KOMITMEN, BUKAN USAHA!
Ayat Bacaan: Roma 12:1-2 "Demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)
Alkisah, hidup dua ekor binatang di sebuah lahan pertanian. Yang seekor adalah ulat yang sering mengganggu tanaman sayur, yang satunya adalah ular yang suka menerkam ayam peliharaan petani. Suatu hari, terjadi diskusi di antara keduanya. Kata ulat, "Ular, selama ini kita telah banyak merugikan pak petani. Sebaiknya hidup kita berubah, tidak merugikan pak petani lagi." Mereka pun mencari tempat yang tepat untuk berdiam diri, dan berusaha untuk berubah. Setelah sekian lama, keluarlah ulat dari tempat persembunyiannya dengan penampilan yang baru, dia telah berganti kulit. Si ulat pun telah berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Mereka berdua senang dengan perubahan mereka. Tetapi, tiba-tiba ular menerkam seekor ayam milik petani, dan ketika ulat yang kini menjadi kupu-kupu itu melihat apa yang terjadi, maka kecewalah hatinya dan berkata kepada ular, "Kamu belum berubah, ular! Kamu masih seperti yang dulu, tidak menjadi berkat bagi pak petani!" Lalu pergilah kupu-kupu dari pucuk sebuah bunga ke bunga yang lainnya. Ternyata kupu-kupu ini telah berubah, membantu pak petani dalam proses pembuahan tanaman.
Sebagai orang Kristen, kita sering janji di hadapan Tuhan untuk berubah, rela untuk mempersembahkan hidup bagi-Nya; namun, saat menjalaninya kita terbentur pada usaha kita sebagai manusia. Misalnya, kita berdoa, "Tuhan, mulai hari ini saya mau bangun pukul 5 pagi untuk saat teduh." Hari pertama kita berhasil, hari kedua terlambat 5 menit, hari ketiga terlambat 10 menit, dan akhirnya tidak bangun pagi untuk bersaat teduh. Kemudian kita berdalih, "Saya telah berusaha untuk bangun pagi, tapi tidak bisa." Adakalanya kita memang lemah dan gagal, tetapi komitmen adalah janji yang harus disepakati. Kita harus terus memelihara komitmen untuk mau berubah.
Maukah kita berkomitmen di hadapan Tuhan untuk mempersembahkan diri sebagai persembahan yang hidup dan yang kudus bagi Allah?
(c) Perspektif - 19 Maret 2006
Ayat Bacaan: Roma 12:1-2 "Demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)
Alkisah, hidup dua ekor binatang di sebuah lahan pertanian. Yang seekor adalah ulat yang sering mengganggu tanaman sayur, yang satunya adalah ular yang suka menerkam ayam peliharaan petani. Suatu hari, terjadi diskusi di antara keduanya. Kata ulat, "Ular, selama ini kita telah banyak merugikan pak petani. Sebaiknya hidup kita berubah, tidak merugikan pak petani lagi." Mereka pun mencari tempat yang tepat untuk berdiam diri, dan berusaha untuk berubah. Setelah sekian lama, keluarlah ulat dari tempat persembunyiannya dengan penampilan yang baru, dia telah berganti kulit. Si ulat pun telah berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Mereka berdua senang dengan perubahan mereka. Tetapi, tiba-tiba ular menerkam seekor ayam milik petani, dan ketika ulat yang kini menjadi kupu-kupu itu melihat apa yang terjadi, maka kecewalah hatinya dan berkata kepada ular, "Kamu belum berubah, ular! Kamu masih seperti yang dulu, tidak menjadi berkat bagi pak petani!" Lalu pergilah kupu-kupu dari pucuk sebuah bunga ke bunga yang lainnya. Ternyata kupu-kupu ini telah berubah, membantu pak petani dalam proses pembuahan tanaman.
Sebagai orang Kristen, kita sering janji di hadapan Tuhan untuk berubah, rela untuk mempersembahkan hidup bagi-Nya; namun, saat menjalaninya kita terbentur pada usaha kita sebagai manusia. Misalnya, kita berdoa, "Tuhan, mulai hari ini saya mau bangun pukul 5 pagi untuk saat teduh." Hari pertama kita berhasil, hari kedua terlambat 5 menit, hari ketiga terlambat 10 menit, dan akhirnya tidak bangun pagi untuk bersaat teduh. Kemudian kita berdalih, "Saya telah berusaha untuk bangun pagi, tapi tidak bisa." Adakalanya kita memang lemah dan gagal, tetapi komitmen adalah janji yang harus disepakati. Kita harus terus memelihara komitmen untuk mau berubah.
Maukah kita berkomitmen di hadapan Tuhan untuk mempersembahkan diri sebagai persembahan yang hidup dan yang kudus bagi Allah?
(c) Perspektif - 19 Maret 2006
PD Immanuel Jakarta
Yahoo! Mail - now with Autocomplete that helps fill email addresses. o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God ! PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org + Khotbah MP3 Harga Hemat + VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED] Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED] Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id
