\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/
KESAKSIAN
 
Sebagai anak Tuhan mantan Islam, mungkin kesaksian saya bisa tambah menguatkan teman-teman.
 
Mulainya pada tahun 1990. Pada saat itu saya bekerja di sebuah konsultan arsitektur yang menyewa sebuah rumah untuk kantor. Boss saya memelihara seekor anjing kecil di kantor untuk sementara sebelum dibawa pulang ke Bogor. Walaupun Islam, saya ini penyayang binatang dari kecil dan biasa memelihara anjing. Jadi boss saya menugaskan pemeliharaan anjing itu pada saya.
 
Suatu hari anjing itu ditakut-takuti oleh teman saya sehingga menjerit kaing-kaing. Saya lari dari ruangan saya di atas dan langsung menggendong dan mendekap anjing itu supaya tidak ketakutan. Sayapun dinajis-najiskan oleh teman-teman saya. Saya lari keruangan saya di atas dengan terus mendekap anjing itu, menutup pintu dan berdoa. “Tuhan, jika melindungi anjing ini adalah dosa, biar saya tanggung dosanya. Yang saya tahu Tuhan, saya harus melindungi yang lemah”. Akhirnya keluar pertanyaan pada diri saya, yang lansung saya katakan pada Tuhan. “Tuhan, tunjukkan pada saya, mana yang benar, Islam atau Kristen?”
 
Tahun 1991 saya pindah ke kantor lain. Kebetulan salah satu teman saya adalah seorang bapak pendeta (yang kemudian saya tahu adalah pendeta Saksi Yehova). Beliau selalu membawa Alkitab dan selalu membacanya pada jam istirahat.
 
Kebetulan pada saat itu saya dalam keadaan dijahati orang sehingga saya curhat pada pendeta itu. Diakhir curhat saya, saya minta pendeta itu untuk membacakan satu ayat dari Alkitab. Beliau meminta saya berdoa, dan beliaupun berdoa. Kemudian dia membacakan satu ayat :
“Jangan marah kepada orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang, sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.” (Maz 37;1)
 
Saya begitu bahagia mendengar ayat itu, apalagi pendeta itu berkata bahwa Tuhan mengasihi saya dan saya mendapat “hikmat Allah”. Rasanya seperti mendapat setetes air di padang pasir. Saya tanya “hikmat” itu apa, beliau jawab: “Kalau ibu sudah baca Alkitab ini, ibu akan mengerti apa itu “hikmat””.
 
Sayapun tertarik untuk membeli Alkitab itu dan beberapa hari kemudian beliau membawakannya untuk saya, katanya setelah berdoa dulu. (Rupanya beliau takut ‘melemparkan mutiara kepada babi”). Jadilah saya punya Alkitab. Saya berusaha membacanya tetapi tidak mengerti.
 
Tidak lama kemudian, karena proyeknya dibatalkan, saya keluar dari kantor itu dan tidak pernah lagi bertemu dengan pendeta itu. Saya mulai lupa dengan Mazmur 37 ayat 1 itu, dan mulai ingin “memberi pelajaran” bagi orang yang berbuat jahat kepada saya itu. Kemudian saya curhat kepada seorang teman yang Katolik, dia menasehati saya : “Kalau kamu membalas jahat dengan jahat, apa bedanya kamu dengan orang itu? Kamu jahat juga sama seperti dia!”
 
Belum puas dengan jawaban itu, saya minta diantarkan kepada seorang teman yang mantan preman. Mungkin dia tahu cara “memberi pelajaran”. Tetapi apa kata teman saya yang mantan preman itu? “Kamu diam saja, kalau kamu membalas, nanti kamu kehilangan hikmat Allah.” (Ternyata pada saat itu dia sudah bertobat dan masuk Kristen). Begitu mendengar kata “hikmat Allah” saya jadi teringat pada pendeta itu. Lagi-lagi “hikmat Allah”, apa sih artinya “hikmat Allah” itu? Singkat cerita akhirnya saya benar-benar diam saja, dan mengurungkan niat “memberi pelajaran”, karena penasaran dengan yang namanya “hikmat Allah” itu.
 
Tapi suatu hari saya tidak kuat, karena saya berusaha membaca Alkitab, tetapi tidak mengerti. Saya menangis di kamar saya, marah=marah kepada Tuhan sambil memukul-mukul tembok (maksudnya mau memukul Tuhan!) dengan posisi berbaring menghadap tembok. Saya katakan pada Tuhan :”Tuhan nggak boleh begitu. Tuhan nggak boleh menciptakan manusia, lalu meninggalkan manusia di dunia, lalu Tuhan duduk-duduk ongkang-ongkang kaki di sorga, cuma menghitung pahala dan dosa. Tuhan harus bantu manusia! Tuhan pikir hidup di dunia itu gampang? Tau nggak Tuhan, di dunia itu banyak orang jahat. Tuhan enak di sorga, di sorga nggak ada orang jahat. Lagipula kenapa Tuhan menciptakan ada orang jahat dan ada orang baik? Kenapa Tuhan tidak ciptakan orang baik saja jadi masuk sorga nggak pake screening?” (Untuk pertanyaan ini, dikemudian hari dijawab Tuhan dengan PERUMPAMAAN TENTANG ILALANG DAN GANDUM).
 
Pada saat itulah saya mendengar suara “Hesti, ini Aku, Bapamu.” Saya seperti dibimbing untuk duduk dan hati saya merasa damai sekali. Sayapun tersenyum. Tetapi beberapa menit kemudian otak saya mulai bekerja. Saya berpikir mungkin saya sudah gila. Karena saya pernah membaca bahwa ada kasus orang gila yang menjadi gila karena mendengar suara di telinga, lagipula saya memang sudah seperti orang gila, habis menangis lalu tersenyum sendiri. Jadi pergilah saya sendirian ke psikiater. Dua kali konsultasi, psikiater memberi saya valium. Sekali mencoba, saya tidak mau meminumnya lagi karena malah membuat saya kehilangan kesadaran.
 
Hidup berjalan terus dan saya belum mengerti juga kalau itu adalah suara Tuhan. Saya mulai bekerja lagi di kantor baru lagi, dan anehnya, dijahati orang lagi. Sayapun menelpon teman saya yang mantan preman itu. Saya katakan “Saya sudah tiga kali mendapat masalah terus.” Apa jawabannya? “Kamu beruntung, Hesti,”. Tentu saja saya marah. “Orang kena masalah kok beruntung. Orang dapat SDSB (undian berhadiah pada saat itu), itu baru beruntung.” Dia jawab lagi, “Bukankah dari gelap terbitlah terang?” Saya jawab dalam ketidak mengertian saya “Emangnya Kartini!”.
 
Karena menurut saya perkataan si mantan preman itu absurd terus, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menelponnya lagi. Lalu saya memutuskan untuk mencoba membaca Alkitab lagi. Dari Mazmur 37, saya temukan Mazmur 1, yang bunyinya :  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkannya siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.”
 
Membaca itu, saya ingin sekali menjadi “pohon ditepi aliran air” itu. Tapi bagaimana caranya? Lalu saya berpikir, berarti saya harus mempelajari Alkitab ini. Tapi dimana? Lalu terbit pikiran “Telpon pelayanan Gilbert Lumoindong”. Memang lucunya, beberapa hari sebelumnya saya menonton acara Penyegaran Rohani di RCTI yang dibawakan oleh Pendeta Gilbert, dan anehnya, saya mencatat nomor teleponnya. (seperti sudah disiapkan Tuhan). Akhirnya saya menelpon pelayanan itu, dan singkat cerita, saya disarankan ke GBI Eben Haezer, Jl. Wahid Hasyim.
 
Jadilah, saya ke gereja sendirian. Baru pertama kali datang, bahagianya setengah mati, seperti mendapatkan apa yang saya cari selama ini. Kotbah pendeta selalu saya catat dan saya pelajari di rumah. Apalagi mendengar doa “Kasih Allah Bapa, Yesus Kristus dan persekutuan dengan Roh Kudus menyertaimu sampai akhir jaman.” Rasanya berbunga-bunga “disertai Tuhan sampai akhir jaman.” Singkat cerita, pada tanggal 5 Desember 1993 saya dibaptis di gereja itu. Sampai sekarang, sudah 13 tahun saya ikut Tuhan Jesus dengan suka dukanya, yang akan saya saksikan kemudian.
 
Sesudah dibaptis, seperti ada selaput yang lepas dari diri saya. Saya mulai mengerti baca Alkitab dan Tuhan mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan saya satu persatu. Saya jadi malu dengan Tuhan, sebab Tuhan tidak duduk ongkang-ongkang kaki di surga menghitung pahala dan dosa, tetapi sejak awal penciptaan sampai akhir jaman, Tuhan terus bekerja membantu hidup manusia. Saya saja yang tidak tahu. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya.
 
Saya pikir dulu manusia harus terus berbuat baik dalam keadaan apapun dengan kekuatan sendiri, supaya dihitung sebagai ‘pahala’ oleh Tuhan. Sekarang saya tahu, tidak dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan kekuatan Tuhan. Jadi tidak stress! Dulu saya berusaha mencapai komunikasi dengan Tuhan dengan melakukan sholat 5 waktu dan tahajud, tetapi tidak pernah mengalami kelepasan. Stress hari ini ditambah stress besok, lusa, ber hari-hari, berminggu=minggu terakumulasi menjadi penyakit migrain. Sampai-sampai suatu hari saya berhenti sholat walaupun belum selesai, karena diserang migrain pada saat saya sujud. Pada saat itu saya katakan pada Tuhan; “Tuhan, mau komunikasi denganMu kok sesulit ini?”.
Sekarang, saya punya ‘direct line’ ke Surga. Kalau saya berdoa, Tuhan menjawab saya dengan berbagai cara. Dengan suara, dengan pembacaan Alkitab, atau melalui hamba Tuhan. Sekarang penyakit migrain dan mag saya sudah hilang entah kemana. It’s just different….!
 
Kasihan saudara-saudara kita dari Muslim. Tidak ada kelepasan, nabi mereka tidak mengangkat beban seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengangkat beban kita dan menggantinya dengan KukNya yang enak dan ringan. (KukKu enak dan bebanKupun ringan). Alhasil, jika ada masalah, mereka tidak menyelesaikannya dengan berdoa, tetapi dengan berunjuk rasa atau teror. Tapi bersyukurlah karena sekarang mereka punya tokoh Aa Gym. Sebab Aa Gym mengajarkan ‘karakter’ pada umatnya, walaupun tidak setinggi hikmat Jesus, tetapi hikmatnya lumayanlah, dibanding dengan pendakwah lain. Saya rasa itu juga cara Tuhan mendidik saudara-saudara kita umat Muslim.
 
Kesimpulannya, Tuhan bisa pakai apa saja, siapa saja, untuk menarik orang-orang pilihanNya. Tuhan bisa pakai seekor anjing kecil, seorang pendeta Saksi Yehova, orang Katolik sampai mantan preman. Tuhan bisa manfaatkan kejahatan yang dilakukan manusia, dan merubahnya menjadi berkat bagi kita. Kalau saja saya tidak menghadapi kejahatan orang terhadap saya, hidup saya, karir saya lancar-lancar saja, mungkin sampai detik ini saya tidak pernah mengenal Tuhan. Tapi puji Tuhan karena Dia menarik saya dengan berbagai cara untuk mendekat kepadaNya.
 
Tuhan Yesus berkati kita semua. Amin.
 
 
 
 
 
 
 

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God ! PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org + Khotbah MP3 Harga Hemat + VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED] Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED] Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke