Rekan IASA yang budiman,
Sebagaimana kita ketahui bersama, beberapa bulan yang lalu nelayan
Indonesia ditangkap di Australia. Kenapa mereka jauh-jauh menangkap 
ke negara tetangga? Apakah sudah tidak ada lagi sumberdaya ikan di
perairan pantai indonesia? Kalau ya, kenapa ikan di perairan 
indonesia yang katanya lautnya seperti kolam susu, ikannya yang 
melimpah ruah, bisa habis? Bahkan terumbu karang Indonesia yang 
katanya menyimpan biodiversity terbesar di dunia ini rusak?  Adakah 
keterkaitan antara tingkat kesejahteraan masyarakat dengan tingkat 
kerusakan sumberdaya?  Kalau ya, bagaimana caranya menentukan 
kebijakannya?  Mengngingat kebijakan perikanan merupakan sistem yang 
sangat komplek (karena menyangkut sumberdaya ikan itu sendiri, nelan 
dan manajemen perikanan), subsistem apa yang harus menjadi prioritas 
pembangunan perikanan ke depan?  Bagaimana cara mempberdayakan 
masyarakat pesisir yang  notabene sangat tergantung terhadap 
sumberdaya terpulihkan itu? Lalu sampai seberapa jauh peranan 
pembanguanan "Pemberdayaan masyarakat pesisir" yang telah 
dilaksanakan hampir 5-10 tahun terakhir? Adakah yang salah dengan 
kebijakan pemerintah itu?

Selamat berdiskusi.

Salam,
Eko Sri Wiyono
Div. Perikanan dan Kelautan.






=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
 untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA : 
           http://iasa-online.org
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
========================================================================= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke