Yohanes 16:1-4a

============================================================

edited.......................hal yang sama telah lebih dahulu dilakukan mereka bahkan sangat memiriskan hati bila mendengar kotbah-2 mereka yang jelas-2 menghina, mendiskriditkan atau men-judge kaum Kristen dengan justru secara terang2-an. Bahkan kotbah-2 seperti itu sudah sampai ke kantor-2 pemerintahan bahkan Bank-2 BUMN yang notabene para pekerja yang rata-2 memiliki pendidikan yang lebih baik. Bila didengar kotbah tsb seperti mencuci otak kaum muslim untuk memusuhi kaum Kristen bahkan sangat dibenarkan bila dapat membunuhnya......... edited

============================================================

Seniman Salibis Tunggangi Inul

Siang itu, usai shalat zuhur, halaman Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Jakarta dipadati massa yang berdatangan dari berbagai ormas, partai, tokoh dan kelompok. RCTI dalam Seputar Indonesia menghitung ada ribuan massa.

Kekompakan dan solidaritas umat Islam itu melahirkan dukungan konkret kepada Raja Dangdut, Rhoma Irama, dalam rangka nahi munkar di bidang seni. Jamaah yang hadir begitu antusias mengikuti Tabligh Akbar bertema “Aksi Bersama Menolak Konspirasi Pornografi dan Pornoaksi.”

Acara yang diselenggarakan oleh MTDK PP Muhammadiyah dan Majalah TABLIGH itu menghadirkan para pembicara kaliber nasional dari berbagai kalangan, antara lain: H. Rhoma Irama, K.H. Ahmad Kholil Ridwan (Badan Koor�dinasi Pondok Pesantren Seluruh Indonesia), Eggy Sujana (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia), H. Ahmad Sumargono (anggota DPR dari Partai Bulan Bintang), H. Tabrani Syabirin, MA. (Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah), Dra. Hj. Nurdiati Akma (anggota DPR dari Partai Amanat Nasional), K.H. Nur Muhammad Iskandar SQ. (kiyai NU, anggota DPR dari PKB), Dr. H. Agus Suradika (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta), dan pem�ba�ca�an puisi oleh penyair relijius, Maman A. Majid Binfas. Juga dimeriahkan oleh group nasyid dari UHAMKA.

..............edited

H. Ahmad Sumargono menekankan bahwa manuver-manuver kelompok walantardho (Yahudi dan Nasrani) masuk meracuni umat Islam melalui acara-acara erotis di televisi.

...................edited

Dr. H. Agus Suradika menyatakan duku�ngan warga Muhammadiyah terhadap Rhoma Irama dalam rangka menentang kebatilan. Kemudian mengulas bahwa selama ini ranca�ngan nilai dan norma agama selalu mental bila akan dimasukkan dalam undang-undang yang mengatur kehidupan masyarakat.

Senada dengan Agus Suradika, Dra Hj Nurdiati Akma, menyatakan dukungannya kepada Rhoma Irama untuk lebih tegar lagi dalam menegakkan kebenaran dengan kekuasaannya (nahi munkar bilyad) sebagai raja dangdut.

Nurdiati Akma juga menceritakan beratnya tantangan di DPR ketika berjuang menegakkan moral dan agama dalam amandemen undang-undang. Pihak walantardho selalu merintangi karena khawatir gawenya terganggu, yaitu pemurtadan terhadap umat Islam.

................edited

Baca selengkapnya di : http://www.muhammadiyah-online.or.id/mtluvol01.asp


============================================================

Keterlibatan “Salibis Bersama Yahudi (SBY)” Dalam Perebutan RI-1

Dalam konstelasi perkembangan politik global dewasa ini sulit dihindari Indonesia bisa terlepas dari campur tangan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan China maupun Jepang. Sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia, mau tak mau perhatian kekuatan anti-Islam semacam kekuatan Salibis dan Zionis Internasional akan senantiasa berupaya menanamkan pengaruhnya di negeri ini. Salah satu caranya adalah mempengaruhi pemilihan Presiden RI dalam Pemilu tahun ini. Dukungan dana, intelejen, informasi dan teknolgi informasi mereka berikan dengan besar-besaran untuk menggoalkan salah seorang calon mereka, pasangan SBY-KALLA. Initial SBY tampaknya bukan kebetulan, itu bisa saja diartikan kepanjangan dari kosakata ‘Salibis Bersama Yahudi”. Karena berbahaya bagi ummat Islam, maka Allah dalam Qur’an telah memperingatkan mereka “kalla saufa ta’lamun” sampai 3 kali dalam surat At-Takatsur (artinya: “jangan, jangan begitu! “ ). Bila dibaca tanpa harokat, ayat “kalla saufa …” tadi bisa saja dibaca orang awam dengan bunyi ‘kalla suff..”, ini kalau dibaca dari kanan ke kiri berbunyi “suff kalla” atau “yusuf kalla?”

Lebih lengkap baca di : http://swaramuslim.net/SIYASAH/more.php?id=1951_0_6_0_C

============================================================

Delapan Tahapan Genosida

Genosida berarti suatu tindakan yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian bangsa, etnis, ras atau kelompok kepercayaan. Genosida adalah suatu proses yang terdiri dari delapan buah tahap. Tahapan- tahapan ini terjadi berurutan dan dapat diprediksikan sebelumnya.

1. Penggolongan atau klasifikasi : dalam suatu masyarakat yang majemuk, sering terjadi suatu pembedaan antara "kita" dan "mereka". Perbedaan itu didasari oleh suku, ras, agama, golongan serta ideologi. Penggolongan Dayak dan Madura, Islam dan Kristen, Pribumi dan non- pribumi merupakan tahap awal genosida yang bisa dicegah dengan adanya suatu lembaga, kegiatan ataupun cara pandang yang mampu mengolah dan memfasilitasi perbedaan itu menjadi suatu hal yang positif. Dalam hal perbedaan suku, lembaga agama bisa memfasilitasi perbedaan itu. Dan dalam hal perbedaan agama, negaralah yang mampu memfasilitasinya, walau bukan menjadi satu- satunya pihak yang berperan.

2. Simbolisasi : kita memberi nama atau simbol tertentu untuk perbedaan itu. Banyak julukan- julukan yang ada di masyarakat seperti "cina" untuk warga keturunan ras Tionghoa, julukan "kaum salibis" untuk menggambarkan warga Kristen, "ekstrimis", "komunis". "fundamentalis" dan sebutan- sebutan lainnya untuk membedakan antar kelompok dan menerapkan julukan itu kepada setiap anggota kelompok. Simbolisasi adalah suatu hal yang lumrah dan tidak selalu berbuntut genosida, kecuali jika meningkat ke tahap berikutnya, dehumanisasi. Simbolisasi akan berpeluang besar meningkat ke tahap berikutnya jika bercampur dengan kebencian. Simbolisasi dapat dicegah misalnya dengan melarang secara resmi simbol- simbol kebencian, atau melarang kampanye- kampanye kebencian yang sering terjadi di masyarakat saat ini. Simbol swastika Nazi misalnya, menjadi simbol yang dilarang untuk dipergunakan.

3. Dehumanisasi : artinya kurang lebih "menurunkan derajat kemanusiaan", "tidak menghargai kemanusiaan seseorang" atau "meniadakan hak pada seseorang". Suatu kelompok mengingkari kemanusiaan kelompok lainnya, menganggapnya bukan manusia, sehingga meniadakan rasa berdosa dalam pembunuhan terhadap kelompok itu. Pada tahap ini propaganda- propaganda melalui media massa, selebaran atau sarana- sarana umum lainnya digunakan untuk menyebarkan kebencian terhadap kelompok lain. Guna mencegah tahap ini berkembang, haruslah dibedakan antara kampanye- kampanye kebencian dengan kebebasan mengutarakan pendapat. Kampanye kebencian bukanlah demokrasi, sehingga media massa yang menyebarkan kebencian harus ditutup, dan propaganda kebencian haruslah dilarang. Kejahatan dan kekejaman karena kebencian haruslah segera dihukum.

4. Pengorganisasian : Genosida selalu terorganisir, biasanya oleh negara, terkadang dilakukan oleh kelompok informal seperti milisi dan pasukan sipil atau oleh teroris. Pengorganisasian tercermin dari adanya pelatihan, pembekalan senjata dan perencanaan genosida. Dalam kasus Armenia dan Nazi, suatu pasukan khusus dibentuk untuk melakukan genosida. Untuk mencegah tahap ini berkembang, kelompok informal seperti milisi bersenjata haruslah dilarang keberadaannya. Perserikatan Bangsa- Bangsa harus mengusahakan agar penjualan senjata ke negara- negara yang terlibat genosida tidak terjadi.

5. Polarisasi / pemecahbelahan: kelompok ekstrimis menyiarkan propaganda- propaganda yang bersifat memecah belah, hukum atau peraturan sering digunakan. Misalnya melarang perkawinan campur atau interaksi sosial antar kelompok yang berbeda. Kaum moderat, yang tidak ingin terlibat dalam situasi kebencian menjadi sasaran intimidasi dan pembungkaman. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberi perlindungan serta dukungan terhadap golongan moderat atau organisasi kemanusiaan. Jika sampai kelompok ekstrimis melakukan kudeta, hendaknya dikenai sanksi internasional.

6. Persiapan : pada tahap ini terjadi pengidentifikasian dan penyortiran terhadap korban, daftar- daftar korban dibuat dan disebarkan. Anggota dari kelompok korban dipaksa untuk mengenakan atribut tertentu. Korban- korban ini lalu dikelompokkan dan dikirim ke kamp- kamp konsentrasi atau dibuang ke daerah yang minus sehingga menderita kelaparan dan kekurangan kebutuhan hidup. Pada tahap ini, peringatan bahaya Genosida harus segera dibuat dan ditindaklanjuti, baik oleh PBB maupun badan- badan Internasional lainnya. Pengorganisasian kelompok humanitarian juga merupakan hal yang penting untuk membantu para korban dalam hal asistensi, advokasi, kampanye dll. Sebelum pembantaian simpatisan PKI tahun 1965 terjadi, daftar anggota- anggota PKI disebarkan oleh CIA dan daftar ini dipakai oleh angkatan darat guna melikuidasi PKI. Sedangkan contoh bagaimana korban dikirim ke daerah minus adalah ketika orang- orang keturunan Armenia dipaksa mengungsi ke daerah gurun oleh pemerintahan Turki.

7. Pembasmian : suatu pembunuhan massal yang disebut Genosida dimulai, seringkali secara legal (contoh pembantaian Nazi oleh Yahudi dan pembantaian orang Armenia oleh pemerintahan Turki). Disebut pembasmian karena bagi para pembasmi, hal ini mirip tindakan membasmi hama atau binatang, dimana korban tidak lagi dihargai eksistensi kemanusiaannya. Jika pembunuhan disponsori oleh negara, Angkatan Bersenjata yang bertindak melakukan hal ini dibantu oleh milisi sipil bersenjata. Walaupun tidak terlibat langsung, jika negara gagal melindungi warga negaranya dari ancaman genosida dan pembunuhan massal yang dilakukan oleh kelompok lain, maka negarapun harus bertanggung jawab atas kegagalannya ini. Oleh karena itu sangatlah penting peran negara dalam mencegah perkembangan tahap genosida sedini mungkin. Terkadang genosida disusul tindakan balasan oleh kelompok yang dirugikan, sehingga mengakibatkan lingkaran kekerasan berlanjut. Dalam mengatasi pembasmian, diperlukan suatu kekuatan militer bersenjata yang bertugas mencegah berlanjutnya kekerasan. Suatu daerah bebas yang bisa menampung pengungsi perlu diadakan dan dilindungi oleh suatu pasukan internasional. Campur tangan internasional mendesak dalam hal ini.

8. Penyangkalan : selalu menyusul setelah terjadinya genosida. Penyangkalan ini merupakan indikasi bahwa genosida akan berlanjut. Pelaku genosida akan berusaha menghilangkan bukti- bukti misalnya dengan pembakaran jenazah, atau intimidasi dan ancaman terhadap para saksi. Pada genosida yang terencana rapi, biasanya penghilangan bukti ini sudah menjadi satu paket dalam kegiatan pembasmian, misalnya setelah korban- korban dihabisi, tubuh mereka lalu dikremasi atau dikuburkan di suatu tempat khusus yang sulit ditemukan. Para pelaku menyangkal keterlibatan mereka, dan sering justru menyalahkan para korban atas apa yang terjadi. Mereka mempersulit proses penegakan hukum dan terus berkuasa sampai mereka diturunkan paksa dan menjadi pelarian. Mereka tetap saja susah untuk diadili seperti apa yang terjadi pada Pol Pot atau Idi Amin, kecuali mereka tertangkap dan diadili. Pengadilan seperti yang terjadi terhadap pelaku di Yugoslavia atau Rwanda mugnkin saja tidak berhasil menyeret seluruh pelaku, namun dengan kemauan politik, beberapa dari mereka bisa diadili dan menjadi contoh agar di masa depan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Disadur dari tulisan Dr. Gregory H. Stanton, Presiden Genocide Watch

Sumber : http://www.sekitarkita.com/jan02/jan02_8tahapgenosida.htm



===========================================================================================
Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA berhadiah total 
puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
===========================================================================================

o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu 
]----------------------(o

Surfing yo Surfing ke RDSB.org ! webnya barusan di renov ! berkatnya makin komplit aja 
!
Daftar Member di RDSB.org heratis ! buat akses webmail, forum, MIDI dan masih banyak 
lahi !
Jangan lupa mampir juga ke http://tokobuku.rdsb.org, koleksinya langka, mutu dan 
manteb !

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN 
)--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke