Kebetulan, karena saya tertarik dengan perekonomian syariah,
berikut saya informasikan langkah Deptan yang berhubungan
dengan dunia perekonomian syariah, dalam membangun pertanian
Indonesia, melalui pengajuan proposal peminjaan dana untuk proyek-
proyek pertanian pada IDB...
 
Semoga langkahnya tepat...
amien...
 
Wassalam,
yusuf romadhon
 
 
 
Deptan akan Pinjam 1,57 Miliar Dolar AS ke IDB
Republika, Selasa, 31 Mei 2005

JAKARTA -- Proposal pinjaman harus dikoordinasikan dengan Depkeu dan Bappenas. Departemen Pertanian akan mengajukan proposal peminjaman dana sebesar 1,57 miliar dolar AS kepada Islamic Development Bank (IDB). ''Proposal atau draf awal sudah kami ajukan. Kami tinggal mengirimkan review-nya,'' ungkap Menteri Pertanian, Anton Apriantono, di Jakarta, Senin (30/5).

Dari jalur pemerintah, ungkap Anton, diperlukan kesiapan dari Deptan dan keterpaduan dukungan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Departemen Keuangan. Merekalah yang akan terlibat dalam peninjauan ulang (review) proposal, khususnya berkaitan dengan berbagai usulan proyek pembangunan pertanian yang memerlukan dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan di Timur Tengah, khususnya dari IDB. Selain mengajukan permohonan pinjaman dana dari IDB, jelas Anton, pihaknya juga menjajaki kesempatan dengan Kuwait Development Fund dan Saudi Development Fund. Mereka telah mengindikasikan perhatian serius dalam mendukung pembangunan pertanian di Indonesia.

Anton mengatakan, Departemen Pertanian terpaksa harus mencari sumber dana lain karena dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak mencukupi. Padahal, banyak rencana yang harus diwujukan oleh pihaknya. ''Dana pinjaman itu semuanya dalam skim syariah,'' ujarnya. Menurut Anton, likuiditas IDB sangat besar sehingga Indonesia berkesempatan menggunakan dana tersebut. Melihat kenyataan itu, pemerintah akhirnya berkeinginan mengajukan permohonan pinjaman untuk mewujudkan 10 proyek besar di bidang pertanian. ''Deptan harus berkoordinasi dengan Bappenas dan Depkeu untuk segera menyampaikan secara resmi proposal pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas dan rehabilitasi serta rekonstruksi dampak bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut,'' ungkap Anton.

Anton optimistis proposal itu akan disetujui oleh lembaga-lembaga keuangan tersebut. Utusan dari IDB bahkan menyatakan akan ke Indonesia pada Juni ini untuk membicarakan langkah-langkah penyelesaian lebih lanjut mengenai proposal tersebut. Termasuk bantuan IDB untuk program pascabencana di Aceh dan Sumut. Saat berkunjung ke Saudi Arabia 28 Mei lalu, Anton mengaku sudah bertemu dengan Presiden IDB, Dr Ahmed Mohamed Ali. Pertemuan itu untuk memosisikan atau mengoptimalkan pentingnya dukungan IDB dalam pembangunan pertanian Indonesia. ''Dukungan IDB tersebut diharapkan tidak saja dalam kerangka skim pembiayaan melalui jalur pemerintah, tetapi juga skim yang dapat dimanfaatkan pihak swasta dan BUMN,'' ungkap Anton.

Anton mengaku tertarik menjadi pinjaman dari kawasan Timur Tengah karena mereka mau menerapkan sistem syariah. Dari IDB saja, misalnya, pinjaman berjangka 12 tahun dengan grass periode tiga tahun hanya terkena biaya services kurang dari satu persen. ''Ini tentu sangat murah dibanding dengan pinjaman asing lainnya yang menerapkan bunga sangat tinggi,'' katanya. Menurut Anton, Presiden IDB sangat menghargai kehadirannya di kantor pusat IDB di Jeddah. Ahmed juga memberikan perhatian besar untuk mendukung pembangunan pertanian Air yang merupakan sektor andalan perekonomian Indonesia.

Berkaitan dengan pelaksanaan proyek-proyek IDB, ungkap Anton, masih adanya handi-cap, terutama terkait dengan desentralisasi daerah, IDB bersedia mengoordinasi dan menyalurkan proposal Indonesia ke lembaga keuangan lain di kawasan Timur Tengah. Apabila diperlukan, IDB juga menyatakan dapat memfasilitasi co-financing. Departemen Pertanian, jelas Anton, akan terus berkomitmen mencari sumber pendanaan bagi kelangsungan pembangunan bidang pertanian, khususnya melalui sistem keuangan syariah. Karena itu, Deptan juga terus mencermati perkembangan ekonomi Islam di dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang menjadi kiblat praktik industri/perbankan Islam. Sebagai contoh, menurut Anton, pihaknya aktif mengikuti pertemuan dari lembaga keuangan Islam internasional. Pada Agustus nanti, pihaknya juga akan mengikuti pertemuan Islamic Financial Service Board (IFSB).

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://www.iasa-online.org/
           http://welcomte.to/iasa_japan
           http://www.geocities.com/iasa_japan/iasa.html
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke