Ramadhan Tiba, Petani Sumbar Ekspor Sayur 

Source: Republika 


PADANG --Kendala yang dihadapi saat ini adalah susahnya mendapatkan komoditas sayuran 
yang ukurannya sama. Petani sayur-mayur di Sumatera Barat (Sumbar) Ramadhan ini 
mengalami dua hal yang mengejutkan: pertama mereka melakukan ekspor ke Singapura, dan 
kedua tanaman cabe mereka terserang virus kuning. 

Ekspor sudah dilakukan dua kali dalam beberapa pekan ini. Terakhir Senin (25/10). 
Menurut Kepala Dinas Pertanian Hortikultura Sumbar, Syahrial Syam kepada Republika, di 
Padang, Rabu (27/10), Singapura meminta 30 ton sayur dan buah tiap minggu. Namun yang 
bisa dipenuhi baru enam ton saja. Sayur-mayur dan buah tersebut berasal dari Kabupaten 
Agam, Solok dan Tanah Datar. Sayur mayur itu berupa buncis, bawang putih, bawang merah 
kupas, kol cina, wortel putih, tomat, ubi jalar merah dan jeruk nipis. 

Sebenarnya Singapura sudah sejak lama memesan sayur mayur ke Sumbar, namun petani di 
daerah itu tidak bisa memenuhinya. Selain karena keterbatasan kuantitas juga kualitas, 
seperti kontinuitas pengiriman. Namun kini hal itu bisa dipenuhi, meski dalam jumlah 
yang masih terbatas. Itupun berkat kerjasama dengan PT Food Global yang menyediakan 
kotak dan truk kontainer khusus untuk mengangkut sayur ke pelabuhan.

Saat ini hasil sayur mayur dan buah petani Sumbar cukup melimpah, sayang belum layak 
diekspor. Syahrial Syam yakin dalam beberapa bulan ke depan, ekspor sayur mayur Sumbar 
ke Singapura akan terus meningkat, apalagi pembinaan kepada petani terus dilakukan. 
Kesulitan serius salama ini justru susah mendapatkan komoditas, semisal kacang panjang 
yang ukuran dan panjangnya sama. Tomat yang ukurannya sama. "Tapi secara bertahap kita 
memperbaiki pola produksi," kata dia. 

Virus kuning
Pada saat kabar gembira itu datang, muncul pula berita buruk. Hampir semua tanaman 
cabe di Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Solok diserang virus kuning. Virus itu, 
menurut Syahrial Syam, diduga muncul sebagai predator baru. Sejak beberapa tahun 
silam, petani menutup lahan cabenya dengan plastik. Ini dimaksudkan untuk menghindari 
serangan hama, penghematan pupuk dan memudahkan pengawasan. Tak hanya itu, biaya 
perawatan juga akan turun drastis. 

Namun, karena pola baru itu pula, kemudian muncul virus baru. Virus ini muncul karena 
tanah yang ditutup plastik menjadi lembab dan muncul virus baru. Kini, virus baru 
itulah yang menyerang cabe petani. Virus ini pada awalnya hanya menyerang tanaman 
tomat. Kalau cabe terserang virus baru yang disebut virus kuning itu. Tanda-tanda cabe 
terserang virus ini: dedaunan berwarna kuning, tulang daun menebal dan bergulung dan 
karenanya daun terlihat keriting dan batangnya kerdil. Cara pencegahannya agar tidak 
menular cabe yang terkena harus dimusnahkan. 

Karena itu, petani di sentra sayur-mayur Kabupaten Agam hari ini menjerit, apalagi 
lebaran akan datang. Ketika petani berharap hasil panennya bisa dipakai untuk biaya 
lebaran, justru pada saat itu, cabenya diserang hama.

Pemerintah sendiri sejauh itu, menyarankan agar cabe yang rusak dimusnahkan dan jika 
hendak menanam yang baru bibitnya jangan dari wilayah yang sudah terkena virus. Petani 
enggan melakukan pemusnahan karena bagi mereka tanaman cabe merupakan harapan penopang 
hidup. Pemerintah sudah mendeteksi serangan virus kuning sejak awal 2004, namun 
informasi kepada petani tak tersampaikan dengan cepat. 

-- 
_______________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/S8XolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

IASA homepage: http://welcomte.to/iasa_japan or
http://www.geocities.com/iasa_japan/iasa.html 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke