Ass.wr.wb.
 
Ada yang kurang... Saya sendiri masih bingung tentang definisi tanaman hibrid. Sejauh yang saya tahu, tanaman hibrid adalah tanaman silangan, ini definisi sederhananya. Namun seperti yang saya baca di jurnal2 ilmiah, hampir tidak disebutkan secara spesifik sebagai tanaman hibrid, namun digunakan istilah manipulated plant. Mungkin ada yang bisa memberikan sedikit keterangan. Maklum saya bukan dari bidang Genetic Engineering. Jadi, alangkah menariknya jika teman2 dari bidang tersebut ikut berdiskusi. Ehh saya tidak membawa pesan sponsor dari Greenpeace lho. He...he...
 
Wass.wr.wb.
Nugroho

nugroho putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass.wr.wb.
 
Salam sejahtera untuk teman-teman IASA,
 
Mohon maaf, meskipun sudah lumayan lama mengintip milis IASA ini, namun baru kali ini saya berkesempatan untuk memperkenalkan diri. Nama saya Nugroho Susetya Putra, sedang mengambil program Doktor bidang Community Ecology (Ecological Behaviour of Insect Pests and Its Natural Enemies on Manipulated Ecosystem) di Yamagata University tahun ke-3. Saya bekerja di Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta sebagai dosen dan peneliti. Mudah-mudahan saya dapat ikut menyumbangkan sesuatu yang mungkin berguna lewat milis ini.
 
Selanjutnya saya ingin berkomentar tentang issue tanaman hibrid. Sebenarnya issue ini penting, bahkan menurut saya sangat penting, karena bagaimanapun juga, keberadaan satu organisme di satu ekosistem akan mempengaruhi aktivitas dan "establishment" organisme yang lain, sehingga akhirnya akan menentukan bentuk struktur komunitas di satu ekosistem. Namun demikian, yang saya tidak mengerti, issue ini seolah-olah hanya dibicarakan oleh orang2 lingkungan, dan jarang dibicarakan oleh para ilmuwan, bahkan di dunia. Yang saya herankan lagi, saya jarang sekali menemukan topik penelitian yang menyangkut issue tersebut di jurnal2 ekologi dunia, semisal Ecology dan American Naturalist. Memang saya menemukan beberapa topik di majalah Science dan Nature. Namun tetap saja, saya tidak cukup puas mengikuti perkembangan debat tersebut. Seolah-olah issue tersebut sengaja ditutupi. Mudah-mudahan dugaan saya salah.
 
Kembali ke kasus Monsanto, maaf saya tidak akan menyoroti kasus suapnya, namun lebih pada dampak tanaman hibrid pada lingkungan. Seperti diketahui tanaman hibrid dikembangkan dengan membawa sejumlah keunggulan, semisal tahan hama atau penyakit tertentu. Namun kalau mau jujur, tidak ada gading yang tak retak, tanaman hibrid ini juga menimbulkan sejumlah masalah. Seperti yang saya sebutkan pada awal komentar ini, penanaman satu varietas atau galur atau apalah namanya tanaman pada satu areal yang luas biasanya akan menimbulkan apa yang disebut sebagai shock-lingkungan. Artinya, lingkungan di dan di sekitar tanaman baru tersebut harus men-set ulang kondisinya. Nah ini bukan perkara yang mudah bagi bermilyar-milyar organisme yang hidup pada lokasi tersebut. Belum lagi bila ketahanan tanaman tersebut berakibat buruk terhadap banyak organisme berguna, misalnya parasitoid dan musuh alami hama yang lain. Maka yang terjadi kemudian adalah kerusakan terselubung, yang cepat atau lambat akan menghancurkan eksosistem secara keseluruhan. Bisa dibayangkan kan akibatnya bila beberapa jenis serangga berguna punah, kemudian disusul oleh organisme lain yang berhubungan dengan serangga tersebut. Demikian seterusnya, hingga akhirnya kerusakan total. Berlebihan? Tidak juga. Pada galibnya ekosistem pertanian adalah ekosistem yang sangat ringkih. Nah campur tangan manusia yang teramat dalam pada agroekosistem ini, semisal menggunakan pupuk kimia, pestisida kimia, dan kini tanaman hibrid hasil rekayasa genetika, sebenarnya sudah dikategorikan sebagai pemusnahan banyak spesies2 organisme native. Alhasil, penurunan kualitas lingkungan terus berlangsung.
 
Nah teman-teman, marilah kita berusaha untuk berpikir ulang tentang issue ini. Menarik, ya, mengerikan, ya juga. Jadi.... mari kita berpikir cerdas. Di beberapa jurnal, saya temukan beberapa topik yang menarik karena membandingkan antara penggunaan pupuk organik vs pupuk kimia, tanaman native vs tanaman hibrid (manipulated plants), dan pestisida nabati/organik vs pertisida kimia. Yuk kita coba berpikir keras dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi petani kita.
 
Wass.wr.wb.
Nugroho

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://welcomte.to/iasa_japan
           http://www.geocities.com/iasa_japan/iasa.html
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================



Do you Yahoo!?
Make Yahoo! your home page

=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://welcomte.to/iasa_japan
           http://www.geocities.com/iasa_japan/iasa.html
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke