Hanya saja, untuk evaluasi balanced score card pada waktu Pak AUT, ESI tdk dipakai dg pertimbangan belum sesuai sebenarnya (waktu itu besar juga, ttp diperkirakan lebih kecil krn komplain ke Sekar waktu itu cukup banyak). Dan pada waktu review kinerja 1999/2000/pertengahan 2001 (u/ reveiw manajemen termasuk dg BOD PIN), agar dievaluasi parameternya, metoda survey (krn metodanya terbuka, ini sulit dpt mendapatkan hasil maksimal), dan metoda samplingnya. Sekar DPD dulu pernah mau membikin mnrt versi sekar.
Saya melihat yang perlu dievaluasi adalah :
1. Parameterisasinya apakah sudah menyentuh totali yg dirasakan karyawan (krn dulu ada alasan untuk mengejar NKU, sementara yg menyentuh sebenarnya kadangkala tidak mjd tanggung jawab Divre/Datel). Jadi waktu itu ada bias kepentingan untuk NKU (tupres) atau riil ingin mengetahui kepuasan sebenarnya (file risalah rapat kinerja lengkap di Performansi krn saya notulisnya pada waktu itu) dg konsekuensinya memperkecil NKU. Dulu sempat direkomendasikan agar menggunakan konsultan u/ create awalnya.
2. Metoda pencarian informasi dalam kuesioner dg metoda terbuka. Mnrt yang saya tahu (juga kata Pak Asrul top surveyor Divre I), untuk jenis kategori permasalahan ini hrs menggunakan metoda tertutup (mohon Pak Asrul bisa dijelaskan ke-2 meyoda tsb?). Permasalahan ini sangat sensitif shg kalau metoda terbuka jadi bias informasi.
3. Samplingnya apakah sudah di segmentasi per-umur, pendidikan dlsb krn seharusnya apabila mau melakukan survey kuesionaer perlu dilakukan clustering dan perlu pembobotan (lihat CSI menggunakan clustering dg 11 kontak point dg memiliki bobot tersendiri).
Sekali lagi, saya bukan mem-provokasi masalah ini, ttp saya mengingatkan perlu hati-hati membaca performance indicator. Contoh yg banyak salah diungkapkan manajemen saat review yakni kenapa pendapatan turun padahal ASR naik??? Ini adalah analisis korelasi parameter yang keliru, dimana yang satu mrp indikator akumulatif dilawankan ratio dan data dasarnya sampling lagi (ternyata kekeliruan ini terjadi dimana-mana). Ini sama dg mempertanyakan apa hubungan jumlah kecelakaan berdasarkan jenis kelamin di jalan raya (kalau dipaksakan terkesan terkorelasi, padahal hubungannya ngalor ngidul dan untung-untungan).
Dmk kawans, Pak Asrul seyogianya memberikan masukan konstruktif masalah metoda survai di CSI ke ESI agar nanti hasilnya tidak membuat kekeliruan. Mohon maaf...
At 04:58 PM 5/10/02 +0700, you wrote:
Bisa dipilah gak persentase kepuasan karyawan tersebut berdasarkan Umur, Tingkat Pendidikan, Grade dsb.?
Mungkin saja 29,17% karyawan yang tidak cukup puas itu adalah seperti karyawan yang banyak dihambat oleh truk jelek (keukeuh - disuruh ganti topik gak mau .. :)).
Terus terang kalo membaca berita di Intranet itu dari sisi statistik mentah sekali tidak menggambarkan profil karyawan yang disurvey.
well have a nice weekend guys ... specially buat temens di BSS ..:)
At 16:18 10/05/2002 +0700, you wrote:
Survey membuktikan bhw SDM di Divre I masih cukup puas dengan manajemen SDM-nya,
Jadi... jangan rumongso iso.. (kata pak Andang)....
Nyambung nggak konteksnya ya.. ???
70,83% KARYAWAN TELKOM DIVRE I CUKUP PUAS
Medan, Intranet Divre I
70,83% Karyawan Telkom Divre I merasa cukup puas terhadap struktur organisasi yang ada, sistem pelatihan, penilaian kinerja, pelayanan karyawan, jenjang kasir, penempatan kerja/mutasi, lata karyawan, kompensasi dan benefit serta hubungan Industrial.
Secara keseluruhan dilihat dari tingkat Divre I hasil penilaian Survey Kepuasan Karyawan tahun 2001 dinilai Cukup Baik. Namun tidak banyak perbedaan bila dibanding dengan hasil survey periode tahun 2000.Jadi secara umum karyawan Cukup puas dengan hasil survey tahun ini Cukup Memuaskan. Sehingga dari sisi penilaian secara Organisasi kondisi ini perlu terus dipelihara dan bahkanditingkatkan.
dst...selanjutnya lihat intranet Divre
