Nah pertanyaannya sejak kapan mau disebut organik ? Biogenic gas mostly berisi CH4 ?
jadi inget plajaran kimia SMA dulu ..... Atom --> Unsur --> Senyawa ... ?
RDP
From: KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus <[EMAIL PROTECTED]>
Pak Awang sebenarnya bagaimana definisi yang dikatakan biogenic dan abiogenic...? karena kalau dari tulisan ini ,
Untuk membuat hc dengan sistem abiogenic dibutuhkan carbonate ( sebagai penyumbang unsur C ), sedang carbonate sendiri sebenarnya adalah zat organic juga ( pada awalnya).... Jadi apakah sistem fischer - tropsch ini bisa berlaku di area yang merupakan jalur subduction/colision tanpa adanya carbonate...?
Apakah dengan sistem ini bisa juga digunakan untuk daerah carbonate yang terkena intrusi..? dan apakah jenis intrusinya juga mempengaruhi proses pembentukan hc dari carbonate ini...? misalnya komposisi kimiawi intrusinya asam / basa dsb.....(karena kalau serpentinit berarti berhubungan dengan magma yang basa.. sedang sistem vulkanik / gunung api lebih ke asam...cmiiw) sehingga mungkin kita tidak akan menemukan hc dari carbonate di daerah vulkanik....
kalau kita melakukan test geochemia terhadap hc yang diperkirakan dari organic dan dari anorganic apakah ada significant perbedaan unsurnya ...?
Regards
Ferdinandus Kartiko Samodro TOTAL E&P Indonesie Balikpapan DKS/TUN/G&G 0542- 533852
Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> 06/13/2004 12:25 AM Please respond to iagi-net
To: [EMAIL PROTECTED] cc: Subject: RE: [iagi-net-l] The Origin of Petroleum
Saya pikir, daripada berdebat apakah petroleum itu biogenic atau abiogenic origin, atau mana yang benar teori organik atau anorganik; lebih baik menggunakan waktu kita yang sempit ini (karena begitu banyaknya yang harus dikerjakan) untuk mengeksplorasi baik petroleum biogenik maupun abiogenik.
Saya pikir juga kedua jenis petroleum itu ada. Migas di sedimentary basins itu apa ? Buat saya, itu organik sebab akan sulit kalau diterangkan dengan asal anorganik. Migas jauh di batuan beku seperti di ladang-ladang gas ex USSR itu apa. Itu anorganik sebab kalau diterangkan dengan asal organik akan sulit.
Jadi, seperti biasanya, kita anut saja kedua teori itu dan gunakan sebagaimana mestinya. Jadi kita berada di tengah2, di kedua ujungnya sebagaimana biasanya biarlah berdiri ilmuwan2 yang ekstrim yang ngotot dengan teorinya. Di geologi atau ilmu apapun dua teori berlawanan itu selalu ada : uniformitarianisme vs. katastrofisme, fixistic vs. mobilistic. Teori memang begitu, padahal faktanya sering kedua2nya terjadi bersamaan, jadi ga salahlah kalau berdiri di tengah, bukan ga punya pendirian.
Untuk Indonesia, khusus riset tentang anorganic theory of petroleum origin tidak bisa disebut tertinggal dibanding negara2 lain. Hampir semua negara juga belum maju risetnya tentang ini sebab memang tak melirik ke situ. Memang baru dua tahun belakangan ini saja teori anorganik digali lebih internasional melalui simposium AAPG bekerja sama dengan beberapa institusi lain. Dulu, tahun 1974, waktu AAPG Bull memuat tulisan panjang lebar Porvirev tentang anorganic theory, AAPG perlu memberi catatan khusus karena takut dituduh bahwa AAPG telah melirik ke teori anorganik Rusia. Tulisan2 teori anorganik yang pernah muncul di AAPG Bull bisa dihitung dengan jumlah jari sebelah tangan saja. Memang jangan dicari di situ.
Sekitar 2-3 tahun yl. kita pernah diskusikan di IAGI-net tentang abiogenic origin of petroleum, dengan judul Syntheis Fischer-Tropsch for Abiogenic Petroleum (barangkali masih ada yang ingat ?). Tahun lalu di Majalah Geologi Indonesia (edisi Juni 2003 ?) saya tulis penerapan Sintesis F-T ini khusus buat kemungkinan kejadiannya di lingkungan geotektonik Indonesia Timur. Saya kutip abstrak dan kesimpulannya :
"Fischer-Tropsch" Petroleum Formation in Collision Zones
of Eastern Indonesia : Possible Abiogenic Genesis of Petroleum
ABSTRACT
Possibility of abiogenic petroleum formation by Fischer-Tropsch synthesis in the collision zones of Eastern Indonesia is preliminary reviewed, including : Banggai-Sula, Buton-Tukang Besi, Banda Arc of Timor-Seram-Buru, Halmahera, and Irian Jaya. Positive results are indicated.
Fischer-Tropsch synthesis is a well known industrial process whereby million of tons of oil resembling petroleum are produced from CO or CO2 and H2 reacting on a metallic iron or iron-oxide catalyst. This process can occur in geotectonic environment mainly in lithospheric plate interaction of collision and subduction zones. CO2 is provided by thermal degassing of subducted carbonate which react with H2 resulted from water-induced serpentinization of ophiolite to form synthetic hydrocarbons in reduction condition.
Evidence of the presence of abiogenic hydrocarbons formed by F-T synthesis in collision zones of Eastern Indonesia should be worked out. Both organic and abiogenic petroleum may contribute one area to add resource inventory. An understanding of the origin of petroleum of organic and/or abiogenic is a crucial element in the design of successful exploration strategies and in their production. Abiogenic origin of petroleum may not be ignored anymore.
CONCLUSIONS
Petroleum can be made synthetically through various chemical engineering process including the Fischer-Tropsch (F-T) synthesis firstly introduced in early 1920s. F-T synthesis produces organic compounds by catalytic hydrogenation and reductive polymerization of carbon monoxide or carbon dioxide.
Process of F-T synthesis can occur in geotectonic environment mainly in lithospheric plate interaction of collision zone in which subducted sediments contained significant amounts of carbonates or where an ophiolite sheet has been obducted over shelf carbonates. Water and metamorphically degassed carbon dioxide rise from subducted sediments along the base of the ophiolites, creating excellent conditions for serpentinization, the reduction of H2O and CO2, and their synthesis to hydrocarbons. The weight of the thrust sheets may help drive the fluids produced migrating upward and updip through fault conduits and charge available traps.
Based on each tectonic and stratigraphic setting, petroleum formation by F-T synthesis is possible in collision zones of Eastern Indonesia. The application has been made to Banggai-Sula, Buton-Tukang Besi, Banda Arc, Halmahera, and Irian Jaya collision zones. The most ideal setting for F-T petroleum can be seen in the Banggai-Sula area. Recent giant gas discoveries in this area should be characterized whether abiogenic related with F-T synthesis or organic origin.
Abiogenic origin of petroleum should not be ignored anymore since it can expand the area of exploration and add reserve. Organic and abiogenic petroleum may both contribute accumulation in one area.
Salam,
awang
[EMAIL PROTECTED] 06/11/2004 10:14 AM Please respond to iagi-net
To: cc: Subject: RE: [iagi-net-l] The Origin of Petroleum
Memang betul apa yang Herman katakan. Saya tahu teori ini dari bukunya pak Koesoema, emang waktu sekolah dulu, dan beberapa tambahan reference setelah di perminyakan. Tapi ya itu tadi, cuman saya endapan di otak sebagai salah satu reference saja, dan tidak mencoba memahami lebih lanjut, karena memang tidak populer di dunia perminyakan Indonesia. Dari apa yang tertulis di bawah, kelihatannya kita harus menengok lagi dan memahami lebih banyak tentang teori abiogenic ini. Dan kalau memang benar terbukti, akan membantu Indonesia utk tidak menjadi net oil exporter.
Herman, gimana khabar Gemusut discovery vs. Kakap discovery ???
Salam, Teguh P.
"Darman, Herman H BSP-TSX/4" To:
ell.com> Subject: RE: [iagi-net-l] The Origin of Petroleum
06/11/2004 09:52 AM Please respond to iagi-net
Teguh,
Waktu saya belajar di ABerdeen, pelajaran geochemistry menggali teori-teori ini. Teori abiogenic dipakai umum di Rusia dan sebagian North Sea. Tapi memang di Indonesia belum banyak dipakai.
Salam,
Herman
--------------------------------- Do you Yahoo!? Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
_________________________________________________________________
Stop worrying about overloading your inbox - get MSN Hotmail Extra Storage! http://join.msn.click-url.com/go/onm00200362ave/direct/01/
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

