|
\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/ D.O.A.:
NYARIS TIADA MAAF (4) Oleh: John Adisubrata KUASA
D.O.A. "yaitu kebenaran Allah karena
iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada
perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan
dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." (Roma 3:22-24)
Masa akhir hidup Ted yang harus dilalui selama bertahun-tahun sebagai seorang narapidana bernama buruk, yang amat dibenci oleh
masyarakat, ternyata merupakan suatu jangka waktu berharga yang khusus diberikan oleh Tuhan kepadanya di dalam sel
penjara. Di sana ia mendapatkan kesempatan yang 'singkat' untuk merenungkan kembali serta mengevaluasi
semua perbuatan-perbuatan keji yang pernah ia lakukan.
Banyak penjahat bernama buruk lainnya, yang mungkin
perbuatan kriminil mereka, jika dibandingkan, tidak 'sehebat' kejahatan yang pernah dikerjakan oleh Ted
Bundy. Tetapi mereka tidak mendapatkan kesempatan berharga seperti yang dialami
olehnya di dalam penjara. Mereka tidak menyesali tindakan-tindakan yang telah
mereka lakukan. Mereka tidak peduli dengan keadaan mereka, bahkan keinginan untuk melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang lain, tetap berkobar-kobar di
dalam pikiran dan hati mereka.
Mengapa bukan hal-hal seperti itu yang dialami oleh Ted
Bundy di sana? Apakah karena Tuhan gemar membeda-bedakan umat ciptaan-Nya? Atau,
… apakah karena ada 'sesuatu'
yang terjadi di sorga, yang mendorong dan menyebabkan Tuhan
berkenan akan keselamatan hidup Ted? Sehingga Ia mempersiapkan semuanya untuk kebaikan 'masa
depan' hidupnya, jauh sebelum Ted dijatuhi hukuman mati oleh para
penegak hukum negara tersebut?
Keterlibatan pengacara Kristen, John Tanner, dalam
proses pengadilan kasus Ted Bundy bukan merupakan suatu hal yang terjadi secara
kebetulan, karena Tuhanlah yang mengirimkan
hamba-Nya tersebut ke sana! Jalinan persahabatan dengannya selama bertahun-tahun
yang pada akhirnya membuahkan pertobatan Ted, juga bukan merupakan hasil upaya
pribadi John Tanner dan isterinya, melainkan hasil pekerjaan Roh Kudus yang sudah mampu
menyadarkan diri Ted dari semua dosa-dosanya.
Kejadian-kejadian tersebut telah mengawali proses
pertobatannya, yang berakhir dengan pengakuan, penyesalan dan kesediaannya untuk
menerima Kristus sebagai Juruselamatnya.
Keinginan Ted untuk meninggalkan suatu 'warisan' sebelum kematiannya guna memperingati dan
menolong orang-orang lain yang mungkin sedang berada dalam situasi dosa yang sama, yaitu
melalui jalan sesat mematikan yang pernah
ditempuh olehnya selama bertahun-tahun, telah memungkinkan tim 'Focus on the Family' untuk datang menemuinya di dalam
sel penjara. Semua itu dapat dilaksanakan, juga hanya oleh karena koneksi yang
dimiliki oleh John Tanner, si pengacara kristiani yang mengenal Dr James Dobson
secara pribadi.
Bagaikan raja Daud yang bertobat di depan nabi Natan,
mengakui dan menyesali dosa-dosa perzinahan dan pembunuhan yang telah dilakukan
olehnya, yang dicatat dalam keseluruhan ayat-ayat termasyhur Mazmur 51, Ted ingin melakukan hal yang sama melalui pelayanan Dr James Dobson.
Raja Daud menulis di situ: "Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik
kepada-Mu." (Mazmur 51:15)
Peristiwa-peristiwa indah yang dialami oleh Ted tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Semua itu dapat dilaksanakan, oleh
karena ada orang-orang
kudus yang sedang memperjuangkan keselamatannya melalui
doa-doa syafaat yang mereka
panjatkan kepada Tuhan.
Sebelum wawancara singkat tersebut berakhir, Ted Bundy
sempat mengikrarkan imannya sekali lagi kepada Dr James Dobson, tentang kekuatan
yang sudah diterima olehnya melalui hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus Kristus.
Meskipun demikian ia tidak berhasrat untuk berpura-pura
di depan umum dengan mengatakan, bahwa ia sama sekali tidak mempunyai rasa kuatir. Ia mengakui dengan terus terang, bahwa pada saat-saat yang amat genting,
di mana ia harus berjalan seorang diri dalam lembah kekelaman, seringkali ia merasa tidak
mempunyai kekuatan untuk melewatinya.
Perasaan-perasaan seperti itu selalu menghantui dirinya
sepanjang tahun-tahun terakhir, di mana ia harus menunggu keputusan pengadilan
mengenai 'nasib' hidupnya.
Raja Daud menulis salah satu Mazmur yang paling termasyhur mengenainya: "Sekalipun aku berjalan dalam
lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan
tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazmur 23:4)
Jelas perjalanan Ted tersebut bukan merupakan suatu hal
yang menyenangkan baginya, karena seringkali ia merasa sepi, sendiri dan tak
berdaya, terutama di saat-saat terakhir menjelang hari kematiannya. Tetapi ia
selalu mengingatkan dirinya sendiri, bahwa pada suatu saat semua orang, bersedia
ataupun tidak, pasti akan mengalami perjalanan yang akan dilaluinya tersebut. Suatu kelaziman hukum alam yang tidak akan dapat dihindari oleh siapa pun juga!
Keselamatan hidup yang diterima oleh Ted Bundy, si
'pembunuh serial berdarah dingin', sebagai
hadiah kasih karunia Tuhan sebelum
kematiannya, akan selalu merupakan suatu
teka-teki aneh yang tak terpecahkan, suatu misteri yang
tidak akan pernah dapat dicernakan oleh akal pikiran manusia biasa seperti kita,
bagaikan kisah salah seorang penjahat yang disalibkan di sisi Tuhan Yesus Kristus, di atas bukit Golgota.
Pada menit-menit terakhir sebelum kematiannya, penjahat
tersebut bertobat dengan
mengakui Yesus sebagai 'Raja'-nya. Suatu pengakuan tulus yang mengakibatkan dia menerima hadiah karunia keselamatan hidup dari Tuhan.
'Lalu ia berkata: "Yesus,
ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata
Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
(Lukas 23:42-43)
Adakah seorang di antara kita yang berani 'memprotes', jika Tuhan Yesus menyatakan tawaran-Nya
ini di depan kita kepada Ted Bundy, atau orang-orang lain yang sudah pernah melakukan kejahatan yang cukup serius
terhadap kita? Dan … oleh karena itu menganggap, bahwa dengan menawarkannya
kepada mereka, Tuhan telah bertindak 'tidak
adil'.
Beranikah kita 'melecehkan' pertobatan seseorang di hadapan Tuhan,
karena menganggap bahwa 'musuh' kita tersebut sama sekali tidak layak untuk melakukannya?
Apakah kita juga mempunyai keberanian untuk
mengutarakan kejengkelan hati kita di hadapan hadirat Tuhan yang kudus, dengan
menggerutu seperti orang-orang (Kristen)
yang berterus-terang di depan Dr James Dobson, mencurigai dan memprotes
pertobatan Ted, dan … alhasil, … juga keselamatan hidup yang sudah dikaruniakan
kepadanya?
Tuhan Yesus datang ke dunia dengan tujuan untuk menyelamatkan SEMUA orang yang
berdosa, yang bersedia menerima Dia sebagai Juruselamat
mereka. Di mata-Nya, harga keselamatan hidup Ted Bundy, atau mereka yang sudah
'melukai hak-hak asasi' kita, sama seperti
harga keselamatan hidup orang-orang berdosa lainnya.
Jangan lupa,
… kita juga termasuk di dalam
kelompok orang-orang berdosa tersebut! Karena dosa
segenap umat manusia, Ia rela mati disalibkan untuk menanggung semuanya.
Berjaga-jagalah selalu dengan sikap 'naruli' kita, agar jangan sekali-kali kita harus
ditegur secara pribadi oleh Tuhan Yesus sendiri, seperti para ahli Taurat dan orang-orang
Farisi yang terus-menerus berusaha mencobai Dia. Mereka menganggap
tingkat 'kesucian' diri mereka begitu tinggi, sehingga merasa berhak untuk menghakimi wanita yang tertangkap basah
sedang melakukan dosa perzinahan di suatu siang hari bolong.
'Dan ketika mereka
terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada
mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia
yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:7)
Apakah ada salah seorang di antara kita yang berani
melemparkan batu yang pertama? Silahkan!
Syalom,
John Adisubrata
April
2005 This message has passed through an insecure network. Please direct all enquires to the message author. o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God ! o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED] Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED] Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id |
