\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ 
\o/

thanks a lot of

--- -= Henky =- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> \o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh
> Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/
> 
> LAKUKAN SEPERTI YANG AKU LAKUKAN
> 
> By: Richard L. Strauss 
> 
> Kenapa sebagian anak yang dibesarkan dalam keluarga
> Kristen benar-benar berbalik pada Yesus Kristus,
> benar-benar hidup dalamnya, dan membagikannya dengan
> orang lain, sementara anak lain dilingkungan yang
> sama jatuh kerohaniannya selama masa remaja mereka?
> Semua rutinitas gereja menjadi candu bagi mereka dan
> mereka tidak bisa peka tentang Tuhan. Ini pertanyaan
> yang kompleks dan sudah lama merupakan pergumulan
> pemimpin Kristen. Tentu saja ada banyak factor yang
> terlibat disetiap kasus. Tidak ada satu jawaban
> untuk semua masalah. Tapi ada satu hal yang terus
> muncul dalam hubungan saya dengan keluarga Kristen
> dan pemimpin pemuda, dan saya tidak bisa melarikan
> diri dari pentingnya hal itu. Itu merupakan
> kebenaran yang dinyatakan dalam Galatians 6:7-8:
> "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya
> dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu
> juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur
> dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari
> dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia
> akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu" (TLB).
> 
> Menuai apa yang kita tabur berlaku dalam setiap
> kehidupan kita, tapi salah satunya adalah hubungan
> kita dengan anak kita. Kita akan menuai apa yang
> kita tabur dalam mereka. Dan sayangnya, apa yang
> kita tuai dalam mereka tidak hanya bagaimana kita
> memperlakukan mereka atau apa yang kita katakan pada
> mereka, tapi bagaimana kita belaku dihadapan mereka.
> Dengan kata lain, kita tidak bisa mengharapkan anak
> kita melampaui kita dalam hal rohani atau menjadi
> lebih daripada kita. Itu menjadi tanggung jawab kita
> untuk menjadi teladan dihadapan mereka sesuai dengan
> harapan kita pada mereka.
> 
> Inilah cara Model Orangtua memperlakukan kita. Saat
> dia mengatakan apa yang seharusnya kita lakukan, dia
> membuat standar dari teladannya sendiri. "tetapi
> hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh
> hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah
> memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu,
> sebab Aku kudus.'" (1 Peter 1:15-16, TLB).
> Kekudusannya memberikannya hak untuk memerintahkan
> hal yang sama pada kita. Kita mungkin sedikit tidak
> mau jika dia memerintahkan sesuatu yang lebih dari
> yang ditunjukannya. Tapi sebaliknya, dia membuat
> pola yang sempurna bagi kita untuk diteladani. Tuhan
> Yesus menggunakan pendekatan yang sama terhadap
> muridnya. "sebab Aku telah memberikan suatu teladan
> kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti
> yang telah Kuperbuat kepadamu." (John 13:15, TLB).
> Dia menetapkan suatu standar yang tinggi karena dia
> tahu kita tidak bisa melampaui yang sudah
> ditetapkan. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
> seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada
> tuannya" (John 13:16a, TLB). Jika kita memperlakukan
> anak kita seperti Tuhan memperlakukan kita, kita
> harus menetapkan suatu teladan untuk semua yang kita
> inginkan mereka lakukan.
> 
>   Teladan yang buruk dihadapan anak kita akan
> berdampak pada generasi mendatang. Tuhan pengampun
> dan belas kasih, tapi dia memperingatkan bahwa
> anak-anak akan merasakan dampak dosa orangtuanya 3
> sampai 4 generasi (Num. 14:18). Apakah itu berarti
> bahwa Tuhan meletakan kutuk pada 3 sampai 4
> generasi, atau itu sesuatu yang diberikan melalui
> keturunan sehingga mengutuk mereka? Saya pikir tidak
> demikian. Tapi dosa menciptakan suatu keadaan
> tertentu dalam keluarga, secara psikologi dan
> rohani, suatu keadaan yang berdampak pada karakter
> anak kita. Saat mereka menikah, mereka mungkin akan
> menciptakan lingkungan keluarga yang sama seperti
> yang mereka alami saat mereka bertumbuh dan melihat
> dosa yang kita perbuat, bersama dengan akibat-akibat
> tidak baik lainnya.
> 
> Sebenarnya, keluarga yang mereka buat mungkin lebih
> buruk dari kita. Saya bisa melihat itu sebagai
> keluarga Kristen dimana orangtua bertengkar setiap
> waktu. Hanya sedikit sekali kasih seperti Kristus
> yang ditunjukan pada anak mereka. Tuhan Yesus tidak
> diijinkan memainkan peran yang penting dalam
> kehidupan keluarga mereka dan hal dimana Kristus
> sering disebut adalah saat mereka mengkritik orang
> Kristen lain. Tapi didepan teman-teman Kristen,
> orangtua mereka menjaga muka "orang Kristen yang
> baik" Anak mereka melihat kemunafikan itu,
> memutuskan itu bukan untuk mereka, menolak
> Kekristenan, dan membangun keluarga sekuler saat
> mereka menikah. Saya bertanya berapa banyak generasi
> yang akan terkena dampak dosa orangtua itu? Tuhan
> berkata setidaknya 3 sampai 4 generasi. Dan tidak
> ada jaminan bahwa walaupun ada seseorang kemudian
> mengenal Kristus dan membalikan hal itu. Jika itu
> terjadi, itu seluruhnya anugrah Tuhan.
> 
> Sekarang waktunya untuk menghentikannya, waktu untuk
> menyerahkan diri kita untuk dikontrol oleh Roh Kudus
> dan menjadi seperti apa yang dikehendaki Tuhan,
> waktu untuk mulai membentuk teladan seperti Kristus
> didepan anak kita dan memperbaiki setiap kerusakan
> yang mungkin sudah terjadi. Nabi Yesaya berseru pada
> orang-orang dimasanya agar hati mereka kembali pada
> Tuhan. Dia membuat janji yang indah ini jika mereka
> mau berbalik: "Engkau akan membangun reruntuhan yang
> sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang
> diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan
> disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus",
> "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat
> dihuni".(Isa. 58:12, KJV). Dia terutama menunjuk
> pada membangun kembali tembok dan jalan Yerusalem,
> tapi kita tidak boleh kehilangan aplikasi rohaninya.
> Jika orangtua yang percaya mau menyerahkan dirinya
> pada Tuhan dan melakukan kehendakNya, mereka dan
> anak mereka akan mampu memperbaiki kerusakan banyak
> generasi dan mendapat sebutan "yang membetulkan
> keturunan," dan "yang membetulkan jalan supaya itu
> dapat dihuni."
> 
> Kita tidak bisa menyelesaikan penurunan keluarga
> Kristen. Keluarga kita bisa berbeda. Tuhan tidak
> akan menerima alasan seperti, "tapi itu cara saya
> dibesarkan," atau "itu cara ayah dan ibu
> memperlakukan saya." Jika apa yang kita lakukan itu
> salah, kita perlu mengubahnya. Saat kita berbalik
> pada Tuhan dalam penyerahan dan kepercayaan, dia
> akan menolong kita memperbaiki apa yang sudah hancur
> dan memperbaiki jalan supaya itu dapat dihidupi.
> Generasi yang berikutnya akan berterima kasih pada
> kita untuk itu.
> 
> Ada beberapa perkataan lama yang sering
> diulang-ulang bahwa sebagian dari kita mampu
> melewati waktu-waktu itu: salah satunya, "tindakan
> bicara lebih keras dari perkataan"; yang lainnya,
> "Anda bicara terlalu keras sehingga saya tidak bisa
> mendengarnya." Itu semua tidak ditemukan dalam
> Alkitab, tapi pemikiran itu jauh dari Alkitab. Rasul
> Paulus berkata, "Jadilah pengikutku, sama seperti
> aku juga menjadi pengikut Kristus" (1 Cor. 11:1,
> TLB). Kepada yang lain dia berkata, "Dan apa yang
> telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima,
> dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah
> kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber
> damai sejahtera akan menyertai kamu." (Phil. 4:9,
> TLB). Saya bertanya jika kita bisa mengatakan hal
> itu pada anak kita. Salah satu kata-kata basi yang
> sering mencerminkan pendekatan kita tapi lebih baik
> dari yang diatas, "lakukan seperti yang aku katakan,
> tidak seperti yang aku lakukan." Setan pasti yang
> menginsiprasikan hal itu, dan jika kita terus
> menggunakannya, kita bisa memastikan anak kita akan
> menjadi lebih memberontak.
> 
> Pada seorang pastor muda, Paulus menulis,
> "...Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam
> perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu,
> dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1 Tim.
> 4:12, NASB). Dia tahu jemaat dimana Timotius ada
> tidak mau mendengarkan dia jika mereka tidak melihat
> hidupnya merupakan teladan dari perkataannya.
> Prinsip yang sama dihubungkan dengan orangtua dan
> anak. Kita seharusnya bisa mengatakan, "lakukan
> seperti kataku, dan seperti perbuatanku." Dan
> anak-anak bisa melihat kepalsuan yang ada.
> 
> Sebagai contoh, kita ingin anak kita supaya baik.
> Kita mengajar mereka untuk bicara sopan kepada orang
> lain. Tapi mereka mungkin mendengar kita bicara
> tidak baik pada teman kita, atau mendengar kita
> bicara tidak sopan satu sama lain atau kepada
> mereka. Mereka mungkin melakukan seperti yang kita
> lakukan daripada yang kita katakana. Kita mengajar
> anak kita untuk jujur. Tapi saat kita semua antri
> tiket pertunjukan, kita berkata "katakana kalau kita
> hanya 11 orang." Atau mereka mungkin mendengar kita
> membahas betapa kita berhasil menipu penjual tiket
> itu walau kita tahu itu melanggar hukum. Dan kita
> tidak bisa mempersalahkan orang lain selain diri
> sendiri saat kita melihat mereka berbohong atau
> menipu.
> 
> Kita mengajar mereka untuk tidak menipu. Tapi kita
> menyombongkan diri karena petugas pasar
> mengembalikan uang lebih dan kita tidak
> mengembalikan uang itu pada pemilik sebenarnya. Dan
> anak kita mulai percaya kalau mencuri itu
> diperbolehkan dalam keadaan tertentu.
> 
> Kita ingin anak kita belajar bahwa merengek tidak
> bisa membuat mereka mendapatkan apa yang diinginkan.
> Tapi kita sering merengek pada mereka saat mereka
> tidak menyenangkan kita, dan kita mungkin merengek
> pada 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu 
]----------------------(o

Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God ! 

PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org
+ Khotbah MP3 Harga Hemat 
+ VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi 

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN 
)--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; 
http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED] 
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke