Assalaamu'alaykum wr wb. Sambil saya juga nyari2 bahan tentang kebijakan Impor Beras, saya posting dulu tentang pertanyaan2 seputar info Flu Burung. Jangan bilang2 yah ini sebetulnya materi berita yang sedang saya persiapkan untuk Portal organisasi tetangga. Untuk IASA, saya bikin soft opening terlebih dulu. Silahkan dibaca2 (ada 3 bagian).
Wassalam Tatang Sopian ============================================================== Apakah Avian Influenza itu ? Avian influenza, atau gflu burungh adalah penyakit menular pada hewan yang disebabkan oleh virus dan umumnya menyerang burung dan sedikit di antaranya menyerang babi. Karena semua spesies burung diperkirakan mudah terkena infeksi, maka peternakan unggas khususnya lebih rentan terinfeksi dan secara cepat menjadi epidemik. Penyakit pada burung ini mempunyai dua jenis. Yang pertama menyebabkan gejala yang sedang, kadang hanya menunjukkan pengerutan bulu-bulu atau mengurangi produksi telur. Yang perlu diperhatikan justru yang jenis kedua, yang dikenal dengan Avian Influenza patogenik tinggi (ghighly patogenic Avian Influenzah). Bentuk ini pertama kali ditemukan di Italia pada tahun 1878, sangat menular pada burung dan sangat fatal, dengan tingkat kematian mencapai 100%. Burung langsung mati pada hari yang sama dengan gejala penyakit muncul. Apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikannya pada burung ? Pengendalian yang paling penting yaitu pemusnahan secara cepat grapid destructionh seluruh burung yang terindikasikan atau telah diketahui secara pasti tertular, mengurus bangkai secara baik, mengarantina dan memberikan disinfektan di areal peternakan. Virus dapat terbunuh oleh panas (56 derajat Celsius selama 3 jam atau 60 derajat Celsius selama 30 menit), dan disinfektan umum, seperti formalin dan senyawa yodium. Virus mampu bertahan pada suhu dingin, pada kotoran yang terkontaminasi sekurangnya selama tiga bulan. Di dalam air, virus mampu bertahan selama empat hari pada suhu 22 derajat Celsius dan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat Celsius. Pada jenis patogenik tinggi, penelitian menunjukkan bahwa satu gram kotoran yang terkontaminasi, dapat mengandung virus yang cukup untuk menyerang 1 juta ekor burung. Apa konsekuensi berjangkitnya penyakit dalam peternakan ? Berjangkitnya penyakit gAvian Influenzah, khususnya patogenik tinggi, dapat merusak industri peternakan dan merugikan peternak. Sebagai contoh berjangkitnya Avian Influenza patogenik tinggi di USA pada tahun 1983-1984, sebagian besar di dalam wilayah Negara Bagian Pensylvania, menyebabkan musnahnya lebih dari 17 juta ekor burung dengan kerugian mencapai 65 juta dolar Amerika. Konsekuensi kerugian ekonomi yang lebih besar dapat dialami khususnya bagi negara berkembang yang bergantung kepada industri peternakan sebagai salah satu sumber pendapatannya dan juga kerugian pangan, serta dapat menggagalkan upaya pengentasan kemiskinan peternak dan keluarganya. Ketika berjangkitnya penyakit ini semakin menyebar keseluruh wilayah di suatu negara, pengendalian akan semakin sulit dilakukan. Sebagai contoh, berjangkitnya penyakit ini di Meksiko sejak tahun 1992, yang sulit ditangani hingga 1995. Dengan alasan seperti ini, otoritas pemerintahan biasanya mengambil langkah darurat yang agresif untuk mengendalikan jumlah penyakit saat mulai terdeteksi berjangkitnya penyakit ini. Bagaimana cara penyebaran berjangkitnya Avian Influenza dalam sebuah negara ? Dalam sebuah negara, penyakit menyebar secara mudah dari lahan peternakan satu ke lahan peternakan yang lainnya. Virus dikeluarkan dalam jumlah besar dari tetesan sekresi burung, mencemari debu dan tanah. Virus yang berterbangan di udara menyebarkan penyakit ini dari satu burung ke burung yang lainnya, menyebabkan infeksi saat virus tersebut terhirup. Peralatan, kendaraan, pakan, kandang atau pakaian (terutama sepatu), dapat membawa virus tersebut dari satu lahan peternakan ke lahan peternakan yang lainnya. Virus dapat pula terbawa oleh kaki dan badan hewan, seperti tikus, bertindak sebagai gvektor mekanish untuk menyebarkan penyakit ini. Beberapa bukti- bukti yang terbatas menemukan bahwa lalat pun dapat menjadi vektor mekanis ini. Tetesan sekresi dari burung liar yang terinfeksi, dapat membawa virus kepada peternakan unggas komersial dan lingkungannya. Resiko terbesar infeksi dari burung liar ke peternakan domestik terjadi pada unggas domestik yang dipelihara di alam terbuka, mengonsumsi suplai air yang sama dengan burung liar, atau menggunakan suplai air yang diduga tercemar oleh tetesan sekresi dari burung liar yang terinfeksi. Selain itu gPasar Becekh, di mana burung-burung diperjualbelikan dalam kondisi penuh sesak dan kadangkala dalam kondisi sanitasi yang tidak baik, dapat juga menjadi sumber lain penyebaran penyakit. Bagaimana cara penyebaran penyakit dari satu negara ke negara lainnya ? Penyakit ini dapat menyebar dari satu negara ke negara lainnya melalui perdagangan ternak hidup. Migrasi burung, termasuk burung air, burung laut, dan burung pantai, dapat membawa virus dalam jarak jauh dan pada masa lalu dapat menyebabkan penyebaran internasional Avian Influenza patogenik tinggi. Migrasi burung air, umumnya bebek liar, merupakan sumber alami virus flu burung, dan burung jenis ini paling tahan terhadap infeksi. Burung jenis ini dapat membawa virus dalam jarak yang sangat jauh dan mengeluarkannya melalui tetesan ekskresi, dan hanya menyebabkan sedikit pengaruh dan gejala penyakit jangka pendek pada mereka. Meskipun demikian, bebek-bebek domestik lebih rentan bahkan fatal apabila terinfeksi, demikian juga ayam kalkun, angsa, dan beberapa spesies yang diternakkan di sekitar lahan pertanian. --- In [email protected], Made Samudra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Berita KOMPAS tgl 19 Sept. > Impor Beras Harus Dihentikan ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/S8XolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ========================================================================= "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia" ------------------------------------------------------------------------- Related homepages to IASA : http://iasa-online.org http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/ ========================================================================= Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/iasa/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
