|
\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/ D.O.A.:
NYARIS TIADA MAAF (3) Oleh: John Adisubrata PATUTKAH IA DISELAMATKAN?
'Ada suatu
kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang
fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku
berkata: "Inipun sia-sia!" (Pengkhotbah 8:14)
Bukankah kita juga harus mengakui
dengan jujur, bahwa seringkali kita menunjukkan sikap yang serupa seperti sikap
nabi Yunus terhadap bangsa Niniwe, ketika suatu kasus kejahatan sedang menimpa
diri kita atau keluarga kita. Kendatipun kasus tersebut mungkin tidak sebanding
dengan kasus kejahatan Ted Bundy yang sudah menggemparkan dunia. Mereka yang
menyebabkannya langsung kita 'cap' dan kita
masukkan ke dalam 'black list' orang-orang
yang tidak kita sukai!
Apabila seseorang telah melakukan
suatu kejahatan cukup serius terhadap kita atau keluarga kita, yang tampak terlampau berat untuk menerima pengampunan dari kita, apalagi amnesti dari Tuhan, biasanya kita
akan merasa kesal sekali, jika kesempatan untuk bisa menyaksikan orang tersebut
menderita, setimpal penderitaan kita gara-gara kejahatannya, menjadi musnah! Pikiran manusia akan selalu menuntut
pembalasan atas perbuatan-perbuatan jahat
'musuh-musuh' kita, lebih berat lebih memuaskan! Terasa kurang
'sreg', jikalau mereka bisa terbebas dari
dosa-dosa atau hukuman, hanya gara-gara pertobatan mereka.
Pikiran kita yang sangat terbatas,
tidak mungkin dapat menyelami pikiran dan rancangan Allah bagi keselamatan hidup
segenap umat manusia. Rencana kita tidak
akan pernah sama dengan rencana-Nya, apalagi jika rencana tersebut merupakan
salah satu dari rancangan-rancangan 'jahat' pikiran kita bagi orang-orang lain
yang tidak kita sukai, apa
pun motivasi atau penyebabnya.
Alkitab mencatat, bahwa Tuhan
selalu mengampuni
semua dosa, tidak ada perkecualiannya. Jika kita mau datang menghadap kepada-Nya, dan mengakui dosa-dosa kita dengan segenap hati, Ia berjanji akan mengampuni semuanya serta menyucikan kita.
"Jika kita
mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia
akan mengampuni segala dosa kita dan
menyucikan kita dari segala
kejahatan." (1 Yohanes 1:9)
Peristiwa perempuan yang dikenal
oleh seluruh penduduk kota sebagai seorang berdosa, tetapi mempunyai ketabahan
untuk datang menghadap Yesus, pada waktu Ia sedang duduk makan di rumah seorang
Farisi, bernama Simon, sudah membuktikan kebenaran firman tersebut. Perempuan
itu membasahi kaki-kaki Tuhan Yesus dengan cucuran air matanya, lalu menyeka
mereka dengan rambutnya.
Tetapi tindakan selanjutnya, di
mana ia menciumi kedua kaki Yesus serta meminyaki mereka dengan minyak wangi
yang mahal berasal dari dalam buli-buli pualam, telah membuat pribadi wanita
berdosa itu menjadi termasyhur sekali, seperti yang 'dinubuatkan' oleh Tuhan Yesus sendiri kepada Simon,
di hadapan para tamunya. (Matius 26:13; Markus 14:9; Yohanes 12:7) Bahkan peristiwa yang amat mengesankan tersebut sudah diabadikan di dalam keempat Injil
Perjanjian Baru.
Yesus juga mengetahui apa yang
sedang dipikirkan oleh Simon! Ketika Ia mengamati, bahwa orang Farisi tersebut
memperlihatkan sikap tidak senang, karena Ia membiarkan perempuan berdosa itu
melakukan semua tindakannya secara bebas, Yesus segera menegur Simon dengan suatu kisah yang sederhana!
Di depan para tamu yang hadir di
rumahnya, Ia menceriterakan sebuah perumpamaan tentang dua orang yang meminjam
uang. Yang seorang berhutang banyak, dan yang lain hanya sedikit. Karena mereka
tidak sanggup untuk melunasinya, si pemilik uang membebaskan hutang mereka berdua. Yesus bertanya kepada orang Farisi itu: "Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi
dia?" (Lukas 7:42b)
Kita semua tentu sudah mengetahui
dengan fasih jawaban Simon terhadap pertanyaan Tuhan Yesus, karena jawabannya
memang terdengar logis
sekali. Apakah kita tidak akan memberi jawaban yang serupa,
jika pertanyaan Yesus tersebut ditujukan kepada kita?
Yesus mengakhiri kisahnya dengan
mengatakan: "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya
yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah berbuat banyak kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih." (Lukas
7:47)
Jikalau kita mempelajari awal
riwayat hidup Ted Bundy sesuai dengan uraiannya kepada Dr James Dobson, kita
akan mengetahui, bahwa ia sebenarnya berasal dari sebuah keluarga Kristen, yang menurut pengakuannya sendiri,
adalah keluarga baik-baik dan 'normal', yang
setiap hari Minggu pergi beribadah ke gereja.
Ted menekankan, bahwa sedari kecil
ia bukan seorang anak 'luar biasa' yang
patut dijadikan teladan anak-anak lainnya, karena jelas ia bukan malaikat. Ted hanya seorang anak biasa-biasa saja
bagaikan anak-anak lain sebayanya, yang dididik dalam sebuah keluarga Kristen
yang stabil, dibesarkan dengan penuh kasih
sayang oleh kedua orang tuanya. Ted bukan berasal dari suatu keluarga yang hancur berantakan, seperti yang sudah diduga, disebar-luaskan, dan 'disahkan' oleh masyarakat dunia.
Seperti umumnya terjadi pada
keluarga-keluarga biasa lainnya, kedua orang tuanya juga mengasihi dan selalu
berusaha melindungi kehidupan kelima anak mereka dari pengaruh-pengaruh jahat
dunia yang dapat menyesatkan dan merusak masa depan mereka.
Kendatipun kedua orang tuanya harus
menanggung rasa malu yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata lagi, karena
mempunyai seorang anak yang dijuluki 'monster' oleh masyarakat dunia, apakah mereka sebagai
orang-orang percaya, akan berhenti mengasihi dia? Apakah mereka akan berhenti
berdoa untuk keselamatan
hidupnya?
Apakah jemaat gereja lokal mereka,
dan juga orang-orang Kristen yang mengenal keluarga tersebut, tidak ikut
berdoa untuk anak Tuhan yang sangat
hilang ini?
Roh Allah selalu bekerja dengan
penuh keajaiban, yang terlalu misterius untuk dapat dimengerti begitu saja oleh
keterbatasan pikiran kita.
Di sinilah KUASA DOA orang-orang kudus untuk pertobatan
Ted Bundy dibuktikan oleh Tuhan
sendiri!
"Tetapi
sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah
hidup yang kekal." (Roma 6:22)
(Bersambung)
D.O.A.:
NYARIS TIADA MAAF (4) KUASA
D.O.A. This message has passed through an insecure network. Please direct all enquires to the message author. o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God ! o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED] Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED] Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id |
