mas heri, mungkin perlu penjelasan lebih dulu.
didalam satu blok bisa terdapat beberapa lapangan, misal di blok B di North
Sumatra dulu, Mobil Oil punya beberapa field , ada Arun Field, ada Cunda
Field dll. Sedang nomor sumur biasanya diberi nama sama didalam satu field,
jadi didalam satu field bisa ada beberapa sumur berurutan nomor sumurnya.
Tapi didalam satu blok bisa terdapat beberapa sumur dengan nomor satu,
misalnya BP-1, Porong-1 yang keduanya berada didalam satu blok yang sama.





On 1/6/07, heri ferius <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Sumur BP#1 kan sumur eksplorasi (willcat), dari melihat nomornya saja
masih
no.1 (satu), walaupun satu blok kontrak, tentunya sudah beda closure
dengan
sumur lainnya, sehingga di bedakan menjadi nama BP#1. Apa?, agar dapat
insentif diberi nama beda dan kalau gagal hanya dapat CR, kan ada
BPMigas?,
Secara awan saja, bila masih dianggap satu blok dengan yang berproduksi
tentu nomor sumurnya sudah >1.

Wong, seorang anak yang baru lahir saja , sudah menanggung 7 jt Rp utang
negara. Apa mau ditambah lagi ??.

HF


----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, January 04, 2007 8:31 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] LApindo Harus Sediakan Rp 3, 8 T - 2 Pakar
Geologi
Kuak Misteri Lumpur Sidoarjo


> Dari lap keuangan EMP 2006 , disebutkan bahwa biaya yang
> dikeluarkan untuk Lusi ini akan dibayarkan oleh pemerintah (
> cost recovery )dg alasan sesuai dg PSC nya , meskipun si Panji
> 1 ini adalah smr eksplorasi tapi masih dalam satu blok yang
> sudah berproduksi , demikian berita hari ini di Media.Disisi lain dari
> perhitungan pemerintah sementara biaya yang
> hrs disediakan mencapai 3,8 T.untuk LusiIni semua akan menjadi tarik
ulur
> untuk menentukan "Siapa" yg
> hrs menanggung, EMP/Lapindo , Pemerintah atau masing masing
> yang menjadi kurbannya. Nah untuk menentukan si "Tertuduh" tsb
> Kuncinya adalah Ini kesalahan Manusia ( Prosedur , dll ) atau
> Alam ( jadi tidak dicampur adukan ). Disnilah permasalahannya (
> tentang sebab musebab tsb ) Makanya Tidak pernah selesai ,
> karena akan menempuh jalan panjang mungkin sampai Arbitase
> Internasional.Nah kalau sudah masuk arbitase Internasional itu
> biasanya pihak pemerintah itu Kalah ( inget kasus kasus
> beberapa waktu lalu ttg KBC , dll )karena dalam hal pernjanjian
> kontrak kontrak biasannya ada kelemahan di pihak pemerintah.
Kalau diperhatikan di Lusi ini, Pihak Timnas konsentrasinya
> adalah ke Penanggulangan Dampaknya ( inipun sudah kedodoran ,
> spt pompa macet, tanggul jebol, dll ) sedangkan untuk
> mengetahui Sebab musebabnya rupanya karena ini nantinya
> menyangkut segi Hukum , maka yang lebih konsen di lembaga
> Penyidik ,  karena ini masalah Teknis dan sains ( G&G, PE , dll
> ) maka dibutuhkan analisis yang tepat oleh orang yang
> berpengalaman, celakanya di lembaga Penyidik ini hampir
> semuanya orang Legal. Mungkin kedepan dg berbagai permasalahan
> sekarang ini sudah waktunya para G&G masuk ke institusi
> Penyidik ( Siapa tahu suatu Ketika Jaksa Agung adalah seorang
> anggota IAGI dan disisi lain Juga siapa tahu ada seorang
> pengacara juga anggota IAGI , mungkin sekali kali IAGI perlu
> sosialisasi ke lembaga penyidik 2 tsb ) . Kalau sekarang ini di
> FH ada pelajaran Hukum Perbankan / Ekonomi , dll maka kedepan
> mungkin perlu juga mata kuliah Hukum Alam ( baik yang
> menyangkut Bencananya maupun SDA serta aspek aspek didalamnya )
Pada waktu kasus di Arbitase dulu terenyata ada salah salah
> satu kampeny yang mengajukan Pengacaranya dg background /
> mengetahui ttg eksplorasi dg baik dan si kampeni tsb ternyata
> menang yang akhirnya negara/pemerintah hrs bayar ratusan juta
> dollar.Kalau soal tenaga ahli baik G & G , PE atau yang lain saya kira
> tidak kekurangan , dan karena sdh menyangkut masalah Nasioanal
> , bahkan sudah ada Keppresnya , masalah yang menyangkut akses
> data dan informasi sampai apapun tidak ada masalah ( Toh di UU
> Migas juga sudah jelas bahwa semua Data apapun yang menyangkut
> survai pendahuluan , Eksplorasi dan eksploitasi adalah milik
> Negara )
>
> ISM


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap
spam
http://id.mail.yahoo.com

---------------------------------------------------------------------
ayo bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


Kirim email ke