| Kompas, Kamis, 04 Agustus 2005 |
|
SOLAR LANGKA
Oleh: MUHAMMAD SYAIFULLAH Mata Yadi (40) menerawang. Sesekali diliriknya mesin penggilingan padi miliknya yang saat ini terancam tidak dapat beroperasi. hSulit mendapatkan solar,h kata Yadi dengan suara lirih. Pengusaha penggilingan padi di Desa Gempa, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, ini tidak menyangka bahwa usahanya yang sudah bertahun-tahun digeluti terancam gulung tikar. Penyebabnya sederhana, sulit mendapatkan solar untuk bahan bakar mesin penggilingan padi. Namun, bukan cuma Yadi yang terpukul akibat kelangkaan solar. Di Kabupaten Barito Kuala, yang merupakan daerah hlumbung padih Kalimantan Selatan, terdapat 321 usaha penggilingan padi yang terancam gulung tikar akibat kelangkaan solar. Kalaupun ada, harga solar sangat mahal, yakni sekitar Rp 3.000 per liter. hHarga solar semahal itu tidak bisa menutupi ongkos penggilingan padi,h kata Yadi. Dia memberikan gambaran, satu mesin penggiling padi membutuhkan 10 liter solar per hari atau Rp 30.000. Ongkos penggilingan padi itu sendiri hanya Rp 250 per kilogram. Setiap mesin rata-rata mampu menggiling padi sekitar 500 kilogram per hari atau menghasilkan pendapatan bagi pengusaha Rp 125.000 per hari. Pendapatan ini belum dipotong pembelian solar Rp 30.000, pembelian karet untuk putaran mesin, upah pikul, dan upah karyawan. hJika dihitung-hitung, kami malah rugi,h kata seorang pengusaha, anggota organisasi Persatuan Pengusaha Pedagang Beras dan Penggilingan Padi (Perpadi) Barito Kuala. Namun, lanjutnya, menaikkan ongkos giling juga tidak mungkin karena petani pasti merasa keberatan. Bagi pengusaha, membeli solar di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) juga bukan perkara mudah karena petugas SPBU dilarang melayani pembelian dengan jeriken. Terpaksa, untuk mendapatkan solar dengan harga sedikit lebih murah, pengusaha menunjukkan surat izin operasi penggilingan padi saat membeli solar. Itu pun jumlah pembeliannya dibatasi, yakni maksimal 25 liter. Selain itu, pengusaha juga harus mengeluarkan ongkos transpor dari SPBU menuju tempat penggilingan padi. Traktor menganggur Akibat banyaknya penggilingan padi yang berhenti beroperasi, kini petani di Kabupaten Barito Kuala terpaksa tidak bisa menggiling padi. Padahal, beras hasil penggilingan padi sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. Penderitaan petani bertambah karena traktor serta mesin perontok padi tidak bisa beroperasi. Alat utama pertanian tersebut teronggok karena tidak tersedianya bahan bakar solar. Padahal, Kabupaten Barito Kuala saat ini sedang memasuki panen raya sehingga mesin perontok padi sangat dibutuhkan. Kepala Dinas Pertanian Barito Kuala Rahimul Yakin mengatakan, luas areal panen sekarang ini sekitar 88.600 hektar. Produksi padi Barito Kuala memberikan kontribusi sekitar 20 persen bagi kebutuhan Kalimantan Selatan. hKarena itu, jika mesin perontok padi yang jumlahnya sekitar 200 unit tidak beroperasi, rangkaiannya menjadi sangat panjang. Pasokan beras untuk Kalimantan Selatan bisa terganggu,h kata Rahimul lagi. Bukan cuma soal pasokan, tetapi musim tanam 2005 juga bisa mundur karena traktor yang jumlahnya 125 unit di Kabupaten Barito Kuala tidak bisa beroperasi akibat tidak adanya solar. Alat untuk mengolah lahan tersebut sekarang teronggok seperti benda mati. Untuk mengatasi kelangkaan solar ini, menurut Rahimul, pihaknya sudah menyampaikan permasalahan ini kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala. Diharapkan, Pemkab Barito Kuala bisa menyelesaikan masalah ini dengan pihak Pertamina sehingga para petani dan pengusaha penggilingan padi tidak kesulitan untuk mendapatkan solar. Jika masalah ini tidak terselesaikan, nasib petani tentunya akan merana. Traktor dan mesin perontok padi yang mereka miliki akan tetap mati, sedangkan penggilingan padi akan berhenti beroperasi. |
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search. Learn more.
=========================================================================
"Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
http://iasa-online.org
http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================
| Farming | Agriculture |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "iasa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
