Tiga Jebakan Energi Nuklir (Jebakan 3T)
Juni 15th, 2007 — Rovicky

Dalam diskusi seru tentang PLTN di mailist yg aku ikuti di IndoEnergi
ada satu topik yang menarik, yaitu diskusi saling lempar tulisan. Nah
kebetulan ada tulisan bagus dari Pak Professor Ir Marwoto
Koesumopradono yg difw ke mailist itu. Tulisan ini merupakan
wanti-wanti Pak Professor kalau Indonesia ingin masuk di era energi
nuklir.

Tapi tahu nggak ? Pak Professor telah memasukkan kita dalam jebakan
Energi Nuklir Tanpa disadarinya. Bahkan barangkali andapun sudah
terperosok dalam Jebakan Energi Nuklir ini.

Diskusi di mailist itu bisa diklik disini:

   On 6/15/07, ekki kurniawan < xxx @yahoo.com> wrote:
   > Maaf ini, saya posting tulisan yang lama, sebagai bagian dari
diskusi kita selanjutnya.
   >
   > Prof Ir Marwoto Koesumopradono:
   > Indonesia Jangan Terjebak
   > Perangkap Tenaga Nuklir
   > —– deleted to safe bandwith !!
   > (Harian Umum Suara Pembaruan, 18 September 1994)

Terimakasih Mas Ekki atas pemuatan tulisan lama tentang PERANGKAP
ENERGI NUKLIR. Dan saya langsung ngeh apa yang dimaksud dengan
PERANGKAP ini.

Sakjane ada tiga macam perangkap dalam energi nuklir yang tidak
dimengerti Pak Professor ini. (silahkan di fw ke Pak Prof).

Pak professor hanya mewanti-wanti jebakan pertama yaitu "terjerumus"
pada jebakan "terlanjur" masuk di era teknologi nuklir.

   Quote — … Ia berpendapat, katanya, negeri seperti Indonesia yang
terletak di jalur khatulistiwa tidaklah perlu memprioritaskan upaya
pembangunan pembangkit tenaga nuklir. Karen masih ada energi yang bisa
digunakan, seperti cahaya matahari yang bisa menghasilkan listrik
melalui konektor, juga melalui teknologi lainnya. -….end Quote

Memang kalau sudah terlanjur masuk ke kolam yang dangkal kita hanya
basah, tetapi ketika kita masuk kolam yang dalam harus bisa berenang
ke tepi. Tapi beliau mengisyaratkan kita bisa-bisa tercebur ke samodra
tak bertepi. Waaks !

   - :( "Looh pakdhe niku mau berenang apa main air sih ?"
   + :D " Itulah tole, ketika melihat air kita tidak tahu pasti
seberapa dalam, kita hanya menduga apa yang terjadi. Walaupun kamu
menggunakan alat canggih apapun kau hanya menduga"

Negara-negara yg memiliki PLTN (gambar)

Jebakan kedua adalah jebakan "terlambat" masuk pada era teknologi
nuklir. Jarang sekali orang yang sadar dan konsen dengan tipe jebakan
ini terutama bagi orang yang tergolong "orang yang ekstra hati-hati
dalam melangkah". Saya pernah menuliskan di mailist Indoenergi ini
dengan nama "Risk of Involvement". Contoh suksesnya adalah India yang
"sukses tercebur" masuk era nuklir dan sukses menguasai tekno nuklir.
Contoh lain barangkali Pilipina yg sudah mengadopsi teknologi nuklir
untuk industri (electric/PLTN), tapi masih belum benar-benar menguasai
seperti India atau Pakistan dan negara-negara lain. Bagi yang masuk
tetapi terlambat tentu akan berjalan terseok-seok, sehingga biaya
operasi jauh lebih mahal karena penguasaan teknologi energi nuklir
sudah dimiliki dan barangkali dimonopoli oleh pemain-pemain lama.
Mungkin saja, Filipina terseok-seok dan masuk dalam jebakan terlambat.

Nah jebakan ketiga ini adalah jebakan ditengah, yaitu jebakan
"tulalit" karena tidak memutuskan sesegera mungkin. Dimana di
Indonesia ini luamaaaa sekali tidak memutuskan mau ikut nuklir maupun
tidak. Sehingga di Indonesia ini mandeg bahkan hanya mengeluarkan
biaya untuk studi, seminar, dan segala tetek bengek persiapan. Coba
tengok tulisan Pak Professor ini, sudah ditulis bulan September tahun
1994. Bayangkan sejak tahun 1994 Indonesia sudah kepikiran soal satu
ini. Dan setelah lebih dari sepuluh tahun tidak memutuskannya segera.

Dan ternyata barangkali kita sudah sedang masuk dalam jebakan yang
satu ini :( tu - la - lit

Ketiga jebakan T inilah inilah yang selalu ada dalam setiap perjalanan
hidup manusia (Terlanjur-Terlambat-Tulalit). Kita harus mengerti
ketiga jenis jebakan ini selalu ada. Kita hanya akan memilih jebakan
mana yang akan kita masukin, kita memilih musuh mana yang akan kita
hadapi. Kita memilih resiko apa yang akan ditanggapi. Tapi kita harus
sadar tidak ada yang tidak berisiko, kan ?

Jadi terserah anda mau milih mana
Nuklir-Yes … No-Nuklir … atau diem Tu la lit ditengah ?

NUKLIR mungkin menyelamatkan dunia, tetapi sama bahayanya kalau
memanfaatkannya !
(Nuclear Paradox)

   - :( "Pakdhe, ini tilpune kok tu la lit ! "
   + :D "Waaah nek itu budhe Laras lupa HPnya ngga dicharge lagi deh "

hef e nais whik en

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke