Nasib kita ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, dan Yang Maha Kuasa memberikan 
kesempatan bagi kita untuk merubahnya melalui kerja dan usaha kita. Bukan 
artinya kita harus keluar dari TLKM, tapi juga kurang tepat kalau kita 
menerima TLKM ini apa adanya. Tidak dengan mempertahankan status quo. Inget 
jaman TLKM dibawah pimpinan Pak Cacuk? Kan beliau tidak menerima TLKM ini 
apa adanya. Coba kita bandingkan dengan DIRUT yang sekarang.

Memang kondisi di TLKM saat ini adalah banyaknya truk-truk dan bus-bus yang 
menghalangi mobil-mobil baru untuk mendahului. Memang kondisi TLKM sekarang 
ini sangat ditentukan oleh siapa-siapa punggawa yang ada dipuncak 
kepimpinan. Yang jelas, doa yang perlu kita dan saya panjatkan, semoga 
kalau nanti mobil-mobil baru sekarang ini, Bang Wisnu, Pak Andang, Bang 
Dev, Pak Arden, Mbak Yuyuk dll menjadi punggawa di TLKM ini inget dengan 
email-email yang pernah kita ini.....


At 09:01 AM 5/10/2002 +0700, you wrote:
>Be patient; think twice; nasib kalian ya..di tangan kalian
>sendiri dong (mosok di tangan orang lain). Mo keluar
>boleh...fight your own destiny and compete with others. Mo
>tetap juga monggo....terima tlkm apa adanya (memang
>kondisinya gitu koq...).
>
>Siapa berani skaalii...?!  ;-)

Kirim email ke