Ass.wr.wbr.
Wan krawan-krawan, dan man-treman-treman alumni se-antero bumi
andalas,
Kami sampaikan bahwa kemarin pukul 16.00 - 18.00 wib ada conference call
forum silaturahmi karyawan yg dikomandani oleh Pak Asep dari corporate.
Agenda utamanya adalah membicarakan skenario apa yang akan dilakukan
untuk menyikapi penolakan direksi atas usulan sekar DPP perihal
kenaikan/eskalasi kenaikan grade otomatis ke beberapa angkatan OS akibat
policy rekrutment karyawan baru yang langsung se-level band individu VI.1
(grade 12).
Hasil selengkapnya akan ada notulen dari temans di Bandung (peserta
risti, divre 1, divre 2, divre3, divre 5, divre 6, corporate dan??),
namun tidaklah salah bila saya sedikit rangkum hasil pembic. sbb :
1. Acara pertama me-review masukan-masukan langkah apa yang akan
dilakukan. Dari seluruh masukan dpt saya simpulkan bbrp alternatif
:
a. Melakukan upaya jawaban penolakan baik melalui surat dari sekar maupun
alumni.
b. Melakukan audiensi langsung alumni (alternatif di luar sekar) ke
direksi untuk bisa dilakukan suasana dialogis. Diupayakan ada perwakilan
masings divisi.
c. Melakukan cuti bersama apabila langkah-langkah tersebut ditempuh dan
tidak berhasil (namun belum ada kesamaan antar divisi).
2. Dari divre I ada usulan alternatif sbgmn miillist kita diskusi
sebelumnya, yakni mendorong kawans yang layak jual kita bantu untuk
keluar ke company lain yang representatif (tapi sepertinya usulan ini
kurang dpt respon).
3. Untuk melakukan cuti bersama, ternyata antar divisi tdk dpt disamakan,
dan yang paling solid hanya Divre 5 krn kondisi antar divisi sangat
berbeda. Sebagaimana di Divre I ada perbedaan kondisi shg penyikapannya
masih berbeda antara lain :
a. Kasus pegawai baru dg level yang sama belum ada, shg tidak ada isu
pokok yang bisa menyatukan ikatan emosionil yang sama dlm
bertindak.
b. Pergerakan roda kenaikan grade ke level 11 sedang berjalan shg
optimisme yang ada se-level dg tuntutan ekskalasi dan tak ada
resiko.
c. Kultur yang beda antar Divisi, di Divre I krn interkasi dg mitra
begitu intens shg memunculkan budaya baru yg signifikan untuk keluar
company (terutama yang memiliki daya jual tinggi) guna mengatasi
kekecewaan sistem, rasa percaya diri yang optimal.
4. Akan diupayakan melakukan sosialisasi isu ini secara maksimal (kalau
bisa ke luar OS lain yng senasib).
Dmk sekilas rangkumannya, mungkin Pak Ramzy, asrul, kiki, nanta any
comment????
Nah, sekarang giliran usulan saya selain alternatif di atas. Tadi pagi
saya diskusi dg Pak Prasabri dan kemudian juga mendiskusikan masalah ini
dg alumni senior STTT lainnya. Hasilnya sbb :
1. Kita hrs memahami psikologis direksi apabila metoda seperti desakan
kita itu tidak efektif krn direksi pasti akan resisten bila menerima krn
merasa didikte oleh anak-anak stt telkom (ini manusiawi). Shg kalkulasi
kami akan sulit dg metoda formal. Tapi metoda formal tetap dilakukan dan
pararlel dg metoda 2 di bawah ini.
2. Optimalkan zedo approach yakni mekanisme non formal dengan strategi
melalui tangan orang lain yang se-level direksi. Artinya, kita hrs
melobby orang-orang berpengaruh seperti Pak Thomas wijanarto, agus utoyo,
Pak didi wargaprawira, pak Bambang hidayat, pak ermady dahlan atau para
kepala divisi atau lainnya, untuk mempengaruhi para direksi. Langkah ini
saya percaya peluang berhasilnya lebih tinggi dg syarat :
a. Hrs ada pe-lobby ulung yg dpt akses langsung ke
beliau-beliau.
b. Kemampuan komunikasi yng unggul (tdk emosional).
c. Siap materi yang rasional.
Eskalasi naik grade otomatis perlu ditinjau ulang krn :
1) Semangat sama rasa sama rata jadi lebih menonjol tdk ada unsur
performance (ini mesti jadi
penilaian yg negatip krn akan dinilai irrasional
oleh direksi).
2) Multiplier effect-nya lebih terasa.
Solusinya : hampir mirip ekskalasi grade tapi dg metoda speed up grade dg
cara bila ada anak golongan OS yg dirugikan nilai NKI-nya P2 maka
kenaikan grade-nya dipercepat satu tahun, kalau P3 jadi 2 tahun, kalau P1
menjadi 0,5 tahun. Hanya saja metoda ini lemah krn segera akan
diimplementasikan ke sistem band...tapi tak masalah bila pola kenaikan
grade ini dikonversi ke kenaikan band untuk horisontal atau vertikal
(lamanya dikonversi). Jadi anak OS STT Telkom untuk bergerak band-nya
lebih cepat dibanding OS baru untuk masa tertentu (bukan sepanjang
masa loh), tentunya dg performance yang sama.
Dan khusus kawans di Medan tidaklah salah bila segera melakukan
audiensi ke Pak Ermady ttg masalah ini dan infokan posisinya. Tapi itu
dulu formulasikan apa yang akan disampaikan (bisa juga untuk perwakilan
palembang diundang he...he...). Untuk Sumbagsel kita siap hal ini kita
infokan ke manajemen SBS.
Dmk informasi saya. Semoga ada solusi yang mecerahkan.
Wassalam. wr.wbr
Andang Ashari
