Mungkin proposal / usulan untuk penaggulangan diajukan secara komprehensif
diajukan oleh suatu konsursium asosiasi/organisasi keilmuan yang terkait
baik masalah mengenai geosainnya maupun engineringnya ( Ahli geosain , Ahli
Fisika, Ahli Kontruksi , Ahli Mechanical , dll ) karena masalahnya sekarang
sudah mleber kemana mana, tidak bisa kalau hanya satu sisi saja sehingga
menyangkut semua aspek . Jadi semacam Proposal bersama.p dari semua
organisasi profesi saya yakin akan lebih diperhatikan.
Gimana ya kalau dibikin sayembara saja Siapa yang mau coba menerapkan
teknologinya untuk menaggulangi Lusi boleh boleh saja dengan biaya sendiri
, baru kalau berhasil dibayar tentunya juga diberikan semacam insentifnya ,
yah semacam di CR gitulah.
ISM
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, May 16, 2007 5:14 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] LUSI
Saya kalau baca wejangan Pak Untung ini seneng banget soale selalu
memotivasi untuk berpikir dan berjalan :)
Pak Untung, yth
Tadi siang saya menengok di Pameran IPA ada boothnya MIPA ITB dengan
HDBC-nya, kebetulan juga sempat ngorbol dengan Pak Bagus Endar yg
menjadi motornya HDBC.
Sebenernya yg dilakukan dengan HDBC ini merupakan salah satu hasil
dari bangsa sendiri yang akhirnya dikaji dan diterima serta
diaplikasikan di LUSI. Memang selama ini berita-berita yang keluar di
media terutama kalau ada pertemuan pejabat (presiden) dengan pihak LN.
Termasuk usulan dahulu dari Russia. Sepertinya usulan dari Russia itu
ya akhirnya ngga diterima atau tidak dijalankan juga kan .... dan juga
belum tentu usulan Jepang ini nantinya akan diterima atau dijalankan.
Hanya saja hal ini (pemberitaan ini), sudah cukup menjadi pertanda
kurangnya perhatian terhadap usulan dari dalam negeri sendiri.
Teknik-teknik yang mereka keluarkanpun juga sudah pernah dikaji.
Seperti yang Pak Untung tuliskan bahwa "double coverdam", "counter
weight" dll sudah pernah menjadi wacana didalam diskusi serta seminar
... sekali lagi menjadi wacana diskusi ... sekali lagi wacana ... Ya
betul sekedar wacana.
Aku rasa usulan Pak Untung sangat tepat. Yaitu membuat sebuah usulan
proyek bukan sekedar diskusi, sekedar "aku pikir bisa diseleseikan
juga dengan metode ini, atau metode itu, atau metode yang ntu "...
Juga bukan sekedar ditulis di koran ataupun blog. Kita tahu setiap
pekerjaan harus melalui proposal yang lengkap, detil dan dapat diuji
serta dibedah secara ilmiah sebelum dijalankan. Di kantor setiap hari
juga begitu. Tentunya demikian juga dengan penanganan Lusi juga
membutuhkan sebuah proposal lengkap.
Membuat proposal, mengajukan tender, mengajukan usulan pekerjaan
memang merupakan satu langkah yang saat ini selalu tertinggal dalam
diskusi atau selalu ditinggalkan begitu saja tidak ada "follow up" dan
"follow through" setelah berbusa-busa menulis diforum diskusi.
Memang sampai saat inipun saya juga tidak tahu bagaimana menghubungi
timnas ataupun sekarang ini menghubungi BPLS kalau memiliki usulan.
Tentunya tidak bisa donk meminta mereka mengunjungi blog Dongeng
Geologi, kaan ? Saya harus menuliskan secara komprehensif juga kaan.
Dan harus disadari setiap usulan belum tentu diterima, itu harus tahu
dulu lah. Nah soal menghubungi ke pejabat melalui "jalan yang benar"
ini yang tidak mudah.
Tentang belum diketahuinya kondisi bawah permukaan ini, saya tadi
ngobrol cukup lama di HDBC Booth di IPA. Menurut Pak Bagus Endar sudah
banyak pengukuran yang dilakukan, terutama pengukuran permukaan.
Ketika saya tanya ada pengukuran subsidence yang kontinyu nggak, Pak
Bagus Endar menjawab mantap "sudah !". Juga sudah diketahui juga arah
penurunannya. Lah tentunya kalau saya mengusulkan hal yang sudah
dilakukan ya buat apa saya mikir lama-lama sesuatu yang pernah diukur.
Walaupun sampai hari ini saya juga belum pernah melihat hasilnya
(kesulitan akses). Usulan saya sih melihat pengukuran dari waktu ke
waktu, perkembangan subsidence (surface expression) ini merupakan
manifestasi dinamika bawah permukaan. Bukan hanya total subsidence
saja.
Kejadiannya sakjane juga berulang, dulu wektu orang Kamerad Russia
datang mereka meminta studi ini itu, dan Pak ADB crita semua
pengukuran itu sudah dilakukan ...Lagi-lagi sampai hari ini saya juga
tidak bisa akses hasil-hasil itu dengan mudah :( misalnya pengukuran
gayaberat, magnetoteluric misalnya.
Sehingga yang terlihat sepertinya banyak yang belum dilakukan. Padahal
sudah buanyakkkk data-data pengukuran serta analisa dimiliki oleh
beberapa orang yang meneliti. Memang betul konsen Pak Untung ...
karena datanya serta hasilnya tidak direlease !!!
Disinilah kucinya ... data - data itu tidak direlease sehingga
kesannya belum melakukan apa-apa. Padahal selama ini sudah banyak yang
menelitinya kan ?
Ada usulan bagus dari Pak Bagus Endar ... bagaimana kalau kita
terbitkan jurnal LUSI !!
Isinya detil-detil teknis Lusi, fakta-fakta, serta segala data yang
berguna dalam menangani LUSI. Jurnal ini harus masuk dengan ISBN
sehingga memilki nilai kum bagi yang membutuhkan. Jurnal imiah yang
dikhususkan ini bisa saja dikelola oraganisasi profesi, supaya lebih
leluasa tanpa hambatan birokrasi.
Nah ... IAGI atau HAGI yang bersedia memfasilitasi pembuatan jurnal
ilmiah ? jurnal KHUSUS LUSI ini akan menjadi media menyebaran segala
hasil olah pikir yang selama ini mencuat dalam WACANA diskusi dan
seminar saja. Walaupun tiba-tiba saja semburan berhenti mak pet !
permasalahan yang ditinggalkanpun masih cukup banyak, termasuk masalah
dampak teknis saintifik ilmiahnya.
Syapa mau ? IAGI atau HAGI ....
rdp
On 5/16/07, Untung M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya sangat setuju dengan penyataan teman-2 bahwa bangsa Indonesia idenya
banyak dan baik-baik. Tetapi kok proposal ditolak, sedangkan usulan orang
asing sangat lebih diperhatikan. Contohnya usulan orang Jepang ini sangat
ditanggapi sampai oleh presiden. Jauh sebelum orang Jepang mengemukakan
teknik "Double Cover..." beberapa orang kita telah membicarakannya bahkan
telah mengajukan pikiran yang mirip dengan usulan Jepang ini. Mengapa
tidak
terperhatikan? Hal ini perlu dikaji dengan hati-hati.
Ada beberapa kemungkinan. 1.) Para penguasa kita lebih "percaya" kepada
orang asing. Mungkin reputasinya di dunia internasional sudah nyata. 2.)
Dana, walaupun berupa pinjaman, pasti ada. Kalau putus di jalan masih
bisa
diteruskan. 3.) Proposal lebih meyakinkan disertai dengan gambar-gambar
dengan keterangan yang jelas. Ilmiah dan tekniknya dibeberkan dengan
jelas
dan menjanjikan. Perhitungan dana rapi dengan dasar-dasar yang kuat.
Dari ketiga kemungkinan itu mana yang relevan mengapa usulan bangsa kita
tidak dilihat bahkan tidak dibaca sekalipun. Kita harus introspeksi Sudah
baikkah sajian saya ini. Untuk itu perlu pengalaman.
Dengan engineering yang manapun, konfigurasi struktur geologi bawah
permukaan perlu diketahui dengan benar dan akurat. Kalau data sudah ada
dan
banyak tolong dapat dikeluarkan (released) agar para pakar dapat
menganalisanya. Kalau dibawah permukaan banyak rekahan yang memungkinkan
lumpur tersembur keluar, petakan rekahan-2 itu agar bisa ditutup. Kalau
ternyata kita tidak bisa menutupnya karena terlalu kompleks, ya tiggalkan
saja teori atau hipotesis ini. Lebih baik kembali ke usulan Pak Eddy
Sunardi
mengalirkan ke laut (Jawa Pos, tgl. 13 atau14/5). Syaratnya cara ini
ialah
lumpur harus mengalir lancar, tidak boleh berhenti di jalan.
M. Untung
--
http://rovicky.wordpress.com/
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------