Pak Daru,
Sorry, baru buka e-mail nih, komentarnya jadi terlambat. Volkanik di Banggai Sula jauh lebih tua dari Kapur, Mangole Volcanics umurnya sampai 330 Ma (Karbon) walau sebaran radiometric dating lebih banyak ke 210 Ma (Trias). Kelihatannya rock assemblages volkanik Obi memang subduction related bukan detached from somewhere walaupun hal ini bisa juga (kalau ini benar, curigailah Tamrau Mountains di utara Platform Ayamaru di utara Kepala Burung). Radiometric dating volkanik dari Obi ke Halmahera menunjukkan umur semakin muda, dari 11.5 Ma di Obi ke sekitar 8.2 Ma di Halmahera. Hubungannya dengan Sorong Fault yang banyak disebut aktif bergerak di sekitar Late Miocene sampai Mio-Pliocene, maka bisa saja kan kalau volkanisme yang subduction related terjadi dulu di Obi di sekitar 11.5 Ma baru Obi terpisah oleh splay Sorong Fault dari Halmahera Arc di sekitar 7-5 Ma (Late Miocene – Mio/Pliosen). Sedangkan volkanisme di Bacan-Halmahera-Morotai terjadi sesudah splay Sorong Fault merancah bagian selatan Halmahera. Ofiolit bertengger di Lengan TL dan Tenggara Halmahera hanya sebagai obducted ophiolite Philippine Sea Plate, obducted against Halmahera Arc di sebelah barat. Maka umur bertenggernya (emplacement-nya) mestinya post 11.5 Ma. Tentu mode of emplacement ini berbeda dengan ofiolit di Sulawesi Timur yang lebih sebagai trapped oceanic crust di antara dua fragmen kontinen (Sundaland-West Sulawesi dan Banggai-Sula). Dan tentu ini berbeda juga dengan ofiolit di Obi dan Bacan yang lebih mungkin sebagai produk scrapping off Molluca Sea Plate saat subduction terjadi. Salam, awang Sukmandaru Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Pak Awang, Menarik memang membandingkan Obi dan Banggai - Sula, saya tidak ikutkan Bacan karena sepertinya perbedannya cukup signifikan dengan Obi (agak melebar nih.....). Persamaannya mereka sama-sama dijalur (ditransfer oleh) Sorong Fault, cuma Banggai-Sula berada didepan dan menghajar "Sulawesi" duluan sedangkan Obi berada diurutan belakangnya. Perbedaanya yang cukup signifikan adalah volcanic (dan intrusives?) rocks di Obi berumur Miosen sedangkan di Banggai-Sula lebih tua lagi (Cretaceous... kalau gak salah). Saya pernah nulis ttg volcanic rocks di Obi untuk PIT IAGI 1998. Data whole rock analysis menunjukkan kalau volkanik-nya adalah calc-akaline (andesitik to basaltik). Lava bantal, hyaloclastite, dan peperite banyak sekali dijumpai disamping sheeted lava dan pyroclastics. Kesimpulan saya waktu itu volcanic rocks ini adalah produk busur magmatik (subduction zone). Tapi subduction yang mana? Soalnya subduction zone yang di Halmahera (umurnya Miosen juga??) seharusnya berhenti di selatan Bacan terpotong oleh Sorong Fault. Yang paling logic, volcanic rock di Obi merupakan produk busur magmatik "entah darimana" yang tertransfer oleh Sorong Fault. "Entah darimana" ini kemungkinan adalah di sekitar Kepala Burung Irian atau bahkan Yapen. Menariknya lagi, pulau ini disusun oleh segala jenis batuan (metamorf, beku termasuk ofiolit, dan sedimen), cocok sekali untuk kuliah lapangan, sayang pencapaiannya super susah (sekitar 1995-an). Untuk Bacan agak lain, karena kemungkinan volcanic disana masih merupakan produk dari Halmahera Arc. Pertanyaan yang tersisa untuk Halmahera (pertanyaan Pak Gumilar juga) adalah bagaimana ceriteranya ofiolit bertengger di lengan NE dan SE Halmahera. Salam - Daru ----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" To: ; Sent: Wednesday, October 06, 2004 4:18 PM Subject: RE: [iagi-net-l] Sulawesi : Sedikit Saja dari Tempat di Bumi > Pak Gumilar, > > Jadi ingat Kongsi Dagang Belanda (VOC -) he2... > > Halmahera boleh sama dengan Sulawesi, tapi tak ada polarity reversal di sini. Yang unik di Halmahera adalah bahwa ada double subduction dengan Sangihe di mana kerak samudra Laut Maluku menunjam ke kedua arah ke barat membentuk Sangihe volcanic arc dan ke timur membentuk Halmahera volcanic arc. Maka di tengah Laut Maluku ada jalur tinggian utara-selatan yang dikenal sebagai Talaud-Mayu Ridge, itu uplifted Molucca Sea Plate yang melengkung akibat double subduction ke Sangihe dan Halmahera. Maka tak heran kalau Jailolo, Gamalama, Makian, Gamkonora, Ibu, Dukono adalah andesitik. Tapi coba lihat jalur subduksinya dan busur Halmahera barat tetap cembung ke Laut Maluku kan, maka ia bukan reversed island arc. > > Di sini sistem yang mirip2 Banggai-Sula adalah Obi Bacan, tapi tak sekontinental Banggai Sula, dan tak ada escape tectonics di sini sebab tak ada benturan indentasi oleh massa benua apa pun. Sebuah company pernah menganggap Halmahera Basin (Weda Basin) adalah foreland basin, ha..mana landmass- nya. Kepala Burung ? Tentu ini bukan sistem Halmahera lagi. > > Jadi bentuk pulau boleh sama, tapi punya cerita tektonik yang lain. > > Salam, > awang > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com