Walah, kalau itu secara teoritis sulit dijelaskan ya. Soalnya, semua HC, gas, fresh water dan juga dry rock matrix setahuku merupakan isolator. Jadi, by nature, ketiga komponen tersebut akan menunjukkan high resistivity. Yang memberikan value resistivity berada dalam interval "normal" kan adanya conducting fluids didalam pore + conductive mineral kalau ada. Kalau secara empiris, hmm, ini belum pernah kuperhatikan. Tetapi kalau mau mempergunakan data density, kemungkinan bisa dijelaskan. Ada banyak asumsi yang harus dibangun, hanya, secara molekular, berat CO2 berbeda dibanding simple methane. Jadi, dalam skala tertentu, dimana density batuan konstan, porosity konstan, komposisi fluida konsisten, maka komponen ini juga mungkin bisa dideteksi. Masalahnya kan gas HC tidak selalu ideal (komposisi! tunggal), jadi, harus hati2 mempergunakan premise ini. Neutron mungkin lebih sensitif karena komponen H+ nya tidak ada didalam CO2. Kembali, lihat premise diatas, ada ndak kandungan airnya. Frans kali bisa menjelaskan lebih detail Bambang
|
---------------------------------------------------------------------------- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

