Rekan Shofi,
Maaf jika sudah ada yang me-reply enquiry anda. Sekedar tambahan info tentang psig dan 
psia. Kita ketahui bahwa, 

PSIG (gauge) = PSIA (absolute) - PSIO (atmosphere)

Zero pressure pada GAUGE (0 psig) sebenarnya tidak benar-benar nol psi. Karena masih 
ada 14.7 psi tekanan atmosfir yang terukur pada kondisi atmosfir. Gampangnya, jika ban 
mobil kita kempes lalu diukur pakai gauge, maka akan terbaca 0 psig. Padahal, tekanan 
absolutnya masih ada, yaitu tekanan atmosfir yang besarnya 1 atm (14.7 psi). Sehingga 
kalau mau dikonversikan ke psia (refer to Ideal Gas Law), pembacaan psig normalnya 
selalu ditambah 14.7 psi atau tekanan pada suhu pengkalibrasian gauges yang dipakai.

1 atm = 760 mmHg = 2992 inHg = 14.7 lb/in2 (psi) = 101.3 kPa = 1.013 bar

Sebenarnya SG atau HP bisa saja pakai unit psia atau psig. Tetapi, lazimnya SG, Strain 
Gauge (metal spring/coil) dikalibrasi pada kondisi atmosfir sehingga untuk satuannya 
lebih mudah dipakai psig. HP, High Precision (Quartz Gauge) dikalibrasikan kedalam 
absolute pressure (psia) dengan aplikasi Hukum Gas Ideal pada SPT, Standard Pressure 
and Temperature. Jika SG dan HP di-run bersamaan, yang satu pakai psig dengan akurasi 
+/- 10 psi dan presisi 0.1. Satunya lagi pakai psia dengan akurasi +/- 2.5 psi dan 
presisi 0.01 psi. Sekarang anda bisa melihat kenapa SG berbeda dengan HP!

Data yang anda lampirkan itu tidak ada hubungannya dengan konversi psig ke psia (HP?). 
Data di senarai tersebut adalah koreksi alat (gauge) saja pada 184 DEGF. Kita juga 
bisa mendapatkan tabel yang mirip untuk kalibrasi alat pada suhu pengukuran yang 
berbeda-beda. Jika dibuat crossplot-nya, kolom satu (sumbu X) adalah tekanan 
(eksperimen). Kolom dua (sumbu Y) adalah Perbedaan Tekanan, Delta P (selisih) 
pembacaan alat terhadap parameter kalibrasi lain yang dihitung secara teoritis: luas 
permukaan kepala piston, diameter probe, densitas fluida hidroliknya, berat beban di 
piston/gauge, gravitasi lokal, dll.,... a long list of what we might not need to know.

Selain itu kita pasti juga menemukan (di log tail) adanya electronic calibration. 
Sebagai end-user, kita tidak usah risau, data itu untuk kalibrasi internal peralatan 
elektronik terhadap perubahan suhu dan tekanan ( + drift correction) selama 
pengukuran. Cukup periksa saja apakah error levelnya mendekati nol (bagus) atau malah 
menjauhi nol (ngawur). 

Seharusnya hasil final (Pressure Summary Table) sudah melewati QC dan processing yang 
dilakukan oleh service company sebelum di"jual" ke client-nya.

My two cents,

Bambang Gumilar, Petrophysicist

Brunei Shell Petroleum Co. Sdn. Bhd.
BSP - EPE/41,  Seria KB3534
Brunei Darussalam

mailto:[EMAIL PROTECTED]
internet: http://www.shell.com.bn

DISCLAIMER -
This e-mail, any attachment and response string are confidential and may be legally 
privileged. If you are not the intended recipient, please telephone or e-mail the 
sender and delete this message and any attachment immediately. Please do not copy or 
forward this message or attachment.



-----Original Message-----
From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 31 August 2004 14:49
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [iagi-net-l] RFT Analysis - Mohon pencerahan


rekans,
Kali kali ada yang mo berbagi pengalaman untuk RFT analysis.
Di RFT log saya menemukan trailer Pressure Correction Summary yang
berisi tentang data sebagai berikut:

Temperature, 184 degsF

Pressure, PSI G Correction, PSI
0                       -14.50
997                     -21.60
1995                    -28.80
2992                    -35.30

Apa artinya diatas itu kalo yang baca Strain Gauge (Psig) itu kalo di
konvert ke HP (psia) harus dikurangi sesuai dengan koreksinya atau
gimana ya? misal 1995 psi G (strain gauge) itu equivalent dengan 1866.2
psi a?
Terus bagaimana kalau pada saat yang bersamaan pengukurannya (run bareng
bareng Strain and HP pressure gauge) ternyata perbedaannya tidak sama
dengan koreksinya?

Trims sebelumnya.

Shofi
"yang lagi nyari kutu rft data"



 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke