\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/
\o/
DI MANAKAH TUHAN ?
-----------------------------
(By: Aina Kusumo)
"JAGALAH supaya kamu JANGAN MENOLAK DIA yang berfirman. Sebab jikalau
mereka (yang menolak Dia yang menyampaikan Firman Tuhan di bumi) tidak
luput, apalagi kita, JIKA BERPALING dari Dia yang berbicara dari sorga?"
(Ibrani 12:25)
Persis tanggal 13 Mei 2006 yang lalu, sebuah stasiun televisi mengulas
kembali kasus pelanggaran HAM berat yang sampai saat ini tidak pernah
terungkap tuntas di Indonesia, khususnya di Jakarta yang terjadi 8 tahun
yang silam, tanggal 13 Mei 1998.
Untuk beberapa orang, tanggal ini membekaskan luka teramat dalam....
Penjarahan dan pembakaran toko-toko, rumah-rumah, serta pemerkosaan yang
dilanjutkan dengan pembunuhan biadab terhadap keturunan Tionghoa membuat
banyak keluarga hancur, orang-orang yang sakit mental dan kehilangan masa
depan.
Sepasang suami istri setengah baya bercerita di hadapan saya, betapa
mereka mengucap syukur masih luput dari maut. Keluarga ini mempunyai 2
orang putri cantik-cantik, waktu itu mereka tinggal di sebuah perumahan
dekat Kemayoran. Datanglah penjarah-penjarah memporak-porandakan isi rumah
mereka, dan mulailah teriakan-teriakan khas "nama Tuhan mereka" dielu-elukan
dengan brutal. Beberapa pemuda menarik tubuh putri sulungnya, maka dengan
amarah meluap, sang ayah berteriak, "Silahkan ambil apa saja, tapi jangan
sentuh keluarga saya!" Tambahlah beberapa pemuda mengamuk, tak kalah garang
sang ayah pun menyambar pisau panjang koleksinya dan melawan beberapa parang
yang menyerang. Melihat kegigihan bapa setengah baya ini, pemuda-pemuda
bringas itu terdesak keluar. Mungkin ada rasa ngeri di dada brutal mereka,
darah bapa tersebut sudah bersimbah dari lengan yang terkena parang, tetapi
kedua lengan tuanya tidak berhenti mengibas kesana-kemari. Puji Tuhan,
selamatlah keluarga ini, sekalipun hampir nyawa sang ayah melayang. Miris
rasanya melihat bekas-bekas luka yang jadi keloid di kedua lengan bapa ini.
Mereka tentu saja beruntung. Sebuah keluarga 'Kristen' kehilangan
identitas, putri mereka satu-satunya yang baru berangkat remaja diperkosa!
Ayahnya sangat terpukul karena tidak punya kekuatan apa-apa menolong
putrinya yang digerayangi ramai-ramai di depan matanya sendiri. Ibunya
hampir gila, tetapi hati nuraninya mengatakan bahwa ia tetap harus hidup
mendampingi trauma putrinya. Sang ayah marah terhadap Tuhan, mengapa tidak
melindungi dan meluputkan mereka dari bencana yang merusak hidup putri dan
seluruh keluarganya ? Butuh lebih dari dua tahun untuk memulihkan semangat
hidup sang ayah, tetapi sampai saat ini ia memilih 'memusuhi' Tuhan...
Seorang wanita muda baru saja merasakan sukacita yang luar biasa selesai
mengikuti sebuah KKR pada suatu malam, ia pulang dengan taxi. Ternyata
gadis ini menjadi korban salah satu dari sekian banyak cerita pencopetan dan
pemerkosaan di taxi bersekongkol yang marak akhir-akhir ini. Di manakah
Tuhan ? Bukankah ia baru saja selesai beribadah ?
Sebuah gereja anak terbesar di Bronx, daerah kumuh maksiat orang kulit
hitam di Amerika memiliki banyak guru-guru sekolah minggu dengan komitmen
dan integritas yang tidak perlu diragukan. Satu kali seorang guru wanitanya
diculik dan diperkosa, imannya goncang...! Di manakah Tuhan waktu itu ?
Sekarang lutut dan kaki saya gemetar, seorang rekan sepelayanan yang
saya kenal baik, istri seorang gembala sidang... memilih memeluk agama lain
karena merasa teraniaya oleh suaminya yang sering melakukan kekerasan
(KDRT). Hidupnya hancur karena ingin bercerai tapi tidak bisa, akhirnya ia
kabur dan jatuh ke pelukan laki-laki lain. Tentu saja suami mengamuk dan
pertikaian menjadi besar. Sang istri yang tidak bisa merasakan kasih
Kristus dalam rumah tangganya mengatakan, "tidak ada hal yang indah dalam
diri orang Kristen selain kemunafikan, saya sudah bertahun-tahun ada di
dalamnya." Ketika saya berkesempatan memberitahukan agar jangan
meninggalkan Tuhan, dengan enteng ia berkata, "Saya sampai tidak tahu apakah
Tuhan benar-benar ada...."
Saya terpekur dalam doa... Begitu banyak ayat-ayat Firman Tuhan bisa
membangkitkan semangat hidup bahkan mendatangkan keselamatan bagi jiwa yang
terhilang. Tetapi semuanya terbentur tembok "KEKECEWAAN", tak pelak lagi
hati yang 'kecewa' selalu dekat dengan MENOLAK TUHAN (Yoh 16:1). Jika kita
kecewa terhadap manusia, kita bisa mengambil waktu, mengkomunikasikan dan
menyelesaikannya. Kita bahkan bisa minta Roh Kudus melembutkan hati orang
yang kecewa maupun dikecewakan, mengatakan kepada mereka betapa Tuhan Yesus
mengasihi mereka. Tetapi, jika seorang kecewa kepada TUHAN, bagaimana
menyelesaikannya ?
Sudahpun dibacakan Mazmur 73, bahwa Asaf (seorang pemimpin pujian yang
tekaun menjaga hati yang bersih dan tangannya - ayat 13) pernah mengalami
kepahitan hati terhadap TUHAN (ayat 21) tapi dengan lugas mereka mengatakan,
"Asaf tidak tahu rasanya diperkosa, masa depan yang dirampas dalam sekejab!
Asaf tidak mengerti hidup dalam rumah tangga yang dibalut kemunafikan, KDRT
dari tangan seorang gembala sidang selama belasan tahun.... " Dan, saya
hanya mampu bergumam, "Benar, seorang yang sedang kecewa selalu menolak
Tuhan dan Firman-Nya."
Saya teringat kisah seorang missionaris yang memiliki putri bernama
"Aina" ( *=* ) kecewa karena merasa pelayanannya di benua Afrika sana tidak
menghasilkan apa-apa. Sepanjang hidupnya memusuhi Tuhan sampai masa pada
tuanya, ia mabuk-mabukan dan hidup dalam kehancuran. Tetapi sayang sekali
sebuah perjalanan hidup yang dihabiskan sia-sia dalam 'amarah' hanya belajar
sebuah kalimat bahwa, "di dalam persekutan dengan Tuhan jerih payahmu tidak
sia-sia" - benua Afrika telah melahirkan banyak jiwa-jiwa baru karena ada
benih yang ditabur, harga yang dibayar, dan darah yang tercurah oleh para
missionaris.
Lihatlah hidup seorang David Livingstone, yang tubuhnya dikubur di
Inggris, tetapi hatinya ditanam di benua Afrika. Ia sama sekali bukan sosok
yang jauh dari derita dan cobaan. Dalam pekerjaan Tuhan di benua Afrika,
tubuhnya 'tercabik-cabik' baik oleh binatang buas, keletihan dalam
menyebarkan Kabar Baik, bahkan oleh penyakit - namun tidak satu langkahpun
menghentikan dia dan membuatnya kecewa terhadap Tuhan. David Livingstone
punya "seribu" alasan yang lebih PANTAS ia lontarkan sebagai sakit hati
kepada Tuhan. "Dimana Engkau Tuhan, ketika seekor binatang buas merusak
lenganku? Di mana Tuhan ketika istriku meninggal justru pada saat aku
berkesempatan berjumpa dengannya setelah bertahun-tahun memberitakan Injil ?
Dimana Tuhan ketika penyakit menggerogoti tubuhku?" Tapi David Livingstone
tetap menyelesaikan tugasnya sampai garis akhir, ia telah mempersembahkan
tubuhnya sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada
Tuhan (Roma 12:1). Namanya terukir dalam sejarah kebangkitan rohani di
benua Afrika.
Slide yang diputarkan di gereja tentang penjangkauan jiwa-jiwa di tengah
lamunan saya menceritakan perjalanan 4 orang missionaris yang mengabdikan
hidupnya untuk menyebarkan Kabar Baik ke sebuah suku Indian di pedalaman
Amerika, yang masih kanibal dan tidak sungkan-sungkan membunuh orang asing
dari manapun. Hasilnya, baru beberapa waktu ke-4 orang tersebut mati
terbunuh.... Secara manusia kita pasti akan kecewa.... "Di manakah Tuhan?
Bukankah ini pekerjaan-Nya, mengapa tidak ada perlindugnan dan pembelaan ?"
Beberapa waktu kemudian, putri dari seorang missionaris yang mati terbunuh
ini malah kembali lagi ke tempat yang sama, balas dendamkah ? Bukan, dengan
kerinduan yang sama dengan ayahnya, ia ke sana untuk berinteraksi dengan
penduduk setempat, belajar bahasa mereka dan memberitakan Injil. Perlahan
namun pasti, suku ini dimenangkan - karena ada orang yang mau membayar
harganya tanpa keraguan sedikitpun akan KASIH SETIA TUHAN.
Sungguh statement bahwa, "bagiku hidup adalah KRISTUS dan mati adalah
keuntungan" bukan perkara lip service, yang jadi latah diucapkan para
pengikut Kristus. Paulus menulis surat ini di PENJARA, ia sama sekali tidak
berkata, "Di manakah Tuhan ? Kenapa aku mengalami penderitaan begitu
banyak, bahkan di penjara, bukan karena perbuatan jahat yang aku lakukan?"
Paulus malah bersukacita dalam penderitaannya dengan menulis sebuah pesan
yang DALAM : "Sebab kepada kamu DIKARUNIAKAN bukan saja untuk percaya kepada
Kristus, melainkan juga untuk MENDERITA untuk Dia." (Filipi 1:21 dan 29).
Di manakah TUHAN ?
"Janganlah kiranya KASIH dan SETIA meninggalkan engkau! (Amsal 3:3a) -
Percayalah kepada Yahweh dengan SEGENAP HATIMU, dan janganlah bersandar
kepada pengertianmu sendiri (ayat 5)". Komitmen kita untuk tetap setia
merenungkan Firman Tuhan (INTIM dengan Tuhan) membuahkan KEPERCAYAAN
kepadaNya, dalam suatu tingkatan kepercayaan tersebut kita bisa meYAKINkan
diri sendiri bahwa 'tidak ada satu perkara yang buruk yang TUHAN ijinkan
terjadi' - sekalipun secara manusiawi tampak seperti sebuah kejahatan,
tetapi TUHAN dapat merekakan menjadi suatu kebaikan pada akhirnya -> Lihat
perjalanan hidup Yusuf, baca hasilnya di Kejadian 45.
Apapun masalah hidup ini, di dalam ukuran kekekalan dibuat skala (air)
SETETES berbanding (air) SELAUTAN. Jangan biarkan kekecewaan memenuhi
rongga hati dan pikiran kita, apalagi di dalam ukuran kasih, kita ini adalah
BIJI MATA TUHAN! Kesulitan hidup, malapetaka, kebrutalan, bahkan maut akan
makin kerap di hari-hari mendatang. Jika bumi digoncangkan saja sudah
membuat banyak orang kecewa dan menolak Tuhan, menjadi murtad - bagaimana
mungkin bisa bertahan sampai pada 'kesudahannya', karena JANJI Tuhan adalah
: langit akan digoncangkan, supaya tinggal tetap yang tidak tergoncangkan
yaitu KERAJAAN yang akan diwariskan pada kita semua yang SETIA, dan TIDAK
MENOLAK TUHAN! (Ibrani 12:26-28)
"JAGALAH supaya kamu JANGAN MENOLAK DIA yang berfirman. Sebab jikalau
mereka (yang menolak Dia yang menyampaikan Firman Tuhan di bumi) tidak
luput, apalagi kita, JIKA BERPALING dari Dia yang berbicara dari sorga?"
(Ibrani 12:25)
Tangerang, 8 Juni 2006
Aina
o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu
]----------------------(o
Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God !
PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org
+ Khotbah MP3 Harga Hemat
+ VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi
o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN
)--------------------------(o
http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ;
http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id