\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/
From: "Dwi Malistyo" <[EMAIL PROTECTED]>
 
Pendeta Manado Dirikan Ajaran Islam Hanif

http://www.ladangtuhan.com/forum/viewtopic.php?t=1940&postdays=0&postorder=asc&start=0

Gabungkan Kristen-Islam Setelah 3 Tahun Teliti Alkitab Al-Qur?an

MANADO (30/06/05) Seorang Pendeta Advent asal Manado, menghebohkan Kota Jakarta. Lelaki kelahiran Manado 67 tahun silam yang bernama lengkap Robert P Walean itu, mengaku menemukan ajaran Islam Hanif. Ajaran yang menyatukan sejarah Kristen dan Islam itu, ditemukan Pdt Walean setelah tiga tahun dia meneliti Alkitab dan Al-Qur an.

Seperti yang dilansir dari majalah Tempo edisi terbaru, penemuan itu bermula ketika Robert bangkrut sebagai eksportir furnitur. Sejak itu, sarjana ekonomi dari perguruan tinggi swasta di Jakarta itu banting stir. Saya tak ingin mengejar dunia lain. Lebih baik mengurus akhirat, katanya.

Ia lalu mendirikan Last Events Duty Institute, sebuah lembaga penelitian Alkitab dan Al-Qur an, di rumahnya, kawasan Koja, Jakarta Utara. Setelah sekitar tiga tahun bersama sejumlah pendeta Advent membolak-balik dua kitab suci tersebut, akhirnya ia menemukan sebuah firman dalam Yesaya 6-7. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba Nebayot tersedia untuk ibadahmu, sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku??

Dari dua ayat inilah Robert yakin, umat Islam adalah golongan yang diterima Tuhan. Sebab, dalam pandangan Kristen, orang Kedar dan Nebayot adalah keturunan Nabi Ibrahim dari garis Ismail yang menganut Islam. Tapi, ia belum memiliki nama aliran yang barusan ia temukan.
Setelah berhari-hari memelototi Al-Qur an, ia berhenti pada surat An-Nahl ayat 123. Kemudian Kami wahyukan kepadamu, ikutlah agama Ibrahim secara hanif. Dari sinilah ia kemudian mengusung nama Islam hanif, yang artinya Islam yang lurus.

Bagaimana dengan syariat selengkapnya?
Robert punya jawaban singkat. Semua perilaku Nabi Ibrahim dan Muhammad SAW adalah Islam hanif. Tapi, itu tak berarti sama persis seperti Islam, sebab hari suci dalam Islam hanif versi Robert bukanlah Jumat, melainkan Sabtu alias Sabath, sebagaimana juga dalam Kristen Advent.

Ajaran Robert ini tentu saja menuai pro dan kontra. Bahkan juga di kalangan Kristen Advent sendiri. Menurut Tri Djoko Soewarso MA, Direktur Komunikasi Gereja Kristen Advent Indonesia Barat, pendeta Kristen Advent terbelah dua. Begitu pula sekitar 400 ribu pemeluk Advent di Indonesia, sebagian mendukung sebagian menolak. Walau begitu Gereja Advent tidak melarang aktivitas Robert di gereja dan pertemuan jemaatnya. Pak Robert mencoba mewartakan ajaran Tuhan menurut versinya, ujar Soewarso.

Dukungan bagi Robert umumnya datang dari kelompok pendeta yang berpikiran maju. Pendeta L Situmorang dari Gereja Masehi Hari Ketujuh di Jln Dr Saharjo, Jakarta Pusat, misalnya menyebut ajaran Robert secara terbuka. Ia menulis pernyataan resmi bertanggal 23 Januari lalu yang isinya membenarkan hasil kajian Robert. Salah satu butir penting dalam surat bermeterai itu langsung menohok ke jantung teologi Kristen: mengakui bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah. Sementara Yesus Kristus adalah anak Allah. Robert sendiri mengaku telah memiliki pengikut sekitar 500 orang.

Kini, sehari-hari Robert aktif mewartakan Islam hanif ke pelbagai penjuru negeri. Jadwal hariannya berkisar pada kegiatan di gereja, pertemuan jemaat, termasuk berbagai seminar di dalam dan luar negeri. Dan ia sama sekali tak menghiraukan cemooh dan penolakan. Toh, katanya, Semua nabi awalnya dulu juga ditolak oleh umatnya.

Menurut Prof Dr Nurcholish Madjid dalam bukunya Pintu-pintu menuju Tuhan, Ibrahim adalah bapak agama Tauhid (monoteisme), sementara pengertian hanif ialah bersemangat kebenaran. Maka jika ke-hanif-an Robert diteruskan, bukan tak mungkin ia akan sampai pada ajaran
tauhid. Apalagi jika ia merenungkan surat Ali Imran ayat 67, Ibrahim bukanlah seorang Yahudi atau Nasrani, melainkan seorang hanif dan muslim. (tmp)
========================================
 
KASIH YANG SEMPURNA
 
Bunga, begitulah orang memanggilku, ada yang hal  mengganjal hatiku, ketidak mampuanku  untuk "berdamai" dengan Ibu, wanita yang telah melahirkanku ke dunia ini, aku bertanya pada diriku sendri,"apakah aku anak yang di adopsi sehingga Ibuku tidak memperlakukanku sama dengan saudaraku yang lainnya".

Aku lebih dekat dengan Ayah disbanding Ibu, kedekatan ini aku rasakan sampai aku duduk di SMP kelas 3 tapi setelah aku beranjak dewasa, mulai ada jarak antara kami, sebagai gadis  remaja yg beranjak dewasa aku mulai sungkat bergelayut pada ayahku padahal dulu, aku begitu mengandalkan ayah jika Ibu memarahiku.

Ketika duduk dibangku SMA, hubunganku dengan Ibuku semakin tidak harmonis.Yang aku rasakan apapun yang aku lakukan selalu ditentang oleh Ibuku dan begitu juga denganku, setiap kali Ibuku bicara aku selalu tidak bisa menerimanya, kalaupun kami akur itu karena aku menginginkan sesuatu darinya !

Ketika aku masuk perguruan tinggi, kebencianku pada Ibu tidak dapat aku bendung, dan aku  juga marah pada Ayahku, karena tidak lagi menjadi pembelaku seperti aku masih kanak-kanak.

Tanpa aku sadari, aku sudah membangun 'Gunung Es" antara aku, Ibu, Ayah dan saudara-saudaraku. Tumbuh menjadi pribadi yang tertutup, mudah tersinggung.
Tak jarang dengan sengaja aku melukai hati orang tuaku, saudara-saudaraku dan kepuasan  tersendiri jika aku mampu membuat mereka marah ! sebel ! terlebih-lebih kalau melihat saudaraku menangis karena ulahku.

Sebenarnya kalau aku mau dikit saja membuka hati, dan membuang ego sebenarnya kedua orang tuaku, 3 saudaraku begitu mengasihi dan mengerti aku, tapi aku tidak mampu melawan "gejolak" di hatiku, ada PEMBERONTAKAN ! aku sering depresi karena berusaha untuk  melawan AMARAH yang ada dihatiku  !
Itu semua terjadi  beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang mampu merubahku, sampai ada satu Pribadi yang memelukku penuh kasih! Menegurku dengan lembut ! Dia adalah Kekasih jiwaku, Tuhan Yesus !

Januari 2000, aku  bertemu secara pribadi dengan Tuhan Yesus dan Pebruari 2002 aku mulai   terjun dalam pelayanan, aku melihat banyak hal-hal yang tidak pernah terpikir olehku selama ini, ternyata aku BUTA ! dan membuat aku sangat  MALU  ! !
Aku berkata pada Yesus, "untuk apa aku melayani, kalau kebencian pada orang tuaku belum bisa aku hilangkan dari kehidupanku. Bantu aku untuk mengasihi orang tuaku ! "

Ada pertanyaan besar di benakkku, "sesunguhnya ada apa denganku, kenapa kebencian yang aku rasakan begitu besar ! Apa yang salah diantara kami !
Jawaban yang aku nantikan dari Tuhan, tak kunjung ada, aku bergumul ! sampai akhirnya, Tuhan mengingatkanku peristiwa di masa lalu, ketika itu aku masih kecil, sehingga semuanya sudah samar-samar di benakku.

Ketika itu aku berusia antara 7 - 8 tahun, dengan bangganya aku menunjukkan photoku  pada  seorang tante (kakak Ibuku), dan aku katakan, "Tante, photo ini cantik kan ? "
Kata tanteku, "cantik, sangat berbeda dengan photo kamu dulu", dengan malu-malu  aku  memandangi photo itu. Walau aku masih kecil tapi aku bisa merasakan ada yang ingin dia katakan padaku tapi tertahan di bibirnya Aku terdiam dan kembali bertanya padanya,"Ibumu kecewa saat mengetahui kalau anak ketiganya ternyata perempuan lagi, dan kalau bayi ini perempuan lagi maka akan dititip dikampung untuk jaga ladang ! ".

Apa yang dia ucapkan telah melukai hati seorang anak kecil ! dan sepertinya tanteku tidak menyadari kalau apa yang dia katakan berdampak buruk buat perkembangan psikologisku.
(aku terlahir dengan menyandang predikat gadis batak, dan bagi orang batak adalah suatu kebanggaan kalau  mempunyai anak laki-laki karena bisa menjadi penerus keturunan.  Sementara sebagai anak ketiga, aku sudah punya dua kakak perempuan jadi otomatis keluargaku pengen anak laki-laki sebagai penerus.)

Anda bisa rasakan apa yang saya alami saat itu, seorang anak kecil diperhadapkan dengan  kondisi seperti  ini, belum mampu mengutarakan pendapat dan hanya bisa menerima apa yang  dia dengar dan lihat Bagaimana mungkin seorang anak kecil berargumentasi dengan orang dewasa, aku hanya terdiam dan menerima apa yang aku dengar dari tanteku. Aku TELAN bulat-bulat semua cerita tanteku, bahwa "keluarga" akan menerima dengan suka cita jika yang lahir bayi LAKI-LAKI dan kalau WANITA akan di campakkan! "untuk jaga ladang yang ada dikampung".

Awal 2004, Tuhan  mengingatkan aku kejadian-kejadian yang selama ini terlupakan olehku, dan aku akhirnya menyadari bahwa apa yang aku pikirkan selama ini salah besar !
Tuhan mengingatkan kenangan-kenangan indah bersama Ibuku. Wanita yang tegar  membesarkan 4 orang anak tampa pembantu, setiap pagi ibuku pergi ke warung membeli sarapan buat kami, bukan karena ibuku malas memasak buat kami tapi ke 4 anaknya mempunyai selera yg berbeda-beda, ada yg pengen lontong, cenil, lupis, mie, apa yang terjadi kalau  Ibuku harus memasak semua permintaan anak-anaknya

Tuhan juga mengingatkau suatu masa dimana Ibuku begitu perhatikan padaku, tapi amarah  membuat memori itu hilang dari memoriku. Ibuku alergi dengan makanan yang  mengandung  unsur "ikan asin", karena itu kami tidak pernah makan ikan asin, terasi atau sejenisnya.

Suatu hari, saat aku sudah SMA ada piknik yang diadakan oleh sekolah, aku melihat menu teman yang duduk disebelahkuku yang lain dari pada yang lain, aku belum pernah  melihatnya menu seperti itu sebelumnya, kata temanku namanya "cumi asin" waktu aku memakannya ternyata rasanya uenak sekali.
Sekembalinya dari piknik, aku cerita pada beliau, "bu, kemarin aku makan ikan asin enak sekali, tapi aku lupa namanya apa ?

Besoknya Ibu mengajak aku kepasar ikan dan melihat-lihat jenis ikan yang aku makan kemarin setelah mutar-mutar akhirnya kami menemukannya, aku menjadi bahan perhatian karena aku  hiteris dipasar.
Dan Tuhan bertanya, "anakKu, apakah belum cukup apa yang telah aku singkapkan  bagimu? Mereka mengasihimu tapi amarah  telah  menutup mata rohanimu".
Aku berteriak, "Bapa, cukup ! aku tidak kuat lagi !".

Tepatnya April 2004, Tuhan pulihkan hidupku, ketika itu, Ibu menemani kakak yang  baru  melahirkan dan aku mulai belajar untuk kendalikan amarahku, mau buktikan pada Ibu, bahwa anak gadisnya sudah lahir baru.
Beberapa hari sebelum Ibuku pulang kampung, aku Tanya, "Tuhan, gimana donk, kenapa belum ada tanda-tanda kami bisa berdamai !"

Pagi itu, setelah saat teduh, aku ngobrol  dengan ibu, dia membuka pembicaraan dengan  bertanya bagaimana Firman Tuhan menyingkapi "Kutuk" (kutuk nenek moyang, dampak orang tua yg berdukun terhadap keturunannya).

Aku sangat kaget dan bingung, kenapa Ibu tiba-tiba membahas mengenai kutuk, perdukunan,  dampak psikologis bagi seorang anak yang masih dikandungan yang akan digugurkan oleh orang tuanya.
Dalam kebingungan aku mencoba menjawab pertanyaan ibu dan Roh Kudus berbisik "ini saatnya anakKu, ceritakan pada Ibumu apa yang kau rasakan selama ini, apa yang kau dengar ketika masih kecil dan katakan bahwa engkau telah mengampuni semuanya dan melupakannya  ! "

Dengan tuntunan Roh Kudus, aku mulai menyampaikan isi hatiku, bagaimana lukanya  hatiku   ketika mendengar cerita itu, bahwa Ibu dan Ayah tidak sepenuh hati menerima kehadiranku jika aku terlahir sebagai wanita ! "

Dan aku jelaskan bahwa apa yang terjadi dimasa sebelum aku lahir sadar atau  tidak sadar, percaya atau tidak percaya mempengaruhi janin yang ada dikandungan Ibu, ditambah lagi ucapan tante yang tertanam sangat dalam dihatiku. Jujur aku marah, aku sedih, aku ingin berontak walau aku mencoba untuk melawannya tapi  entah kenapa luka dihatiku begitu besar dan aku tidak kuasa  untuk  melawannya.
Aku melihat mata Ibuku mulai berkaca-kaca, dan dia berkata, "Ibu dan ayah sangat  mengasihimu, dan memang ketika itu nenekmu menyarankan jika perempuan diberikan aja 
kepada orang lain !, ibu juga sedih dan tertekan, satu hal yang harus kamu tahu bahwa kami mencintaimu".

Firman Tuhan katakan di 1 Petrus 4:8b, . . . kasih menutupi banyak sekali dosa, dan aku butuh waktu salam untuk bisa pulih, dan untuk lepas dari "akar kepahitan", aku harus menunggu 13 tahun !
Memang sulit untuk belajar mengasihi tapi jika kita membuka hati pasti Yesus akan buka jalan dan jangan pernah menyerah untuk belajar.

Written by sari_tarigan  6 June  2005, (True story_file.dot.kisah seorang sahabat )
Gbu,
SariHati   Indah  Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152   Ext. :  158
o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o

Haleluya, Glory to the Holly Lamb, Praise Jesus ! Our God is an Awesome God !

PROMOSI Toko Buku RDSB http://tokobuku.rdsb.org
+ Khotbah MP3 Harga Hemat
+ VCD Peter Youngren, Moris Cerullo, dan masih banyak lagi

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke