Hahaha... Mas Aris, thanks atas smilenya. 
Om Eko, husshhh, jgn keras2 ngomong single-nya ntar pd
dtg kan bingung, wakakakak =))

Mas Kus, pastinya jenis Japonika dan Indika berbeda
yah, aku pikir gak perlu Indika dijadiin seperti
Japonika, soalnya masing2 punya keunggulan sendiri
kok. Contohnya kalo kita mo bikin nasi goreng, mana
enak pake Japonika, jadinya benyek lagi. 

Untuk jenis Japonika yg ditanam di Indonesia, tidak
masalah asal kondisi lingkungannya sesuai. Bapak
temenku yg orang Jepang nanem padi jenis Japonika ini
di Cianjur, kalo aku gak salah dia memperkenalkannya
ke masyarakat setempat dan hasilnya dijual di mini
market miliknya. Cuman sekarang mini marketnya dah
tutup tuh, kalah bersaing. 

Mas Aris, setuju utk lahan ini. soalnya pertanian
pasti memerlukan lahan, untuk meningkatkan produksi
hal yg paling dominan dimana2 ya lahan ini. Mengenai
petani gurem, keuntungan dr mereka, mereka kebanyakan
subsisten, jd untuk konsumsi mereka sendiri, shg
mereka sebenernya mandiri dlm hal pangan. Salah satu
sistem institusi seperti tandur, nyeblok, bawon,
memberikan pemasukan pd petani gurem ini. Jika mereka
banyak yg beralih ke pekerjaan lain, aku pribadi
sebenernya tidak masalah. Kita tidak perlu terlalu
banyak petani kok, tapi kita butuh petani yg hidupnya
baik dan bisa menunjang pangan kita. Jadi petani
keluar untuk mencari penghidupan yg lebih baik, aku
pikir gak masalah, asalkan lahan pertaniannya tidak
dialihkan ke sektor lain, tetapi dikelola petani yg
lain.

Untuk seberapa luas lahan yg dibutuhkan petani, aku
pikir sesuai dgn tempat dan standar hidupnya.
Berdasarkan penelitianku di Subang Jabar, utk mencapai
pendapatan sesuai dgn gaji upah sektor industri di
Jabar, minimal petani mengelola 1.2 ha sawah (kalo
ingatanku gak salah, soalnya males check thesis nih,
hihihi...) 

Memang bener penguasaan lahan di Jawa itu kecil,
mereka yg mengaku petani toh tidak semuanya memiliki
lahan milik sendiri, kabanyakan sewa atau bagi hasil.
Dr desa di Subang, rata2 kepemilikan 0.4 ha per
petani. Memang idealnya mereka pergi transmigrasi ke
Sumatra atau pulau lain utk lahan yg lebih luas. Cmn
memang masih susah kali yah, dulu kakek mrpkn salah
satu transmigran ke Lampung, wah denger perjuangannya
memang perlu kerja keras, sedangkan saudara2 atau
rekan2 beliau yg tdk kuat ya kembali lagi ke Jawa.
Mungkin dgn adanya pembangunan infrastuktur, seperti
jalan dan irigasi, dpt memacu produksi di luar Jawa,
soalnya Jawa dah kelebihan muatan, hehehe... dan
memang sejak 1990an pemerintah mulai menfokuskan
produksi padi di luar Jawa. Makanya nanti pengen
survey di luar Jawa nih, doain aja lancar yah...

Wah daku kebanyakan ngomong nih, dasar awewe suka
nyorocos wae nih, hahaha...

salam
CT
(awewe)
--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> Assalaamu'alaikum wr wb
> 
> Ingin ikut bertanya
> 
> Aris Purwanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Berbicara tentang beras dan ketahanan pangan,
> secara garis besar ada 4 syarat bagi berlangsungnya
> kehidupan sektor pertanian (tentunya termasuk
> kesejahteraan petaninya)
> >1. Adanya akses terhadap tanah
> >2. Input produksi dan teknologi
> >3. Akses ke pasar
> >4. Kebebasan dalam berproduksi dan membentuk
> organisasi
> 
> >Jika 13,7 juta petani dengan penguasaan lahan 0.5
> ha berarti petani gurem menguasai 6.85 juta ha. 
> 
> Kalo melihat itung2an soal luas lahan sepertinya
> masuk akal juga.  Yang saya ingin tanyakan yaitu
> berapa idealnya luas lahan pertanian (padi)/kapita. 
> Kalau melihat total luas negara kita adalah sebesar
> 190 juta hektar, tentu saja kita tidak mungkin
> menghabiskan semuanya buat pertanian terbuka,
> melainkan kita harus mengalokasikan kawasan lindung
> sebesar 40-50% (sekitar 85-95 juta hektar), sehingga
> tersisa sekitar 95 juta hektar.  Berapa luas yang
> harus dibagi kepada sekitar 13,7 juta petani gurem. 
> Soalnya kalau dibagi semuanya sisa lahan tersebut,
> berarti setiap petani gurem hanya kebagian 6,9
> hektar saja.  Terus lebih dari 190 juta penduduk
> lainnya tinggal dimana? Mungkin mesti di dalam hutan
> kali yah :)
> 
> Saya ingat dulu, pemerintah memprogramkan
> transmigrasi dalam tujuan pemerataan kepadatan
> penduduk, sekaligus secara implisit memberikan
> kesempatan akses kepada lahan yang lebih luas. 
> Itupun tidak cukup berhasil, karena kebanyakan
> petani transmigran, balik lagi ke kampung asalnya.
> 
> Gimana nih kedua kasus di atas...
> 
> Soal lainnya sambil dipikir2 lagi...
> 
> Wassalam
> Tatang
> 
> > 
> >Jepang, China, Thailand, Vietnam, Korsel adalah
> contoh2 negara yang kuat pertaniannya, tetapi mereka
> bisa kuat karena faktor akses petani terhadap
> lahannya sudah diantisipasi jauh-jauh sebelumnya
> melalui land consolidation dan land reformation.
> Sekarang bagaimana dengan kita? saya ngga tahu pasti
> apakah sudah ada pemikiran dari pemerintah untuk
> melakukan hal serupa mencotoh negara-negara yang
> maju pertaniannya. Semoga menjadi pemikiran kita.
> > 
> >Salam
> >Aris 
> 
> 
>
__________________________________________________________________
> Switch to Netscape Internet Service.
> As low as $9.95 a month -- Sign up today at
> http://isp.netscape.com/register
> 
> Netscape. Just the Net You Need.
> 
> New! Netscape Toolbar for Internet Explorer
> Search from anywhere on the Web and block those
> annoying pop-ups.
> Download now at
> http://channels.netscape.com/ns/search/install.jsp
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> --------------------~--> 
> Has someone you know been affected by illness or
> disease?
> Network for Good is THE place to support health
> awareness efforts!
>
http://us.click.yahoo.com/RzSHvD/UOnJAA/79vVAA/S8XolB/TM
>
--------------------------------------------------------------------~->
> 
> 
>
=========================================================================
>                    "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
>  untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber
> Daya Alam Indonesia"
>
-------------------------------------------------------------------------
> Related homepages to IASA : 
>            http://welcomte.to/iasa_japan 
>           
> http://www.geocities.com/iasa_japan/iasa.html
>           
> http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
>
=========================================================================
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     [EMAIL PROTECTED]
> 
>  
> 
> 
> 
> 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/RzSHvD/UOnJAA/79vVAA/S8XolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
 untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA : 
           http://welcomte.to/iasa_japan 
           http://www.geocities.com/iasa_japan/iasa.html
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
========================================================================= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke