Terimakasih penjelasannya Mas Hendri,
Mengingatkan saya akan gaya coriolis akibat rotasi bumi yang juga membuat
arus di laut juga terpengaruh.

Rdp

On Monday, December 19, 2011, Hendri Subakti <[email protected]> wrote:
> Selama ini siklon tropis dg skala besar hanya bisa lahir,tumbuh dan mati
diatas +_ 10 derajat LU/LS.Karena gaya coriolis yg memutar siklon merupakan
fungsi dari Sinus lintang, shg pada lintang rendah spt wilayah Indonesia(8
LU - 8 LS) gaya coriolis sbgi gaya pemutar siklon juga lemah.Biasanya
tekanan rendah/depresi tropis bisa lahir di lintang 5 sd 10 LU/LS (wilayah
Indonesia) namun saat tumbuh menjadi siklon tropis,lintasanya sudah diluar
10 Lu/Ls(wilayah Indonesia) spt siklon tropis Indigo dan vincent yg pernah
lahir di wilayah NTT beberapa tahun yg lalu.Namun efeknya (ekor badai) bisa
menimbulkan hujan deras yg waktu itu daerah Sika,Ende,Larantuka terjadi
banjir,longsor memakan korban jiwa dan harta benda.BMKG oleh WMO skr ini
ditunjuk sbg pusat informasi tropical cyclon warning center unt wilayah
sekitar Indonesia.Shg jika berdasarkan monitoring akan terjadi depresi
tropis yg akan tumbuh menjadi siklon tentunya akan di umumkan kpd
masyarakat dan BMKG juga berhak memberi nama siklon tsb,spt siklon durga
dan anggrek(kalau tidak salah) yg pernah terjadi di barat selat sunda
beberapa th yg lalu,namun skala siklon tsb tidak besar dan umurnya
pendek(beberapa hari) shg tidak berdampak menimbulkan bencana.Mudah-mudahan
hukum alam tidak berubah dan wilayah kita yg berada pd lintang rendah tidak
bisa hidup dan tumbuh siklon tropis dg skala besar shg tdk menimbulkan
bencana spt siklon washi di philipina
> Salam
> Hendri Subakti
>
> Sent from my iPhone
> On 19 Des 2011, at 17:13, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote:
>
> Buat kawan-kawan meteorologi geofisika, apakah badai ini juga diprediksi
akan melewati Indonesia ?
> RDP
> =================================
> 650 TEWAS, 800 HILANG DITERJANG WASHI (UPDATE)
>
> Hingga saat ini lebih 650 orang tewas di selatan Filipina akibat
terjangan badai tropis Washi. Korban diperkirakan bertambah. Sebab
dlaporkan 800 orang hilang. Banjir menyebabkan sejumlah desa sulit
dijangkau tim penyelamat. Terparah, Kota Cagayan de Oro, dimana 239 orang
tewas, dan dekat Iligan yang 195 tewas. Kebanyakan korban anak-anak dan
perempuan. Kerugian 24.680 KK atau 135.094 orang terdampak langsung oleh
banjir. 44.976 orang tinggal di dalam 47 shelter sedangkan 1.585 orang di
luar shelter.  4.404 rumah rusak berat.
>
> Siklon tropis Washi terjadi 12 tahun sekali. Saat kejadian hujan yang
turun setengah hari sama dengan sebulan.  Awalnya sejak 15 Desember 2011,
depresi tropis Washi masuk Philipina dengan kecepatan 55 – 65 km/jam,
kemudian menguat menjadi tropikal siklon yang mengancam timur laut Mindanau
dan timur Visayas. Saat 16 – 17 Desember 2011, kecepatan angin 65 – 75
km/jam. 17 Desember 2011 Washi mengarah ke Palawan. Timbul  hujan dan angin
dengan kecepatan 65 – 80 km/jam dan menyebabkan longsor di Kota Puerto
Pricesa.
>
> Untuk mengatasi bencana tersebut 836 personil, 58 kendaraan, 22 kapal,
dan 6 pesawat dikerahkan. Saat ini diperlukan pasokan peti mati, kantong
mayat, makanan siap saji dan obar-obatan. BNPB menyiapkan bantuan untuk
dikirimkan ke Philipina.
>
> DR. Sutopo Purwo Nugroho
> Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB
>
> --
> "Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"
>
> ______________________________________________
> Pembayaran iuran tahunan keanggotaan HAGI dapat ditujukan melalui :
> Bank BNI Cab. Menteng Jakarta
> No. Rek: 0010740147
> Atas nama: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
> Iuran tahunan Rp. 100.000,- (profesional) dan Rp. 50.000,- (mahasiswa)
> Info lebih lanjut silahkan mengunjungi http://www.hagi.or.id/keanggotaan/
> ______________________________________________
> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
> [email protected] | www.hagi.or.id
> ---*** for any help regarding maling list please send your email to
[email protected]
>
>
>
>

Kirim email ke