Rekans, berikut catatan singkat pengamatan saya saat eskursi yl.
1. Melihat morfologi dan surface appearance g padang, tak pelak lagi g
padang adalah sisa lidah lava basaltis yg di ekstrusikan in situ, dengan
struktur dominan columnar jointed.
2. Pelapukan kimia terlihat sangat intensif menghasilkan residual soil tipe
lateritik yang cukup tebal berwarna kemerahan. Intensitas pelapukan beragam
secara lateral maupun vertikal. Pelapukan kimia ini di beberapa tempat
diikuti pelapukan mekanik membentuk fenomena spheroidal weathering.
3. Di atas punggungan g padang yang membujur kurang lebih arah utara-
selatan inilah dijumpai punden berundak yang terdiri dari 5 tingkatan teras
yang di atasnya dijumpai kumpulan2 yang berkelompok dari batu kolom sisa
pelapukan yang membentuk situs megalitik, sebagai bukti tak terbantahkan
adanya sisa kebudayaan manusia purba yg hidup pada zamannya.
4. Dari pengamatan geologi permukaan, kelompok batu kolom ini pasti tidak
mengelompok sedemikian rupa secara alamiah, pasti disusun oleh orang2 yg
hidup pada waktu itu, jadi pasti ada campur tangan manusia untuk keperluan
ritual atau yg lain, teman2 arkeologi pasti lebih memahaminya. Bentukan
teras berundak juga jelas bukan terbentuk secara alamiah karena ada
keteraturan yg sangat tinggi mengikuti selera manusia dibandingkan selera
alam.
5. Dari deskripsi di atas, dapatlah dibuat rekonstruksi sederhana sbb:-)
G Padang sebelum dibentuk situs, adalah sebuah singkapan lidah lava
basaltik dengan ciri berstruktur kekar kolom yang mengalami pelapukan
kimiawi sangat intensif diikuti pelapukan mekanik di beberapa bagian
permukaan. Seperti lazimnya singkapan batuan aliran lava secara umum akan
membentuk permukaan yang smooth bukan morfologi yang rough bila telah
mengalami pelapukan apalagi cukup intensif. Jadi punggungan bukit yang
smooth ini yang permukaan nya tersusun oleh residual soil lateritik dengan
banyak sisa bongkah batu kolom bersembulan dari permukaan tanah dipilih
oleh manusia purba untuk dibangun sebagai tempat pemujaan? Kenapa ada sisa
batu kolom bersembulan? Itu mudah dijelaskan karena adanya erosi sehingga
menyisakan batu2 kolom yang sudah terlepas satu sama lain karena pelapukan
yang terjadi sebelumnya. Orang2 pada zaman itu lalu meratakan tanah
membentuk 5 buah teras di masing2 teras disusunlah batu2 kolom yang tadinya
terserak tidak teratur. Pada saat mereka menggali tanah untuk membuat
teras2 itu pasti mereka menemukan sisa batu kolom yang lebih banyak lagi di
bawah permukaan tanah karena seluruh punggungan gunung ini memang semuanya
batuan lava basalt. Semua batu2 kolom ini baik yang tadinya sudah ada di
permukaan maupun temuan saat menggali lalu disusun dikelompokkan menurut
keperluannya untuk membentuk situs seperti yang kita lihat sekarang.
Dengan penjelasan yang mudah2an logis secara geologis ini, tidak perlu lagi
mencari darimana asal batu2 kolom itu??? Jadi batu2 ini tidak perlu
diangkut dari tempat lain. Teknologi yang mereka pakai utk membuat situs
hanyalah menggali dan meratakan tanah untuk membuat 5 teras serta menyusun
batu2 kolom yang mereka temukan di situ di masing2 teras, sesuai dengan
kemampuan yang mereka miliki saat itu.
6. Untuk komentar mengenai struktur budaya yang di bawah permukaan saya
akan ulas lain kesempatan supaya cerita di atas permukasn nyambung dengan
yang afa di sub-surface.
Trimakasih kepada semua yg terlibat dlm kepanitiaan eskursi sehingga lancar
smua n slamat. Kepada rekan saya Imam Sudisun dan Ketum Daru saya sangat
berterimakasih atas atensinya atas keselamatan daya, bahkan menyuruh 3 mhs
utk selalu mendampingi saya spy tidak ada hal2 yg tidak diinginkan krn
kondisi fisik saya yg mulai menurun dimakan usia.
Salam,
YSY

----------------------------------------------------

----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: iagi-net-subscr...@iagi.or.id
Unsubscribe: iagi-net-unsubscr...@iagi.or.id
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke